Nasabah membeli sukuk ritel melalui aplikasi di ponsel pintar, beberapa waktu lalu. Penawaran sukuk negara ritel seri SR-014 berhasil menghimpun dana sebesar Rp 16,71 triliun. | NOVA WAHYUDI/ANTARA FOTO
23 Mar 2021, 04:00 WIB

Penjualan Sukuk Ritel Tetap Tinggi

Investor SR-014 didominasi oleh generasi milenial.

JAKARTA – Penawaran sukuk negara ritel seri SR-014 berhasil menghimpun dana sebesar Rp 16,71 triliun. Angka itu berhasil melampaui target yang ditetapkan yakni senilai Rp 10 triliun meski dengan imbal hasil hanya sebesar 5,47 persen per tahun. Peningkatan literasi investasi dan dukungan terhadap instrumen berbasis syariah menjadi faktor utama pencapaian tersebut.

Salah satu mitra distribusi (midis) SR-014, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan penjualan melampaui target atau sebesar 350 persen. Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan, hasil penjualan SR-014 di BRI sebesar Rp 1,75 triliun dengan jumlah investor sebanyak 2.703 investor.

"Kami yakin penjualan SR-014, SBN dengan prinsip syariah ini merupakan bagian dari kontribusi seluruh masyarakat dalam membantu dan mendorong pemerintah menyediakan tools recovery selama pandemi,” ujarnya, Senin (22/3).

 
Saat ini masyarakat sudah melek investasi dan memahami benar berbagai instrumen keuntungan investasi.
Direktur Konsumer BRI Handayani
 

Handayani menyampaikan, dalam bisnis wealth management perseroan, surat berharga negara (SBN) merupakan salah satu instrumen investasi yang paling diminati masyarakat karena merupakan investasi aman. Penjualan SBN dilakukan perseroan secara masif dengan melayani kebutuhan investasi masyarakat dari seluruh segmentasi melalui pembelian secara daring.

“Saat ini masyarakat sudah melek investasi dan memahami benar berbagai instrumen keuntungan investasi yang telah dimudahkan dengan pembelian secara daring,” ujarnya.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan penjualan SR-014 sebesar Rp 1,66 triliun. Tingginya minat para investor salah satunya karena imbal hasil yang menarik di tengah tren suku bunga rendah.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan, instrumen investasi sukuk SR-014 masih cukup menarik dan minat masyarakat terhadap produk ini cukup tinggi. Hal ini mengingat SR-014 merupakan produk investasi yang aman dengan kupon dan pokok yang dijamin negara.

"Minat investor pada SR-014 masih cukup bagus di Bank Mandiri dengan pencapaian sampai dengan akhir penjualan sebesar Rp 1,66 triliun. Pencapaian ini masih lebih besar dari yang ditargetkan sebesar Rp 1,5 triliun," ucapnya.

Sukuk SR-014 juga mudah dicairkan dan dapat diperjualbelikan di pasar sekunder. Sehingga, nasabah memiliki potensi mendapatkan capital gain apabila dijual pada harga di atas harga beli awal.

photo
Nasabah melakukan pembelian Sukuk Ritel SR-013 melalui gawainya, beberapa waktu lalu. Foto: darmawan / republika. - (REPUBLIKA)

SR-014 tetap menarik banyak peminat meski ditawarkan dengan kupon terendah sepanjang sejarah SBN ritel. Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan menetapkan, penjualan SR-014 menjangkau 35.626 orang di seluruh provinsi di Indonesia. Jumlah investor tersebut merupakan yang terbesar ketiga sepanjang penerbitan SBSN ritel setelah SR-008 dan SR-013.

Rata-rata pemesanan SR-014 adalah sebesar Rp 468,90 juta. Investor didominasi oleh Generasi Y atau milenial yang membeli SR-014 sebanyak 12.968 orang atau 36,40 persen dari total investor. Nominal pembelian generasi milenial sebesar Rp 3,10 triliun atau 18,56 persen dari total penjualan. Pembelian SR-014 oleh investor Generasi Z tercatat dilakukan oleh 331 orang atau 0,93 persen dari total investor.

Dari sisi profesi, investor wiraswasta mencatat nominal pembelian terbesar yaitu Rp 7,24 triliun atau 43,35 persen dari total penjualan. Sedangkan, investor pegawai swasta merupakan jumlah investor terbanyak yaitu 12.098 orang atau 33,96 persen dari total investor.

Jumlah investor baru SR-014 sebanyak 11.928 orang atau 33,48 persen dari total investor. Kelompok investor baru melakukan pembelian sebesar Rp 4,28 triliun atau 25,63 persen dari total penjualan.


×