Suporter Intermilan | Republika/Edwin Dwi Putranto
16 Feb 2021, 19:06 WIB

Menapak Puncak, Inter Kembali Diadang Milan

Level permainan personel Inter Christian Eriksen dan Ivan Perisic yang berubah menjadi lebih taktis.

MILAN -- Inter Milan tak menyia-nyiakan peluang untuk menduduki puncak klasemen dengan mengalahkan Lazio 3-1 pada pekan ke-22 Seri A Liga Italia, di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (15/2) dini hari WIB. Inter memanfaatkan kekalahan AC Milan dari Spezia sehari sebelumnya. 

Inter kini unggul satu poin dari Milan yang turun ke urutan kedua. Nerazzurri memang terus menempel ketat Milan yang cukup lama duduk di puncak klasemen. Inter hanya menunggu seteru abadinya tergelincir, kemudian memanfaatkannya dengan meraih kemenangan. Momen itu pun telah tiba.

Posisi tersebut pasti belum aman. Potensi posisi Inter direbut kembali oleh Milan cukup terbuka pada laga derbi Milan, akhir pekan nanti. Rossoneri jelas sangat bertekad kembali merebut posisi puncak dalam laga yang diprediksi akan sangat ketat.

Pelatih Inter Antonio Conte memuji mental pemainnya saat melawan Lazio. Secara khusus, ia memuji bagaimana level permainan Christian Eriksen dan Ivan Perisic yang berubah menjadi lebih taktis. 

Terkait

"Ini adalah tujuan yang sudah lama kami kejar untuk mencapai puncak klasemen. Kami mencapainya hari ini setelah pertandingan melawan tim yang sangat kuat,” kata Conte dilansir dari Football Italia.

Namun, Conte tak ingin pemainnya menganggap posisi puncak klasemen yang direbut dari Milan merupakan sebuah akhir dari segalanya. Justru sebaliknya, menurut Conte, ini baru langkah awal. Ia pun sadar saat laga berikutnya melawan Milan bisa jadi posisi timnya kembali lepas.

Conte menekankan kepada pemainnya agar fokus bagaimana tampil lebih baik dalam setiap pertandingan. Dan, yang terdekat adalah melawan pasukan asuhan Stefano Pioli. Ia yakin melawan Milan akan menjadi pertandingan menarik karena kedua tim sama-sama memiliki ambisi kuat menguasai klasemen.

Dua striker Inter, Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez, memborong tiga gol timnya. Lukaku mencetak dua gol untuk membawa Inter unggul 2-0 pada babak pertama. Pemain internasional Belgia tersebut membuka golnya lewat titik putih pada menit ke-22 dan menggandakannya pada menit ke-45.

Lazio merespons pada babak kedua dengan memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Sergej Milinkovic-Savic mencetak gol pada menit ke-61. Namun, Inter kembali mencetak gol tiga menit berselang melalui Lautaro Martinez.

Lautaro Martinez senang dengan timnya yang akhirnya menduduki puncak klasemen. Menurut dia, perjuangannya tak sia-sia untuk menaiki tangga puncak klasemen. Namun, ia tak ingin berpuas diri karena laga berikutnya sangat berat, yaitu derbi Milan. Ia akan mengikuti saran dari Conte yang meminta agar menganggap pencapaian ini sebagai permulaan saja. 

Musim ini Inter memang bisa lebih fokus mengejar scudetto Seri A. Pasalnya, fokus skuad Nerazzurri tak lagi terbelah setelah tersingkir dari pentas Liga Champions dan Coppa Italia. Sementara, rival-rivalnya, seperti Juventus, Lazio, dan Atalanta, fokusnya terpecah ke Liga Champions.

Adapun AC Milan juga masih berlaga di Liga Europa. Karena itu, situasi tersebut semestinya menjadi kesempatan Inter untuk memenangkan //scudetto// pertama kalinya sejak musim 2009/2010. 


×