Jenazah guru sekolah dasar Oktovianus Rayo yang meninggal akibat ditembak oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) tiba di kamar jenazah RSUD Mimika, Papua, Sabtu (10/4/2021). | ANTARA FOTO / Sevianto Pakiding
19 Apr 2021, 03:40 WIB

KKB Beoga Masih Lancarkan Aksi

Diduga kelompok KKB yang melakukan pembakaran dipimpin Lagakek Telenggen.

BEOGA — Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih melancarkan aksinya pada Sabtu (17/4) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua. Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol M Iqbal Alqudusi mengatakan, KKB membakar rumah kepala suku dan rumah guru yang ada di kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua, Sabtu (17/4).

Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Kombes Pol M Iqbal Alqudusi menceritakan kronologi kejadian insiden pembakaran dilakukan kelompok kriminal bersenjata itu dilaporkan sekitar pukul 09.30 WIT.

Aksi KKB menghanguskan rumah kepala suku Bener Tinal, dan tiga rumah guru yang terbuat dari papan kayu. Disebutkan, rumah kepala suku Dambet yang dibakar itu juga berfungsi sebagai kios atau warung.

"Sedangkan gedung SD Dambek tidak sempat ludes karena warga sempat menghalau dan memadamkan apinya sehingga hanya pintu yang terbakar. Jarak ke kampung Dambek sekitar sekitar 3 kilometer ke Beoga dengan berjalan kaki lewat hutan," tuturnya, Ahad (18/4).

Terkait

Iqbal mengaku, aparat Polri telah melakukan olah tempat kejadian perkara di Dambet. "Tim Satgas penegakan hukum telah melaksanakan olah TKP, meminta keterangan saksi dan memeriksa barang bukti. Dari hasil olah TKP barang bukti, yaitu honai yang terbakar, rumah guru yang terbakar, pintu sekolah yang terbakar dan ditemukan satu selongsong peluru," ujarnya.

Ia menegaskan, tidak ada kontak tembak dalam peristiwa tersebut. Diduga kelompok KKB yang melakukan pembakaran dipimpin Lagakek Telenggen.

Kepala Suku Dambet Kabupaten Puncak Bener Tinal melakukan acara ritual adat bakar batu, Sabtu (17/4) malam. Acara bakar batu ini untuk mensyukuri kehidupannya setelah selamat dari peristiwa pembakaran honai, bangunan sekolah, dan rumah guru yang dilakukan KKB.

Kegiatan bakar batu di Distrik Beoga Kabupaten Puncak tersebut dihadiri Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol M Iqbal Al Qudusy bersama personel Polri di antaranya Kompol Dudung Setyawan serta Brigpol Akram. Ungkapan rasa syukur dari selamatnya tokoh adat Bener Tinal atas penembakan dan pembakaran yang dilakukan KKB menunjukkan betapa sesungguhnya warga Papua cinta damai dan berharap Papua selalu damai.

Kepala Suku Benner Tinal mengecam tindak kejahatan dilakukan KKB karena dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan warganya. Acara momen bakar batu dilakukan keluarga Bener Tinal pada Sabtu tengah malam pukul 21.30 WIT sebagai jalinan silaturahim antara kepala suku Dambet dan jajaran personel Polri yang telah hadir di tengah masyarakat membawa rasa aman bagi warga Beoga.

"Saya sangat menyesal dan mengutuk KKB yang telah menghancurkan honai dan kiosnya," kata Bener Tinal seperti yang diterjemahkan adik kandungnya dalam bahasa Indonesia.

Kepala Suku Benner Tinal menyampaikan terima kasih kepada Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol Iqbal Al Qudusy atas jalinan silaturahmi serta memberikan perlindungan warganya.

Sebelumnya, KKB juga menembak dua guru di Distrik Beoga. Sabinus Waker, lewat Komandan Operasi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap VIII Kemabu Intan Jaya, Gusby Waker mengakui, pihaknya bertanggung jawab terhadap penembakan guru di Beoga.

“Yang kami tembak itu intelijen TNI-Polri. Kami lakukan atas dasar laporan dari PIS (Papua Intelligent Service) terkait kerja-kerjanya yang kami terima,” tegasnya.

Sumber : Antara


×