Penyerang Real Madrid Karim Benzema mencetak gol dalam sebuah pertandingan sepak bola. Benzema akan bertemu penyerang Barca Lionel Messi dalam waktu dekat. | EPA-EFE/JuanJo Martin
10 Apr 2021, 10:51 WIB

Pertarungan Madrid dan Barca di Alfredo Di Stefano

Kegagalan memetik tiga poin di laga ini akan berdampak fatal bagi Real Madrid dan Barcelona.

MADRID -- Edisi kedua El Clasico di pentas La Liga musim ini akan tersaji pada jornada ke-30, Ahad (11/4) dini hari WIB. Setelah berhasil memetik kemenangan, 3-1, kala melawat ke markas Barcelona, Stadion Camp Nou, pada paruh pertama musim ini, giliran Madrid yang akan menerima lawatan seteru abadinya tersebut.

Namun, berbeda dari sebagian besar laga El Clasico sebelumnya, Madrid akan menjamu Barcelona dalam edisi ke-182 El Clasico di pentas La Liga itu di Stadion Alfredo Di Stefano—salah satu stadion yang terletak di kompleks latihan Real Madrid. Pasalnya, sejak awal musim lalu, Madrid memilih Stadion Alfredo Di Stefano sebagai homebase selama Stadion Santiago Bernabeu direnovasi.

Berbeda dari Stadion Santiago Bernabeu yang berkapasitas lebih dari 80 ribu penonton, Stadion Alfredo Di Stefano hanya berkapasitas 6.000 penonton. Kendati tidak akan digelar di salah satu stadion terbesar di Spanyol, laga El Clasico tidak akan kehilangan daya tariknya.

Rivalitas panjang antara Los Blancos dan Blaugrana sebagai klub tersukses di Spanyol akan menjadi latar belakang laga ini. Bahkan, laga El Clasico di Stadion Alfredo Di Stefano ini bisa dibilang jauh lebih menentukan dalam upaya kedua tim membidik trofi La Liga dibandingkan dengan laga El Clasico, setidaknya dalam dua musim terakhir.

Terkait

Anggapan tersebut bertolak dari situasi di papan klasemen sementara La Liga. Berada di peringkat kedua dan ketiga secara berurutan, kedua tim hanya terpaut dua poin. Barcelona duduk di peringkat kedua dengan koleksi 65 poin dari 29 laga, Los Blancos mengintai di posisi ketiga.

Tidak berhenti di situ, raihan poin Atletico Madrid yang berada di peringkat teratas klasemen sementara masih dalam jangkauan kedua tim. Madrid hanya terpaut tiga poin dari El Atleti, sedangkan Barcelona hanya mengantongi selisih dua poin.

Akhirnya, kegagalan memetik tiga poin di laga ini akan berdampak fatal pada upaya kedua tim untuk tetap bertahan dalam perebutan gelar juara di 10 laga sisa La Liga musim ini. Sebaliknya, raihan poin penuh di laga ini akan memperbesar peluang bagi pemenang untuk memimpin papan klasemen sementara La Liga.

Belum lagi dengan dampak psikologis bagi para penggawa kedua tim apabila bisa membekuk rival sengitnya tersebut. Dari kubu tim tuan rumah, kepercayaan diri menjadi modal terbesar di laga ini.

Pelatih Madrid Zinedine Zidane tak menampik, timnya tengah berada dalam kondisi terbaik, terutama dalam aspek mentalitas bertanding dan kepercayaan diri. ''Kami harus bisa melanjutkan tren positif ini untuk bisa menjaga peluang meraih gelar juara,'' tutur Zidane di laman resmi klub, tengah pekan ini.

Apa yang disampaikan Zidane itu merujuk dari dua laga terakhir El Clasico di semua ajang, Madrid mampu tampil sebagai yang terbaik. Kemenangan di laga ini akan membawa Los Blancos memecahkan rekor yang bertahan sejak 1978, yaitu berhasil menorehkan tiga kemenangan beruntun di partai El Clasico di semua ajang.

Satu-satunya kekhawatiran yang muncul di kubu Madrid adalah celah di jantung pertahanan. Sergio Ramos yang masih mengalami cedera dan Raphael Varane yang diketahui positif Covid-19 akan absen di laga ini.

Sebaliknya, Barca menyimpan pula keraguan soal kondisi Gerard Pique dan Neto, serta kepastian absennya Phillipe Coutinho dan Ansu Fati akibat cedera. Sejauh ini, tim besutan Ronald Koeman itu mencatatkan rekor apik di laga tandang dengan torehan kemenangan beruntun di sembilan laga tandang terakhir di pentas La Liga.

Koeman menegaskan, apa pun latar belakangnya, laga El Clasico akan selalu menjadi penting di pentas La Liga. ''Kemenangan di laga akhir pekan ini akan sangat penting bagi kami dalam persaingan meraih gelar juara,'' kata Koeman, seperti dilansir Marca.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh FC Barcelona (fcbarcelona)

Prediksi Susunan Pemain:

Real Madrid (4-3-3)

Pelatih: Zinedine Zidane

Kiper: Courtois

Belakang: Mendy, Nacho, Militao, Vazquez

Tengah: Modric, Casemiro, Kroos

Depan: Vinicius, Benzema, Asensio

Barcelona (3-4-3)

Pelatih: Ronald Koeman

Kiper: Ter Stegen

Belakang: Araujo, Lenglet, Pique

Tengah: Alba, Pedri, De Jong, Dest

Depan: Dembele, Messi, Griezman

 

Data dan Fakta

0 -- Bintang Barcelona Lionel Messi gagal mencetak gol di enam partisipasi terakhinya di laga El Clasico di semua ajang. Namun, Messi masih tercatat sebagai top skorer di laga ini dengan total torehan 26 gol.

6 -- Striker Real Madrid Karim Benzema mencetak setidaknya satu gol di enam laga terakhir di La Liga. Total di enam //caps// terakhirnya di La Liga, Benzema berhasil mencetak delapan gol.

8 -- Di delapan laga dari 10 laga kandang terakhir di La Liga, Real Madrid mencetak setidaknya dua gol.

9 -- Barcelona mengemas kemenangan beruntun di sembilan laga tandang terakhir di La Liga.

17 -- Real Madrid sukses meraih 17 kemenangan dari 21 laga kandang terakhir di La Liga.

182 -- Laga ini menjadi edisi El Clasico ke-182 di La Liga. Dari 181 duel El Clasico terakhir, Madrid mengemas 74 kemenangan, sedangkan Barcelona 72 kemenangan.


×