Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal | Republika/Iman Firmansyah
09 Mar 2021, 10:48 WIB

Tiga Nasihat Kakek Hasan Abdullah Sahal

KH Hasan Abdullah Sahal menyampaikan nasihat tersebut dalam pelantikan Jiilut Tisiinat.

JAKARTA — Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal memberikan tiga nasihat kepada ratusan alumnus pesantren yang dikelolanya. Nasihat itu dia sampaikan dalam acara pelantikan pengurus Jilus Tis’inat atau kumpulan alumnus Gontor angkatan 90-an pada Ahad (7/3).  

Forum ini terdiri dari 11 angkatan mulai dari angkatan 1990 sampai dengan angkatan 1999 akhir. Dengan demikian, secara resmi Forum Jiilut Tis’iinaat dikukuhkan sebagai organisasi di bawah Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Pondok Modern (PP IKPM).

Kiai Hasan mengibaratkan dirinya seperti seorang kakek yang sedang bercerita dengan cucunya. Kakek itu senang bercerita, tapi akan lebih senang lagi kalau yang diajak cerita itu mau mendengarkan, mengerti, mau mengerti, cocok dan bisa mengimbangi. “Alumni Gontor generasi tahun 1990-an adalah orang yang bias mengimbangi cerita kakek ini,” kata putra pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor KH Ahmad Sahal ini.

Pertama, Gontor adalah “tarbiyah lil-hayah”, pendidikan untuk kehidupan. Inilah saatnya, kata Pak Kiai Hasan, anak-anak Gontor terus mengamalkan ajaran-ajaran Pondok di masyarakat.

Terkait

“Gontor telah memberikan anyaman, dan juga telah menganyam diri kalian. Gabungan dari anyaman Gontor dan anyaman diri kalian itulah yang mewujud dalam diri kalian sekarang ini, “ujarnya. 

“Anyamlah diri kalian untuk menjadi orang-orang yang bermanfaat, bukan hanya untuk diri kalian, tetapi untuk masyarakat,” tambahnya. 

Kedua, Gontor tidak hanya mengajarkan “ta’limul muta’allim”, bagaimana seorang santri menghargai ilmu dan gurunya, tetapi juga “ta’limul mu’allim”, bagaimana alumni Gontor mampu mentransfer nilai-nilai Gontor kepada masyarakat. Yakni untuk menjadi “mundzirul qaum”, penyeru, pengingat kebaikan dari masyarakat. 

“Ukurlah dirimu, sesuai kemampuanmu, sesuai kapasitasmu. ‘Halakamru’un man lam yandzur wajhahu fil mir’ah, halakamru’un man lam ya’rif qadrahu’. Celakalah orang-orang yang tidak tahu kapasitas dirinya sendiri,” jelas Kiai Hasan.

photo
Pengurus Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) Gontor mengenakan masker untuk mencegah Covid-19. - (Pondok Modern Darussalam Gontor)

Ketiga, alumni Gontor harus menjadi dirinya sendiri, dan percaya dengan kemampuanmu. “Jangan jadi orang yang rendah diri, dan jangan pula jadi orang yang GR (Gede Rumongso). Kalau kamu jadi orang yang GR (Gede Rumongso), maka kamu akan menjadi RG (Rai Gedek),” jelasnya.

Akbar Zainudin, Alumni Gontor angkatan 1991, yang dilantik sebagai Presiden Forum Jiilut Tis’iinat dalam sambutannya mengatakan bahwa forum ini adalah untuk memaksimalkan potensi dan sumber daya anggota secara maksimal. “Forum ini juga didirikan sebagai sarana silaturahim, networking, sharing, dan menyebarkan informasi dari Pondok Modern Gontor dan IKPM yang cabangnya tersebar di seluruh Indonesia,” ujarnya. 

Sebagai organisasi baru, menurut Akbar, program kerja yang ada di depan mata adalah menyusun AD/ART organisasi, membuat basis data anggota, dan berbagai program pemberdayaan untuk anggota. 

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Umum PP IKPM, KH Drs Ismail Budi Prasetiyo mengarahkan, Forum Jiilut Tis’iinaat ini lahir dari IKPM, semua anggotanya juga anggota IKPM, karena itulah AD/ART organisasi tidak boleh menyimpang dari AD/ART IKPM. Karena itulah, pengurus Forum Jiilut Tis’iinaat harus membaca AD/ART IKPM sebelum membentuk AD/ART organisasi. 

Ustadz Ismail juga berpesan agar terjalin koordinasi dengan IKPM setempat, baik di dalam maupun luar negeri pada saat mengadakan acara. “Forum Jiilut Tis’iinaat harus mampu menguatkan organisasi induknya, yaitu IKPM,” jelasnya. 


×