Petugas medis Israel menyuntikkan vaksin Covid-19 dari Pfizer-BioNTech COVID-19 kepada warga Palestina di pos pemeriksaan Qalandia di Ramallah, Tepi Barat, Selasa (23/2). | AP/Oded Balilty
25 Feb 2021, 03:05 WIB

WHO: Kematian Turun 20 Persen

WHO melaporkan, jumlah kasus baru Covid-19 terus menurun dalam enam pekan berturut-turut

JENEWA -- Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (23/2) melaporkan, jumlah kasus baru Covid-19 terus menurun dalam enam pekan berturut-turut. Sedangkan jumlah kematian global pekan lalu dilaporkan turun 20 persen dibanding pekan sebelumnya.

Keterangan tertulis yang diunggah laman resmi WHO menyebutkan, ada penurunan kasus baru global hingga 11 persen pada pekan lalu, dibanding pekan sebelumnya. Data ini dikumpulkan pada 21 Februari lalu dan dilaporkan Selasa.

Empat dari enam kawasan WHO melaporkan ada penurunan kasus baru. Namun, dua kawasan lain yaitu Asia Tenggara dan Mediterania Timur menunjukkan kenaikan dua persen dan tujuh persen kasus baru. 

Saat berita ini ditulis, data John Hopkins menunjukkan jumlah kasus global melampaui 112,22  juta kasus. Sedangkan angka kematian tercatat lebih dari 2,48 juta.

Terkait

photo
Data penularan Covid-19 di sejumlah negara termasuk Indonesia. - (https://coronavirus.jhu.edu/)

Mulai vaksinasi

Banyak negara di Asia Pasifik yang memulai vaksinasi Covid-19 pekan ini. Korea Selatan (Korsel) misalnya, mulai mengirimkan vaksin untuk pertama kalinya ke daerah-daerah. Vaksin dengan formula AstraZeneca dan University of Oxford itu diproduksi secara lokal di Andong.

Korsel berencana memulai vaksinasi pada Jumat (26/2). Secara terpisah, sekitar 55 ribu dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya yang bertugas menangani pasien Covid-19 akan mulai menerima vaksin pada Sabtu (27/2). Mereka akan mendapatkan vaksin produksi Pfizer dan BioNTech.

Di antara negara maju, Korsel memang termasuk negara yang belakangan yang memulai vaksinasi. Korsel bertekad akan memvaksin lebih dari 70 persen populasinya hingga November mendatang. Namun, hidup tanpa masker tampaknya masih mustahil dilakukan tahun ini.

"Kami khawatir bahwa orang akan menurunkan kewaspadaannya saat vaksinasi dimulai, sehingga memicu kembali gelombang besar virus," kata Jeong Eun-kyeong, direktur Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel.

Thailand dilaporkan menerima 200 ribu dosis vaksin Covid-19 yang dikembangkan perusahaan Cina, Sinovac Biotech. Gelombang pertama pasokan vaksin virus korona ini akan digunakan dalam beberapa hari ke depan. Sebagian besar vaksin diperuntukan bagi petugas medis yang berjuang di garis depan pandemi Covid-19.

"Terima kasih pada Republik Rakyat Cina yang mengirimkan vaksin bulan ini dan bulan-bulan ke berikutnya," kata Prayuth di bawah terpal yang didirikan di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Rabu.

Pesawat Thai Airways menurunkan kontainer-kontainer pendingin yang berisi dosis vaksin. Pada awal pekan ini Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul mengatakan 117 ribu dosis vaksin AstraZeneca juga akan tiba Rabu ini. Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-ocha diperkirakan akan menjadi salah satu orang pertama yang menerima vaksin.

PM Malaysia Muhyiddin Yassin menerima vaksin Covid-19 dosis pertama, dalam peluncuran program vaksinasi, Rabu. Ia mendapatkan vaksin produksi Pfizer dan BioNTech.

photo
Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha (ketiga dari kiri) menunjuk kontainer berisi 200 ribu dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac yang tiba di Bandara Suvarnabhumi, Samut Prakan province, Thailand, Rabu (24/2). - (EPA-EFE/RUNGROJ YONGRIT)

"Tidak terasa apapun. Semuanya selesai tanpa saya sadar, nyaris seperti injeksi biasa. Jangan cemas, datanglah kapan saja," katanya dalam pesan yang disampaikan secara langsung di televisi.

Malaysia bertekad memvaksinasi 80 persen dari 32 juta populasinya. Negeri jiran ini sudah meneken kontrak pembelian vaksin dengan Pfizer dan AstroZeneca.

Sementara Cina melaporkan akan ada dua vaksin baru yang akan diluncurkan. Satu vaksin berasal dari perusahaan milik negara, Sinopharm dan satu lain diproduksi swasta yaitu CanSino. Dua kandidat vaksin itu sudah diajukan kepada pihak regulator untuk mendapatkan izin. 

Sumber : Reuters


×