Para pedagang di Yerusalem menyuguhkan berbagai hiasan khas dalam menyambut Ramadhan. Walaupun di tengah pandemi, mereka tetap optimistis. | DOK AP Mahmoud Illean
25 Apr 2021, 00:56 WIB

Suka Cita Muslim Palestina Sambut Ramadhan

Masyarakat Palestina tetap mengawali Ramadhan dengan antusias meskipun di tengah pandemi.

OLEH HASANUL RIZQA

Kedatangan bulan suci disambut dengan gembira oleh umat Islam di berbagai penjuru dunia. Tak terkecuali masyarakat Palestina di sekitar Masjid al-Aqsha, Kota Tua Yerusalem.

Kiblat pertama umat Islam itu menjadi pusat aktivitas penyambutan Ramadhan. Bahkan sejak akhir Sya’ban, penduduk Muslim Palestina sudah mempersiapkan banyak hal. Salah satunya ialah kegiatan bersih-bersih Masjid al-Aqsha.

Mengutip Reuters, puluhan orang bergotong royong di kompleks masjid tersebut. Mereka berasal baik dari dalam maupun luar kota Yerusalem. Tua, muda, lelaki, maupun perempuan—semuanya bekerja sama untuk membersihkan kawasan suci itu agar semakin apik.

Terkait

Tampak dari foto-foto yang diambil jurnalis Reuters Ammar Awad, sejumlah remaja menggosok permukaan tangga dekat Kubah Shakhrah. Sementara itu, beberapa pria mengarahkan selang ke lantai pelataran setempat. Air bertekanan tinggi menyembur dari ujung selang itu sehingga memudahkan proses pembersihan.

photo
Warga Palestina di Yerusalem sedang memasang berbagai pernak-pernik untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. - (DOK AP Maya Alleruzzo)

Mendekati area al-Qibli, masjid berkubah hitam di dalam kompleks al-Aqsha, beberapa orang mulai mendirikan tenda-tenda. Perlengkapan itu dipasang sebagai antisipasi, untuk memayungi jamaah yang hendak melaksanakan shalat bersama, semisal tarawih. Memang, jumlah pengunjung selalu lebih banyak ketika Ramadhan dibandingkan hari-hari biasa.

Ramadhan kali ini menjadi yang kedua berlangsung di tengah situasi pandemi Covid-19. Meskipun demikian, adanya vaksinasi membuat antusiasme masyarakat Palestina lebih tampak jelas bila dibandingkan setahun lalu. Ya, suasana di Masjid al-Aqsha tampak jauh lebih menyenangkan daripada Ramadhan sebelumnya.

 
Suasana di Masjid al-Aqsha tampak jauh lebih menyenangkan daripada Ramadhan sebelumnya.
 
 

 

Suka cita itu pun tampak di jalan-jalan utama kota setempat. Banyak warga Muslim memasang berbagai dekorasi khas Ramadhan. Misalnya, hiasan berbentuk bulan sabit dan bintang atau lampu kerlap-kelip yang menggantung di atas jalan. Para pedagang pun menggelar cenderamata di depan toko mereka.

Pada tahun lalu, pandemi Covid-19 melumpuhkan banyak aktivitas niaga di Yerusalem. Tidak banyak orang keluar untuk berjalan-jalan. Keadaannya sekarang berubah lebih baik. Walaupun hingga kini kota tersebut belum membuka akses masuk bagi turis, sejumlah pusat perbelanjaan dan toko-toko mulai ramai kembali. Ada harapan bahwa Ramadhan kali ini semakin menggenjot perekonomian lokal.

“Sekarang dengan adanya vaksinasi virus korona, situasinya membaik,” kata salah satu pembeli, Mohammad Abu Sbeih, Selasa (13/4), dilansir Reuters beberapa waktu lalu.

 
Mereka yang hendak memasuki kompleks tersebut harus menunjukkan bukti telah divaksin.
 
