Anggota Pasoepati mengusung poster untuk menyambut pemilik saham mayoritas sekaligus Direktur Utama PT Persis Solo Saestu (PSS) Kaesang Pangerep di kawasan Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (21/3/2021). PT Persis Solo Saestu resmi berganti kepemi | Maulana Surya/ANTARA FOTO
08 Apr 2021, 11:51 WIB

Kaesang Ingin Bawa Persis ke Liga 1

Kaesang mengeklaim Presiden menyetujui rencananya membawa Persis ke Liga 1

SOLO — Direktur Utama Persis Solo Kaesang Pangarep menegaskan kembali obsesinya untuk membawa klub kebanggaan warga Kota Solo bisa berlaga di kompetisi Liga 1 pada musim depan.

Di sisi lain, ia juga menyampaikan masih harus banyak belajar mengenai manajemen klub sepak bola kepada pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Ikhtiar itu dilakukannya dengan mengunjungi kantor PSSI di Jakarta, Rabu (7/4). Kaesang diterima langsung oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

"Target awal kami ingin membangun manajemen yang bersih dan transparan. Kami ingin tunjukkan dengan orang Solo kami berbeda dengan manajemen yang lalu. Kami anak muda, kami punya energi lebih hebat," kata Kaesang dalam jumpa virtual dengan wartawan melalui aplikasi Zoom Meeting pada Rabu sore.

Untuk melakukan perubahan tersebut, Kaesang mengaku dirinya masih menjadi anak baru di dunia sepak bola. Sehingga, ia ingin belajar mengenai persepakbolaan di Indonesia kepada PSSI.

Terkait

"Saya kan anak baru, baru satu bulan memimpin sebuah klub yang mempunyai sejarah cukup panjang sejak 1923," kata Kaesang.

Putra bungsu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tersebut menyatakan saat ini sedang membangun dengan manajemen baru supaya bisa membuat bangga orang Solo. Ia juga mengungkapkan alasannya membeli klub berjuluk Laskar Samber Nyawa tersebut karena kecintaannya sebagai warga Solo terhadap Persis.

Kaesang ingin membuat suatu hal yang lebih buat warga Solo. Meski enggan menyebut anggaran yang dikucurkan untuk klub tersebut. “Dari awal komitmen kami terhadap Persis Solo, yakni Liga 1 menjadi harga mati,” ujarnya.

Kaesang juga menyatakan ayahnya mendukung ketika dirinya ingin membeli Persis Solo. "Waktu itu cuma satu kata dari Bapak, 'Lanjut', gitu saja. Bapak tidak banyak omong ke saya, soalnya saya sibuk sekarang," katanya berseloroh.

Sementara, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, mengapresiasi Kaesang sebagai CEO klub sepak bola pertama yang berkunjung ke kantor PSSI selama dia menjabat sebagai pucuk pimpinan PSSI.

"Beliau meminta saran, arahan, dan petunjuk. Ini berkaitan dengan Mas Kaesang memegang Persis Solo. Kami diskusi, pemain harus bagus, pelatihnya juga, majamenen diperbaiki, sarana prasarana juga harus mendukung," kata Iriawan.

Iriawan menyebut Persis Solo sebagai klub legendaris. Bahkan, Persis Solo lebih dulu berdiri dibandingkan PSSI yang lahir pada 1930. "Tidak salah kalau Mas Kaesang mengambil Persis. Karena beliau manajemennya luar biasa menguasai," ujarnya.

Menurut Iriawan, banyaknya anak muda yang tertarik mengelola klub bola menjadi kebanggaan bagi PSSI. Dia mengapresiasi munculnya sosok publik figur, seperti Kaesang dan Raffi Ahmad yang tertarik mengelola klub sepak bola.

Iriawan berharap agar orang-orang profesional tersebut mengelola klub dengan baik sehingga membawa kemajuan bagi klub masing-masing. "Dengan bermunculan CEO-CEO baru yang berkomitmen pada sepak bola akan membuat sepak bola Indonesia lebih baik dan lebih maju," katanya.

Sejarah

Persatuan Sepak bola Indonesia Surakarta (disingkat Persis Surakarta) adalah salah satu klub sepak bola di Indonesia asal Kota Surakarta/Kota Solo. 8 November 1923 jadi tanggal lahir klub ini. klub ini awalnya mengguna nama Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB), yang didirikan leh Sastrosaksono (tokoh dari Klub Mars) serta R. Ng. Reksodiprojo dan Sutarman dari Klub Romeo.

Dalam koran Darmo Kondo milik organisasi Boedi Oetomo terbitan 31 Maret 1923, ternyata diberitakan VVB baru saja di dirikan oleh empat klub lokal. Mulai dari Mars, Romeo, De Leeuw dan Legion. Informasi ini tentu memperjelas bahwa VVB didirikan di akhir Maret 1923.

Sementara itu, pada tahun 1933, di bawah kepemimpinan Soemokartiko, Vorstenlandsche Voetbal Bond resmi berganti nama menjadi Persatuan Sepak bola Indonesia Solo, disingkat Persis.

Saat ini Persis bermarkas di Stadion Manahan, Surakarta, yang memiliki kapasitas 20.003 penonton. Pendukung Persis dijuluki sebagai "Laskar Samber Nyawa". Persis memiliki suporter fanatik dan atraktif yang disebut Pasoepati (Pasukan Soeporter Solo paling Sejati) dan Surakartans

Persis pernah meraih juara kompetisi perserikatan PSSI sebanyak 7 kali.

Persis kembali hadir di kancah sepak bola nasional sejak tahun 2006, setelah sebelumnya bertahun-tahun lamanya Persis mengendap di kompetisi amatir.

Musim kompetisi 2006/2007 menjadi puncak prestasi bagi Persis modern karena di musim itu Persis berhasil lolos promosi ke kompetisi liga kasta tertinggi Indonesia yakni level Divisi Utama.

Sayang, raihan positif itu tidak dibarengi dengan gelar juara Liga Divisi 1 karena Persis kalah dari Persebaya Surabaya di pertandingan final yang berlangsung di Stadion Brawijaya, Kediri.


×