Wanita Palestina saat melaksanakan shalat pada bulan suci Ramadhan di sebelah gerbang Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, Israel, Senin (11/5/2020). Belum banyak orang yang menyadari propaganda Israel soal ilusi agama Ibrahim ini. | EPA-EFE/ATEF SAFADI
02 Mar 2021, 18:12 WIB

Membongkar Propaganda Israel Soal Ilusi Agama Ibrahim

Belum banyak orang yang menyadari propaganda Israel soal ilusi agama Ibrahim ini.

MUHAMMAD LILI NUR AULIASekretaris Institut Indonesia

Belum banyak orang yang menyadari propaganda Israel ini. Meski sebenarnya, sudah diterapkan bertahun-tahun silam. Perlahan tapi pasti, Israel  sudah mulai dan terus menerapkannya untuk merangkul lebih banyak lagi negara Arab dan Islam yang membuka normalisasi diplomatik, dalam status yang tak berubah, yaitu negara penjajah atas bangsa Palestina.

Propaganda ini bermuatan ideologis, dengan nama proyek Negara Kesatuan Ibrahim, yang menghimpun tiga agama: Yahudi, Kristen, dan Islam.

Beberapa waktu lalu, penjajah Israel sudah mempromosikan ide ini saat memunculkan nama Abraham Accords merujuk pada istilah perjanjian normalisasi antara Israel, Uni Emirat Arab, dan Bahrain. Abraham merupakan istilah dari tiga agama utama Ibrahim: Yahudi, Islam, dan Nasrani.

Terkait

Israel ingin membangun konsep peta Timur Tengah sejalan dengan peta Israel Raya. Padahal, perjanjian normalisasi dengan sikap menjajah negara lain, mengusir, mencaplok hak warga Palestina, mendirikan permukiman di atas tanah jajajahan, menangkap, menyiksa tahanan Palestina, hingga membunuh anak-anak, perempuan dan orang tua, jelas kejahatan yang tak bisa ditoleransi.

Israel menyadari bahwa penjajahan secara politik, ekonomi, bahkan militer tak cukup memperkuat eksistensi kedudukannya di tengah masyarakat Islam. Perlu strategi lain agar secara budaya dan keyakinan, Israel bisa diterima secara “baik-baik” oleh masyarakat dan bangsa Muslim, meski tetap sebagai penjajah.

 
Israel memunculkan sejumlah agitasi baru yang menampilkan nilai-nilai moral kemanusiaan, tapi hakikatnya sikap otoriter kolonial.
 
 

Dalam kerangka inilah, Israel memunculkan sejumlah agitasi baru yang menampilkan nilai-nilai moral kemanusiaan, tapi hakikatnya sikap otoriter kolonial.  Israel memproklamirkan secara luas, ide dengan slogan-slogan seperti perdamaian dunia, hidup berdampingan, promosi nilai-nilai kemanusiaan, budaya damai, termasuk memunculkan penafsiran baru terhadap nash-nash Alquran yang dianggap ancaman bagi Zionisme global.

Selain itu, di lapisan kehidupan beragama secara langsung, Israel juga memunculkan barisan tokoh, baik agama, hingga politisi dan diplomat untuk mengemban misi ini, dengan memarjinalkan referensi Islam. Caranya dengan memunculkan isu bahwa semua hal yang terkait dengan agama adalah keterbelakangan hingga menganggap bahwa orang yang menjalani agama Islam dengan baik memiliki kecenderungan teroris dan radikal karena tidak sesuai dengan proyek perubahan ideologi yang mereka inginkan.

Konferensi Ormas Islam Dunia tentang Agama Ibrahim

Sebuah konferensi ormas Islam dunia digelar pada 20 Februari 2021, khusus membahas agama Ibrahim yang menjadi propaganda Israel ini. Konferensi ini dihadiri berbagai utusan dari 19 negara, yang antara lain terwakili oleh, Al-Ittihad Al-‘Aalamy Li Ulama Al-Muslimin (Asosiasi Internasional Ulama Islam), Rabithah Ulama Al-Muslimin (Liga Ulama Islam), dan Rabithah Al-Maghrib Al-Araby (Liga Afrika Utara meliputi Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mauritania). 

Ada sepuluh item rekomendasi final yang disepakati tentang agama Ibrahim yang kini dieksploitasi secara politik.

Pertama, Alquran adalah kitab paling agung yang memuliakan Nabi Ibrahim alaihissalaam. Bahkan, di dalam Alquran terdapat surat yang dinamakan Ibrahim. Ada juga surat yang diambil dari nama keluarga Ibrahim dan anak-anak Ibrahim. Umat Islam diperintahkan untuk mengikuti petunjuknya dan petunjuk semua Nabi alaihimussalaam.

﴿ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۖ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ ۗ قُل لَّا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْعَالَمِينَ﴾ [الأنعام: 90]

“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Alquran)". Alquran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat.” (QS al-An’am : 90).

Karena itu, orang paling utama bagi Ibrahim adalah orang yang berislam dan beriman. Sebagaimana firman Allah:

﴿ إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَٰذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آمَنُوا ۗ وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ﴾ [آل عمران: 68]

“Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad) beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.” (QS Ali Imran: 68).

Kedua, ulama Islam mendorong sikap saling menghargai sesama manusia, hidup berdampingan berdasarkan kebebasan dan keadilan, menghargai agama-agama dan para Nabi, mendukung dialog kemanusiaan untuk membangun masyarakat. Bersama melawan semua hal yang menyimpang dari ajaran Islam, menghina para Nabi, dan ini yang diajarkan Islam kepada kaum Muslimin.

﴿ قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِّلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۚ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ﴾ [الأن عام: 161]

Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik." (QS al-An’am: 161).

Ketiga, landasan pemikiran bahwa agama Ibrahim merupakan gabungan antara akidah Islam dan kepercayaan lain adalah tidak benar. Sebab, Islam didasarkan pada tauhid dan mengesakan Allah dalam ibadah. Sementara, keyakinan selain Islam telah bercampur dengan kesyirikan dan paganism. Islam bertolak belakang dengan kesyirikan sehingga tidak mungkin dapat disatukan.

Dengan demikian maka anggapan bahwa agama Ibrahim menghimpun keyakinan Islam, Nasrani, dan Yahudi adalah klaim palsu dan bentuk keyakinan yang salah. 

﴿ مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِن كَانَ حَنِيفًا مُّسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ﴾ [آل عمران: 67]

“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.”  (QS Ali Imran: 67).

Keempat, berbagai langkah yang dilakukan demi mendukung "Abraham Accords" sebagai upaya normalisasi dan tunduk kepada agama baru yang mendukung normalisasi politik tidak dapat diterima, baik bentuk dan substansi, tertolak secara prinsip dan berbagai derivatnya.

Sebab, umat Islam tidak menerima normalisasi politik yang dilakukan Israel sejak akhir 1970-an. Dan sampai saat ini, umat Islam tetap konsisten menolak proyek normalisasi yang menunggangi agama dan menyimpang dari akidah yang benar.

Allah Ta’ala berfirman:

﴿ أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ﴾ [آل عمران: 83].

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah.” (QS Ali Imran: 83).

Kelima, sikap tunduk, menerima dan ikut menyerukan apa yang diinginkan orang-orang yang memusuhi agama dalam urusan agama yang diada-adakan, adalah melanggar akidah Islam sebagai akidah terakhir dan penghapus semua syariat sebelumnya. Orang-orang yang terlibat dalam kekufuran terang-terangan seperti ini takkan pernah berhasil.

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تُطِيعُوا فَرِيقًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّوكُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ﴾ [آل عمران: 100]

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.” (QS Ali Imran: 100).

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ فَتَنقَلِبُوا خَاسِرِينَ﴾ [آل عمران: 149]

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.” (QS Ali Imran: 149).

Keenam, umat Islam harus menyadari bahwa ide perdamaian itu telah dilenyapkan oleh orang Yahudi Israel sendiri. Pada 28 Juni 2020, Perdana Menteri Israel menyatakan dalam sebuah konferensi yang dilakukan oleh Christians United for Israel bahwa Shafqatul Qarn (Deal of The Century) telah mengajukan apa yang disebut “Solusi Dua Negara”.

Menteri Luar Negeri AS mengatakan di hadapan Kongres pada Januari 2020: "Solusi terbaik untuk menyelesaikan konflik adalah hidup berdampingan secara damai, di mana kedua belah pihak menghapus semua perbedaan.” Tentu, perkataan itu mengarah pada akidah Islam.

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman:

﴿ وَدَّ كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّن بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِّنْ عِندِ أَنفُسِهِم مِّن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ﴾ [البقرة: 109]

“Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.”  (QS al-Baqarah: 109).

Ketujuh, para ulama memberi peringatan kepada semua penguasa Muslim agar tidak menanggapi seruan tentang agama Ibrahim ini, yang dijajakan musuh terhadap akidah rakyatnya, untuk merusak kepercayaan yang telah diberikan rakyat kepada penguasa.

Di samping itu, seruan agama Ibrahim dengan klaim menyatukan Islam, Nasrani, dan Yahudi ini dapat menyulut api perselisihan di antara sesama umat Islam hingga melemahkan umat, di samping justru semakin mengokohkan penjajahan musuh.

Sebagaimana difirmankan Allah Subhaanahu wa ta’ala:

﴿ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَىٰ إِلَى الْإِسْلَامِ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (7) يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ (8) هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ (9)﴾ [الصف: 7 - 9].

"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim. (7) Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya. (8) Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci." (9) ( QS ash-Shaff: 7-9).

Kedelapan, para pemangku jabatan kementerian pendidikan dan informasi di dunia Arab dan Islam harus melarang dan menghentikan upaya mendistorsi kurikulum pengajaran Islam. Sajikanlah materi itu melalui Alquran dan Sunnah, menekankan dasar-dasar keyakinan dan syariah, dan membentengi materi pengajaran dari berbagai hal yang menyimpang, syubhat pemikiran dan akidah.

Generasi umat ini adalah amanah yang diberikan ke atas pundak kalian. Kelak kalian akan dimintakan pertanggungjawabannya di hari kiamat.

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ﴾ [الأنفال: 27]

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.“ (QS al-Anfal: 27).

Kesembilan, konferensi ini mengajak para ulama, mahasiswa, dai, dan pakar umat Islam untuk melakukan kewajiban terhadap agama, menghadapi fitnah untuk pindah agama, mendidik umat tentang bahaya yang akan terjadi, membuat artikel, buku, mengadakan berbagai seminar, ceramah, dan khutbah yang menjelaskan akidah tauhid, dan menjelaskan apa yang bertentangan dengan akidah tauhid.

Mengingatkan umat terhadap bid’ah akidah yang menyesatkan ini. Tak ada alasan dan interpretasi apa pun yang bisa diajukan untuk menerima kebathilan ini.

﴿ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ﴾ [البقرة: 191]

“… dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan.” (QS al-Baqarah: 191).

﴿ وَقُلِ الْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَن شَاءَ فَلْيُؤْمِن وَمَن شَاءَ فَلْيَكْفُرْ﴾ [الكهف: 29]

“Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir." (QS al-Kahfi: 29).

Kesepuluh, para ulama yang berpartisipasi dalam konferensi ini menyerukan pembentukan sebuah lembaga asosiasi yang mengikat Kerja sama dengan berbagai lembaga ilmiah, untuk mengeluarkan penjelasan dan kajian tentang beragam syubuhat (informasi samar) dan beragam serangan yang disusupkan ke dalam akidah umat Islam.

 
Rekomendasi yang dibuat dan ditandatangani pada 7 Rajab 1442 H, bertepatan dengan 21 Februari 2021 M ini, memberi keterangan tegas tentang bahaya kemunculan agama Ibrahim sebagai agama baru yang menjadi propaganda Israel secara keyakinan.
 
 

Memelihara hal-hal yang konstan dan prinsip dalam agama Islam, termasuk menggelar konferensi secara komprehensif, yang diadakan di bulan Rajab setiap tahun Hijriah.

Rekomendasi yang dibuat dan ditandatangani pada 7 Rajab 1442 H, bertepatan dengan 21 Februari 2021 M ini, memberi keterangan tegas tentang bahaya kemunculan agama Ibrahim sebagai agama baru yang menjadi propaganda Israel secara keyakinan.

Hal ini harus diantisipasi oleh seluruh umat Islam. Sebab jelas propaganda ini tak hanya gencar dilakukan di negara-negara Arab, melainkan di berbagai negara kaum Muslimin dunia.

Penulis: Muhammad Lili Nur Aulia, SAg ME


×