Ilustrasi perencanaan keuangan | Pixabay
28 Feb 2021, 20:29 WIB

Menelisik Hikmah Pandemi pada Perencanaan Keuangan

Masyararakat makin menaruh perhatian besar pada kesehatan dan kesejahteraan finansial. 

Setahun sejak wabah Covid-19 dimulai, banyak perubahan yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat. Salah satunya, bagaimana masyarakat kini mengelola kesehatan diri dan keuangannya. 

Termasuk dalam mendapatkan perlindungan asuransi dan merencanakan masa pensiun sebagai bagian dari persiapan menghadapi dampak jangka panjang pandemi. Hal ini terungkap dalam survei terbaru dari “Manulife Asia Care Survey”. 

Survei ini menyoroti isu-isu utama bagi nasabah serta prioritas dan aspirasi hidup mereka dan menjaring sekitar 4.000 responden di seluruh Asia. Di antara seluruh responden, terdapat 519 responden dari Indonesia. “Di Indonesia, kami melihat minat yang tinggi terhadap perlindungan kesehatan dan perencanaan pensiun selama pandemi. Kami memahami di tengah situasi yang menantang ini, masyarakat ingin dapat lebih mengendalikan kondisi kesehatan serta kemapanan finansialnya,” ujar Ryan Charland selaku Presiden Direktur Manulife Indonesia.

Selain itu, di tingkat kawasan, sekitar 95 persen responden, mengungkapkan amat mencemaskan dampak Covid-19 dan telah melakukan langkah proaktif untuk meningkatkan kualitas kesehatannya. Terutama, dengan berolah raga secara teratur dan memperbaiki pola makan. 

Terkait

Manulife Asia Care Survey edisi ini dilaksanakan secara daring melalui kuesioner yang diisi mandiri oleh responden di delapan pasar, yaitu Cina, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Vietnam. 

Menurut Ryan, berbekal pengalaman, Manulife pun kini menyediakan rangkaian solusi komprehensif meliputi MiUltimate Health Care untuk perlindungan kesehatan, Mission dan Mission Syariah2 untuk perlindungan kesehatan, jiwa maupun investasi untuk mendukung kebutuhan para nasabah. 

Perencanaan Pensiun Kian Penting

photo
Ilustrasi perencanaan keuangan - (Pixabay)

Merencanakan keuangan yang kini dirasa kian penting, ternyata mencakup juga merencanakan dana pensiun. Sebanyak 88 persen responden Indonesia menyatakan, sejak Covid-19 terjadi, perencanaan masa pensiun kini dipandang semakin penting. 

Angka ini sangat tinggi dan berada jauh di atas rata-rata Asia yang berada pada tingkat 73 persen. Minat yang tinggi ini mencerminkan kekhawatiran yang dirasakan 40 persen responden terhadap kemungkinan menurunnya kesejahteraan akibat Covid-19. 

Produk baru dan sarana digital di bidang keuangan pun kini makin digemari. Di Indonesia, sebanyak 72 persen responden menyatakan ingin membeli polis baru dalam enam bulan ke depan.

Perlindungan dari penyakit kritis, perlindungan kesehatan secara umum, dan asuransi untuk pendidikan anak adalah beberapa hal yang diutamakan dalam rencana investasi nasabah. “Preferensi nasabah terhadap layanan digital dan pendampingan oleh tenaga pemasar yang cukup seimbang menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menyukai kenyamanan dari perangkat digital, tetapi juga tetap mementingkan interaksi manusia,” ungkap Ryan. 

Menurutnya, banyak nasabah yang masih aktif berkomunikasi dengan tenaga pemasar mereka. Jadi, meskipun tren digital akan bertahan dalam jangka panjang, kehadiran para tenaga pemasar tetap sangat berharga. 

 

 

Di Indonesia, 98 persen menyatakan mereka telah mengambil langkah untuk mengelola kesehatan dan keuangan di tengah situasi Covid.

Manulife Asia Care Survey 

 

 


×