Pekerja membuat kue keranjang di industri kue keranjang rumahan "Nyonya Seneng" Tukangan, DI Yogyakarta, Selasa (21/1/2020). Kue keranjang yang diproduksi untuk memenuhi pesanan menjelang Imlek. | ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc.
14 Feb 2021, 10:01 WIB

Sajian Khas Sesuai Tradisi Saat Imlek

Kian banyak sajian di rumah saat perayaan Imlek memperlihatkan terpandangnya tuan rumah.

 

Dalam perayaan Imlek, ada sebuah sajian yang wajib dihidangkan. Sajian ikan bandeng tergolong satu menu yang wajib hadir untuk dinikmati bersama dengan keluarga saat momentum tahun baru Cina.

Menurut pakar kuliner William Wongso, ikan adalah satu jenis bahan makanan yang wajib ada dalam acara makan besar satu keluarga saat Imlek. "Makan malam Imlek sekeluarga itu harus ada ikan dan harus utuh," ungkap William kepada Republika, pekan lalu.

William mengatakan, dalam tradisi, sebenarnya tak perlu melulu ikan bandeng sebagai bahan utamanya. Artinya, segala jenis ikan bisa menjadi sajian makan besar saat malam tahun baru berlangsung.

Terkait

Ketentuannya adalah ikan yang digunakan adalah yang berdaging putih, sebab biasanya dagingnya lunak dan teksturnya bagus saat diolah. Jika ikan berdaging merah, seperti tongkol, daging hasil olah annya terlalu keras. Untuk pengolahannya, kata William, ikan biasanya dikukus dan tak boleh dipotong-potong.

 
Ketentuannya adalah ikan yang digunakan adalah yang berdaging putih, sebab biasanya dagingnya lunak dan teksturnya bagus saat diolah.
 
 

Ikan termasuk salah satu dari 12 sajian yang wajib ada dalam perayaan Imlek. Menurut William, semakin banyak sajian yang ada di rumah saat perayaan Imlek, makin terpandang pula tuan rumah yang menyajikannya.

Dosen Program Studi Cina Universitas Indonesia Albert Roring mengatakan, ada alasan mengapa ikan menjadi sajian istimewa saat perayaan Imlek. Ikan bila diterjemahkan ke dalam bahasa mandarin berarti yu.

Di bahasa Mandarin banyak yang homofon dengan kata-katanya memiliki kesamaan bunyi. "Ikan dalam bahasa Mandarin adalah yu, menjadi identik dengan yu yang berarti kelimpahan atau berlimpah-limpah," ungkap Roring di tempat terpisah.

photo
Pedagang menjual ikan Bandeng di Pasar Petak Sembilan, Jakarta, Sabtu (6/2/2021). Salah satu bahan makanan yang biasa disajikan saat perayaan Imlek tersebut dijual Rp 40 ribu per kilogram. - (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Yu, kata Roring, bisa melambangkan rezeki yang berlimpah dan makanan yang berlimpah. Menurutnya, dalam karakter tersebut pun memiliki unsur makanan. Ini pula yang menjelaskan mengapa banyak rumah, perkantoran, atau toko menggunakan unsur akuarium diisi ikan atau lukisan ikan di interiornya.

"Itu semacam doa supaya rumah, kantor, atau usaha tokonya laku, atau restorannya semakin banyak pengunjung," tutur dia.

Orang Jawa menyebut, ikan adalah lauk atau iwak. Dia berpendapat, lauk bisa maknanya terkait dengan perut atau kesejahteraan yang menandakan kita tidak kelaparan.

