al-Mahmudah Training Center | Youtube

Bodetabek

Manasik Haji Sambil Rekreasi di al-Mahmudah Training Center

Ada replika masyair di al-Mahmudah Training Center

OLEH EVA RIANTI 

Lokasi manasik haji kerap kali menjadi tempat yang khusus dimanfaatkan untuk belajar seputar haji atau umrah bagi umat Muslim yang bertandang ke Makkah. Sedikit berbeda dengan lokasi manasik haji yang berada di Lubana Sengkol, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, yang disulap menjadi wisata religi. Bahkan, lokasi ini menjadi tempat belajar manasik sekaligus sebagai wisata 'Replika Ka'bah'

Republika mengunjungi tempat seluas 2,5 hektare yang yang dikelola al-Mahmudah Training Center (AMTC) tersebut. Dari arah luar, tampak tempat wisata religi ini didesain dengan warna seragam, yakni cokelat bata berpadu dengan hijau dan krem. Saat memasuki lokasi, pengunjung langsung disuguhkan pemandangan replika Zamzam Tower yang didesain mirip dengan Zamzam Tower yang berdiri megah di depan pintu gerbang Masjidil Haram.

Menuju ke arah dalam, ada banyak titik bagian replika yang menunjang serangkaian ibadah haji. Mulai dari replika Ka'bah, Sa’i, hingga Jumrah. Replika Ka’bah berada tepat di sisi tengah, lengkap dengan replika Hajar Aswad, serta makam Ibrahim Hijr Ismail. Informasi dari AMTC, replika Ka’bah tersebut memiliki tinggi sekitar tujuh meter atau memiliki perbandingan 1:2 dengan Ka’bah di Makkah.

Bergerak ke arah timur terdapat replika Sa’i yang memiliki panjang sekitar 50 meter, berbanding 1:10 dengan lokasi di Makkah yang memiliki panjang sekitar 500 meter. Pada tiap sisi ujung kanan dan kiri terdapat replika Bukit Shafa dan Marwah. Tempat tersebut dilengkapi dengan tekstur jalan yang agak menanjak serta lampu hijau yang berfungsi sebagai penanda untuk mempercepat langkah ataupun berlari-lari kecil saat melakukan ibadah Sa’i.

Selanjutnya, replika Jumrah yang meliputi tiga bangunan, yakni Aqabah, Wustha, dan Ula. Tempat dengan luas sekitar 300 meter persegi tersebut menjadi lokasi untuk menjalankan rangkaian ibadah haji berupa melempar batu kerikil. Disediakan batu-batu kecil di beberapa titik sekitar lokasi replika Jumrah. Di sebelahnya, terdapat lokasi yang dijadikan replika Arafah, tapi masih dalam tahap pembangunan.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ismalia Al-mufti (ismalia_almufti)

Selain replika manasik haji, di lokasi tersebut juga tersedia fasilitas lain berupa bioskop yang bisa dimanfaatkan oleh para pengunjung untuk menonton film. Diketahui film yang tersedia di bioskop berkapasitas 200 orang tersebut baru ada satu, yakni berjudul Jojo and Friends. Di samping bioskop, tersedia food court yang menyajikan beragam makanan, termasuk makanan khas Arab, yakni kebab.

Salah seorang pengunjung, Endang (65 tahun) menyampaikan rasa bangganya bisa bertandang ke tempat wisata religi tersebut. Pasalnya, ia merasa seolah bernostalgia, mengingat pengalamannya melaksanakan ibadah Haji pada tiga tahun yang lalu. "Senang ya setelah sampai di sini, kita ingat memori waktu ke Makkah," ujar Endang saat ditemui di lokasi Replika Ka’bah, Sabtu (27/3).

Dia menuturkan, dengan mendatangi tempat wisata religi tersebut, rasa rindunya terhadap Ka’bah menjadi cukup terobati. Sebab, terbang ke Makkah untuk kembali menjalani rangkaian ibadah haji atau umrah di tengah pandemi Covid-19, terasa lebih sulit daripada sebelumnya.

"Kita punya tabungan, ada duit buat ke sana (Makkah), tapi enggak bisa ke sana karena susah ada Covid-19, jadi ke sini dulu untuk mencerahkan, jadi tetap semangat untuk beribadah," tutur Endang.

Menurut pengamatannya, tempat tersebut sangat representatif. Hal itu karena lokasinya cukup mirip dengan kondisi dan tata letak bangunan yang ada di Masjid al-Haram. Masyarakat yang belum pernah ke Makkah, sambung dia, cukup mendatangi Lubana Sengkol untuk belajar agar tidak terlalu bingung kala beribadah di Makkah.

Endang pun mengajak rekan dan muridnya untuk mengunjungi tempat manasik haji sekaligus tempat wisata religi tersebut. "Iya jadi gambaran. Jadi, belajar dulu ilmunya, sejarahnya, biar bisa menghayati. Rencana nanti mau mengajak yang lainnya untuk ke sini," kata guru agama di Jakarta Timur tersebut.

Manajer Marketing AMTC, Andre, menyampaikan, wisata Replika Ka’bah dibangun sejak Oktober 2019, dan baru diresmikan pada Januari 2021. Namun, pengoperasiannya untuk umum baru dimulai Maret 2021.

Sejak dibuka untuk umum, kata dia, pengunjung notabene didominasi luar wilayah Tangsel. "Sekitar 60 sampai 70 persen pengunjung dari luar, seperti Bekasi, Jakarta, Cibubur, Bogor, bahkan Cianjur," ujar Andre.

Kapasitas tempat wisata tersebut mencapai sekitar 2.500 sampai 3.000 pengunjung pada saat kondisi normal. Sementara itu, kala pandemi, kapasitasnya dibatasi maksimal sekitar 500 pengunjung. Untuk memberi pemahaman lebih dalam tentang ibadah Haji, Andre menyinggung keberadaan mutawif berpengalaman untuk memandu dan memberi penjelasan.

Andre mengatakan, pengelola terus berupaya mengembangkan wisata religi tersebut. Di antaranya, pembangunan penginapan berbentuk semihotel yang bisa dimanfaatkan bagi pengunjung yang membutuhkan pembelajaran lebih mendalam mengenai haji atau umrah. Adapun pengunjung reguler dikenakan biaya masuk Rp 80 ribu. Itu pun sudah termasuk biaya untuk menonton film di bioskop yang tersedia di dalamnya.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat