Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono memimpin pembacaan ikrar kesetiaan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). | Prayogi/Republika.
16 Mar 2021, 03:00 WIB

Fraksi Demokrat Ikrar Setia AHY

AHY gencar melakukan safari politik ke sejumlah tokoh.

JAKARTA — Anggota Fraksi Partai Demokrat di DPR membacakan ikrar setiap kepada kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Senin (15/3). Pembacaan ikrar dipimpin langsung Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) di depan Gedung Kura-Kura, Kompleks Parlemen Senayan.

Ibas, yang juga adik AHY, menuturkan, ikrar ini sebagai bukti kesetiaan seluruh anggota legislastif dari Demokrat, kecuali Jhoni Allen Marbun. "Hari ini, kita bergerak tak kuasa menahan kuasa karena kita ingin mempertahankan kebenaran dan keadilan," kata Ibas, Senin (15/3).

Ibas menyebut ada banyak persoalan yang dihadapi Indonesia ke depan saat ini. Mulai dari dampak dari permasalahan dunia, persoalan Covid-19, serta bagaimana mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan makmur. “Tapi hari ini melihat situasi yang terjadi terhadap partai kita Partai Demokrat. Maka loyalty to my party begins yang kami ada di sini karena suara rakyat melalui proses demokrasi yang tentu diberikan ruang oleh Partai Demokrat yang sama-sama kita cintai,” ujarnya.

photo
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono memimpin pembacaan ikrar kesetiaan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3). Pembacaan ikrar kesetiaan yang diikuti oleh para anggota fraksi Partai Demokrat DPR tersebut menyatakan kesetiaan terhadap konstitusi Partai Demokrat yang menetapkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum hasil Kongres V Partai Demokrat tahun 2020.  (Prayogi/Republika.)

Tampak juga sejumlah elite Fraksi Partai Demokrat, seperti Hinca Panjaitan, Benny Kabur Harman, Herman Khaeron dan sejumlah anggota legislatif dari fraksi partai berlambang bintang mercy ini. Ada lima ikrar yang diucapkan anggota Fraksi Demokrat untuk AHY.

Terkait

Pertama, setia kepada dan akan membela tegaknya Pancasila, NKRI, dan UUD 1945. Kedua, setia kepada dan akan membela tegaknya Konstitusi, UU Partai Politik, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrat Hasil Kongres V Tahun 2020.

Ketiga, setia kepada kepengurusan DPP Partai Demokrat periode 2020-2025 pimpinan AHY. Keempat, senantiasa membela dan mempertahankan dengan sekuat tenaga dan sepenuh hati segala ajaran, doktrin, ideologi, manifesto politik, tradisi, dan platform Partai Demokrat. Terakhir, tetap bersatu, kompak, dan terus menjaga solidaritas sesama kader dan senantiasa memperjuangkan amanat penderitaan dan harapan rakyat.

Di sisi lain, di tengah konflik internal partainya, AHY gencar melakukan safari politik ke sejumlah tokoh. Pada Ahad (14/3) kemarin, AHY menyambangi mantan wakil presiden Jusuf Kalla di kediaman. Sebelumnya, putra sulung presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu juga menemui mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie pada Selasa (9/3) lalu.

photo
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono memimpin pembacaan ikrar kesetiaan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3). - (Prayogi/Republika.)

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno melihat langkah AHY menemui sejumlah tokoh ini untuk menunjukkan legitimasi Partai Demokrat di bawah kepemimpinannya. "Sejak KLB itu memang AHY sangat agresif menunjukkan kepada publik bahwa Demokrat kubu dirinyalah yang paling legitimate," kata Adi kepada Republika, Senin (15/3).

Adi menilai, safari politik ini penting agar bisa memberikan narasi positif kepada AHY. Termasuk perlu juga bagi AHY untuk menemui Presiden Joko Widodo dan ketua umum partai lain.

"Perlu juga sepertinya AHY mendapatkan support politik dari ketua-ketua umum partai lain, syukur bisa menghadap presiden, ini sebagai salah satu ikthtiar politik tentu saja bahwa AHY adalah kubu yang paling legitimate diakui saat ini," ujarnya.


×