Mengapa ikan bandeng jadi pilihan umum? Menurutnya, ikan bandeng dipopulerkan orang yang tinggal di pesisir laut. Di sana, ikan itu mudah didapat dan dagingnya banyak. Itu sebabnya, bandeng jadi perlambang rezeki yang berlimpah.

photo
Warga membeli ikan Bandeng di Pasar Petak Sembilan, Jakarta, Sabtu (6/2/2021). Salah satu bahan makanan yang biasa disajikan saat perayaan Imlek. - (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Meski begitu, dia juga mengakui bahwa sajian ikan tak melulu jenis bandeng, melainkan ikan mas atau ikan-ikan lain yang besar. Warga di pegunungan bisa memasak ikan air tawar untuk sajian wajib saat Imlek, asalkan bentuknya besar dan dimasak apa saja dengan bentuk utuh.

"Saya pikir kalau ikan utuh juga akan melambangkan rezeki yang utuh, yang artinya juga bagus, tidak dipotong-potong rezeki," ungkap Roring.

Selain ikan, kata dia, jenis makanan yang wajib ada adalah kue bulan atau kue keranjang mirip dodol yang lengket di mulut. Dengan bahasa Mandarin, kue itu memiliki arti Nian Gao yang berbunyi mirip dengan kata sifat 'semakin bagus'. Jadi, rasa manis dan lengket itu bermakna bahwa mulutnya tertutup saat menghadap Pencipta. "Yang diucapkan yang manis-manis atau yang baik-baik saja."

Lalu, ada buah jeruk yang memang selalu melimpah menjelang Imlek. Jerung berarti 'Chi ze' mirip dengan bunyi 'Chi zhang' yang berarti nasib baik.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pemprov DKI Jakarta (dkijakarta)

Lezatnya Pindang Bandeng

 

Ikan bandeng sering menjadi hidangan saat perayaan Imlek. Koki yang juga seorang influencer Peggy Louisa pun turut menyajikan ikan bandeng di saat Imlek. Dikutip dari video miliknya di saluran Youtube, Peggy berbagi resep pindang ikan bandeng yang spesial dihidangkan di rumahnya.

"Biasanya kalau hari Imlek, bagusnya itu memang memasak ikan bandeng, sebagai perlambang rezeki," tutur Peggy dalam saluran tersebut.

Dia mengatakan, ada alasan yang membuatnya memilih ikan bandeng, yaitu lambang rezeki. Diolahnya adalah dengan dipindang.

Beberapa bahan yang diperlukan untuk masakan ini adalah ikan bandeng yang telah dipresto, lima sendok makan (sdm) kecap manis, dua cabai merah bakar, dan satu jempol asam jawa bakar. Lalu, satu jari kunyit bakar, 10 siung bawang merah bakar, setengah sendok teh (sdt) garam, satu siung bawang putih bakar, tomat, daun salam, dan air secukupnya.

Peggy mengatakan, ikan yang digunakannya adalah yang difillet agar tidak ada durinya. Namun, jika memang ingin dimasak utuh, ikan sebaiknya dipresto dahulu agar durinya lunak. "Jadi, durinya bisa dimakan. Karena, ikan bandeng memiliki duri yang sangat banyak," ungkap pemilik akun Instagram @peggy.lousia itu.

"Cara membuatnya, masukkan bandeng ke dalam panci, dilanjutkan semua bahan lainnya, kecuali tomat. Tambahkan air perlahan-lahan dan rebus semua. Airnya kurang lebih 50 mililiter," tutur Peggy.

Biarkan beberapa menit dan tambahkan lagi air sampai bumbu meresap dan daging ikan mengeras. Tambahkan lagi air dan tutup panci. Biarkan masakan mendidih selama 15 menit dengan api kecil. Kemudian, tambahkan garam dan bumbu lainnya sampai rasanya cukup, lalu diangkat, dan sajikan dengan potongan tomat segar.

Peggy pun menyarankan untuk menyantapnya bersama dengan kerupuk emping sebagai sajian pendamping, selain nasi putih hangat. Jika kita penyuka rasa pedas, bisa saja kita tambahkan cabai rawit yang dipotong kecil-kecil atau tumbukan cabai rawit ke dalam pindang bandeng.


×