 

 

Melansir TV7 Israel News, pada pekan ini otoritas Israel di daerah pendudukan akan membiarkan sekira 10 ribu warga Palestina untuk melaksanakan shalat Jumat di kawasan al-Aqsha. Mereka yang hendak memasuki kompleks tersebut harus menunjukkan bukti telah divaksin. Hal ini demi menangkal persebaran virus korona. Selain itu, jamaah diminta untuk selalu menjaga jarak.

Israel telah memasukkan para warga Palestina di wilayah Yerusalem Timur dalam program vaksinasi. Sementara itu, otoritas Palestina pun telah menggelar vaksinasi meskipun tidak selekas yang dilakukan rezim Zionis.

Di Tepi Barat, akan ada lebih banyak toko yang diperbolehkan buka pada malam hari dan hingga waktu shalat tarawih kala Ramadhan. Mereka pun dapat berjualan pada saat sahur dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

photo
Warga Palestina di Yerusalem tetap menjaga protokol pencegahan Covid-19 saat hendak memasuki kawasan suci Masjid al-Aqsha. - (DOK REUTERS Ammar Awad)

Kebijakan yang terukur diambil dengan tujuan untuk memungkinkan kebebasan beribadah sembari tetap mewaspadai penyebaran Covid-19. Dalam pernyataan resminya, otoritas Israel tetap memastikan akan menutup Yerusalem dari kunjungan turis asing. Sementara itu, pihaknya juga akan turut memfasilitasi ribuan vaksinasi warga Palestina, termasuk sumbangan Israel.

Otoritas Palestina di Tepi Barat mengumumkan bahwa lebih banyak toko dan layanan di masjid untuk shalat malam di masjid-masjid lokal. Jam malam juga telah diberlakukan terhadap pergerakan antarkota dan desa. Restoran dan toko dilarang untuk menggelar acara buka puasa bersama yang sampai menimbulkan kerumunan. Masyarakat diminta untuk memanfaatkan jasa antar makanan dan berbuka di rumah masing-masing.

photo
Kompleks Masjid al-Aqsha dibersihkan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. - (DOK AP Mahmoud Illean)

Setelah pembeli memadati pasar di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas dengan mengabaikan infeksi harian yang meningkat tiga kali lipat baru-baru ini, otoritas kesehatan terpaksa juga memberlakukan jam malam. Beberapa sekolah terpaksa ditutup. Pertemuan besar tidak akan diizinkan. Bagaimanapun, situasi di Gaza maupun Tepi Barat tidak sampai ke taraf penguncian total (lockdown).

Penjajahan yang dilakukan Israel atas Palestina masih terjadi hingga kini. Di Jalur Gaza saja, dengan populasi hampir 2,1 juta jiwa, keterbatasan sangat terasa. Nyaris separuh dari populasi setempat tidak memiliki pekerjaan. Itu disebabkan blokade darat, laut, dan udara yang diberlakukan oleh Israel selama 15 tahun.

Pandemi Covid-19 juga telah menyebabkan memburuknya situasi ekonomi di wilayah tersebut. Lebih dari separuh penduduk di Jalur Gaza saat ini hidup di bawah garis kemiskinan. Bagaimanapun, Ramadhan membawa berkah. Terlepas dari semua kesulitan yang ada, masyarakat Palestina ingin bersuka cita selama bulan suci.

“Orang-orang melakukan yang terbaik untuk membuat anak-anak mereka bahagia saat Ramadhan ini,” kata salah seorang pembeli di salah satu pasar di Gaza, Farooq Hashim Amar, seperti dikutip dari laman Anadolu Agency, baru-baru ini.

photo
Melansir TV7 Israel News, otoritas Israel di wilayah pendudukan membatasi jamaah yang hendak melaksanakan shalat di kompleks Masjid al-Aqsha. Hanya Muslim tervaksinasi Covid-19 yang dibolehkan masuk ke sana. - (DOK EPA Alaa Badarneh)


×