Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan Wali Kota Madiun Maidi (tengah) di depan Balai Kota Madiun saat melakukan kunjungan di Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu (25/4/2021). Guber | ANTARA FOTO/Siswowidodo
26 Apr 2021, 09:58 WIB

Anies Gandeng Ngawi Pasok Beras

Anies menjelaskan sistem resi gudang memberikan kepastian harga beras dan menyejahterakan petani.

JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, untuk menyerap beras produksi kelompok petani. Nantinya, hasil produksi beras petani Ngawi dikirim untuk mendukung kebutuhan pangan di Ibu Kota.

"Kedatangan kita di Ngawi ini sedang berbicara tentang kebutuhan pangan, ketahanan pangan. Dan, kita ingin memastikan bahwa harga di perkotaan mendapatkan suplai yang terjamin. Di sisi lain, kami ingin berbalas budi dengan petani, dengan membangun sistem yang berkeadilan," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dalam kunjungan kerjanya di Dusun Alas Pecah, Desa Geneng, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur (Jatim), Ahad (25/4).

Kerja sama yang dimaksud melibatkan PT Food Station Tjipinang Jaya, selaku badan usaha milik daerah (BUMD) Pemprov DKI bersama PT Daya Tani Sembada dan Kelompok Tani Sido Rukun, yang berbasis di Kecamatan Geneng. Kerja sama meliputi pengelolaan sistem resi gudang, penggilingan padi, dan pasokan beras untuk warga Jakarta, dan rencana penyerapan hasil panen kelompok Tani Sido Rukun.

Menurut Anies, kedatangannya di Ngawi menjadi pembuka kolaborasi antara Pemprov DKI dan Pemkab Ngawi terkait dukungan kebutuhan beras di Jakarta. "Jadi, kita sedang memulai sebuah babak baru kerja sama dengan Ngawi dan insya Allah dengan Jatim," kata Anies.

Terkait

Kerja sama antara Pemprov DKI dan Pemkab Ngawi memiliki dua dimensi yang berkeadilan. Satu sisi, langkah itu merupakan upaya serius untuk memenuhi kebutuhan pangan di Jakarta. Di sisi lain, Anies ingin menghadirkan keadilan sosial.

"Khususnya untuk para petani daerah, agar mereka mendapat manfaat lebih besar, mendapat peningkatan kesejahteraan, dan mendapat kepastian atas produk-produknya," kata Anies.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Anies Baswedan (aniesbaswedan)

Peningkatan kesejahteraan petani itu, Anies menambahkan, salah satunya dilakukan dengan menerapkan sistem resi gudang (SRG). Penerapan SRG membuat petani tak perlu buru-buru menjual harga gabah mereka sewaktu harga rendah. "Di sini dengan sistem resi gudang, kita memiliki kontrak kerja untuk penanaman padi dan memastikan petani memiliki kepastian pembeli, kami punya kepastian harga," ujar Anies.

Hal itu bermanfaat karena biasanya saat panen raya, gabah kering panen dihargai sangat murah. Dengan penyimpanan di gudang SRG, kata dia, petani bisa menjual hasil panennya saat harga sudah baik. Dari resi itu, petani juga bisa menjaminkan ke bank yang dipilih untuk mendapatkan pinjaman sebagai modal usaha untuk biaya tanam di musim berikutnya.

"Melalui sistem resi gudang yang ditandatangani kali ini, petani akan memiliki kepastian terkait harga produk mereka. Selain itu, dengan menyimpannya di resi gudang, mereka juga bisa memanfaatkan untuk mengambil pinjaman pembiayaan dari lembaga keuangan," ujar Anies.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kerja sama yang dilakukan antara Pemprov DKI dan Pemkab Ngawi tersebut. Melalui kerja sama itu, sambung dia, petani dapat memiliki kepastian harga, pasar, dan produksi berasnya terserap dengan baik. "Melalui kerja sama ini, ada banyak varian produk padi dan beras dari petani yang bisa diserap. Jadi, ini sebetulnya varian-varian produk yang sangat solutif untuk bisa menjadi akses pasar petani melalui gapoktan yang ada," kata Khofifah.

Kerja sama tersebut bisa membuka keterbukaan akses perluasan sentra produksi gabah dan beras di wilayah Jatim lainnya, untuk mendapatkan pasar yang lebih besar di Jakarta.

 
Tidak hanya varian padi dan beras, namun juga bahan pangan lainnya. Karena Jatim tidak hanya surplus beras, tapi juga daging sapi, daging ayam, dan telur ayam.
KHOFIFAH INDAR PARAWANSA, Gubernur Jawa Timur.
 

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Pamrihadi Wiraryo, menjelaskan, kerja sama yang diteken tersebut untuk memastikan ketersediaan pasokan dan harga beras yang terjangkau bagi warga Jakarta. Apalagi, kata dia, dalam waktu dekat masyarakat akan menyambut Idul Fitri 1442 Hijriyah, sehingga diprediksi kebutuhan beras meningkat.

"Khusus kerja sama dengan Kelompok Tani Sido Rukun, Kabupaten Ngawi, ini adalah kerja sama yang baru. PT Food Station Tjipinang Jaya akan menjadi stanby buyer dan menyerap hasil panen Gapoktan Sido Rukun," kata Pamrihadi.

Adapun luas lahan pertanian yang disediakan dalam kerja sama antara PT Food Station Tjipinang Jaya dan Kelompok Tani Sido Rukun mencapai 200 hektare. Produktivitas lahan diperkirakan mencapai 5,7-6 ton beras per hektare, dengan potensi 1.140 ton gabah kering panen (GKP) dan 604 ton beras.

Penandatanganan kerja sama itu dilakukan oleh Gubernur Anies dengan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, dan disaksikan Gubernur Khofifah, jajaran Direksi PT Food Station Tjipinang Jaya, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ngawi, dan gabungan kelompok tani (gapoktan) setempat.


×