Siswa SMKN 15 Jakarta Selatan sedang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) hari pertama di sekolah, Rabu (7/4). | Republika/Febryan. A
08 Apr 2021, 12:23 WIB

Uji Coba PTM Bakal Dievaluasi

Pihak sekolah diminta disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan saat PTM.

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) yang dimulai pada Rabu (7/4) ini. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, hanya 30 persen siswa yang diizinkan oleh orang tuanya untuk mengikuti uji coba sekolah tatap muka yang berlangsung mulai 7 April sampai 29 April 2021.

“Kegiatan ini sangat baik, ternyata cukup mendapat antusias dari anak-anak, sekalipun menurut data besarnya masih 20-30 persen siswa yang diizinkan oleh orang tua," kata Riza saat meninjau sekolah tatap muka di SMKN 2 Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (7/4).

Meski baru 30 persen siswa yang mengikuti belajar tatap muka, Riza mengatakan, kegiatan ini mendapat antusias dari para peserta didik mengingat kegiatan belajar selama satu tahun terakhir masih dilakukan secara daring atau jarak jauh karena pandemi Covid-19. Adapun sekolah tatap muka masih akan dievaluasi selama dua bulan oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Nahdiana menyampaikan, dalam uji coba ini ada pembatasan durasi belajar siswa antara 3-4 jam dalam satu hari. Pelaksanaannya pun hanya berlangsung sekali tiap pekan untuk satu jenjang kelas dalam satuan pendidikan.

Terkait

Kapasitas siswa di dalam ruang kelas dibatasi maksimal 50 persen dari jumlah keseluruhan satu kelas dan tempat duduk antarsiswa juga diatur dengan jarak 1,5 meter. "Materi pembelajaran yang terbatas, yaitu hanya materi-materi esensial yang disampaikan pada pembelajaran tatap muka," kata Nahdiana.

Sejumlah wali kota juga ikut meninjau uji coba PTM di wilayahnya masing-masing. Plt Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji mengatakan, sebanyak 25 sekolah di Jakarta Selatan menerapkan uji coba PTM. Ia pun berharap, tak muncul kasus baru Covid-19 di 25 sekolah itu.

 
Kalau ada ditemukan kasus positif Covid-19, maka sekolahnya akan ditutup.
 
 

"Kalau ada ditemukan kasus positif Covid-19, maka sekolahnya akan ditutup. Ini kan uji coba. Kita harapkan insya Allah tidak ditemukan kasus Covid-19 saat siswa mulai belajar tatap muka," kata Isnawa usai memantau pelaksanaan PTM di SMKN 15, Kebayoran Baru, Rabu.

Untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan selama PTM di 25 sekolah itu, Isnawa telah meminta Satgas Covid-19 tingkat kecamatan dan kelurahan melakukan pengawasan langsung. Meski begitu, Isnawa tetap meminta agar pihak sekolah disiplin melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Mulai sejak siswa datang hingga kembali pulang bersama orang tuanya.

Selain itu, Isnawa juga meminta para siswa tidak menggunakan angkutan umum untuk pergi dan pulang sekolah. Sebab, potensi penularan lebih besar jika ada banyak orang. "Mungkin saat ini masih diantar-jemput orang tua," kata dia.

Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma juga meninjau uji coba PTM di SMKN 2 Jakarta yang berlokasi di Jalan Baru III, Gambir. "Hasil monitoring-nya alhamdulillah sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan sebelumnya. Semua sudah dilaksanakan dengan baik," kata Dhany.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dinas Pendidikan DKI Jakarta (disdikdki)

Dhany menjelaskan, terdapat 10 sekolah di Jakarta Pusat mulai melakukan uji coba belajar tatap muka. Sebanyak 10 sekolah ini menjadi percontohan, baik dari segi protokol kesehatan, maupun kurikulum untuk diterapkan di sekolah lainnya saat memasuki Tahun Ajaran Baru 2021/2022.

Dari hasil peninjauannya, Dhany menjelaskan, protokol kesehatan di SMKN 2 Jakarta telah diterapkan, dari mulai siswa diwajibkan sarapan dari rumah, membawa bekal, menggunakan masker dan pencuci tangan (hand sanitizer), pengecekan suhu saat masuk sekolah, mencuci tangan hingga pengaturan jarak tempat duduk antarsiswa.

"Di dalam kelas tidak terlalu banyak, rata-rata hanya 9 orang dari setiap kelas. Sisanya dilakukan melalui daring," kata dia.

Salah satu siswi SMKN 2 Jakarta, Siti Alya (17), mengaku senang dan antusias di hari pertama ia masuk sekolah. Ia pun langsung masuk di kelas praktik pembelajaran komputer akuntansi.

Siti yang juga siswa kelas XII jurusan akuntansi keuangan dan lembaga ini mengaku lebih senang belajar tatap muka daripada belajar daring jarak jauh. "Dari rumah terkadang kurang paham apa yang dipelajari. Kalau sekolah seperti ini harapannya pembelajaran bisa tersampaikan dan bisa menguasai materi," tutur Siti.

Peran orang tua

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Timur, Putoyo menilai, peran orang tua siswa sangat penting dalam menyukseskan uji coba PTM. "Jadi orang tua kita jaga bersama kalau di keluarga ada sakit ya tidak usah masuk," kata Putoyo.

Putoyo melihat protokol kesehatan yang diterapkan dalam uji coba di sekolah sudah sangat baik melalui penyediaan fasilitas, seperti wastafel, pencuci tangan, masker, hingga pengecekan suhu. Dia berharap, uji coba PTM ini bisa berjalan lancar.

"Saya harap berjalan lancar, namun demikian harus waspada. Mudah-mudahan bisa dipahami oleh seluruh yang ada di sekolah," ujar dia.

Putoyo menambahkan, kesuksesan pelaksanaan uji coba belajar tatap muka tak lepas dari peran serta masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan ketat di sekolah. Dia memaparkan, di Jakarta Timur wilayah II terdapat 16 sekolah yang ikut uji coba belajar tatap muka. Perinciannya ada delapan SD, satu SMP, satu SMA, dan enam SMK.

"Ini akan kita evaluasi dan hasil itu akan menentukan di tanggal ke depan," kata dia lagi.

Sumber : Antara


×