Aneka warna vibrant pada beragam fashion dapat menggugah semangat agar bangkit dari pandemi. | SVH
07 Feb 2021, 08:03 WIB

Angkat Semangat Modis dengan Bahan Organik

Aneka warna vibrant digunakan untuk dapat menggugah semangat agar bangkit dari pandemi.

 

Tahun 2020 menjadi tahun cukup berat bagi sebagian orang karena pandemi Covid-19. Meski begitu, optimisme tetap perlu dimiliki setiap orang untuk menjalani tahun 2021. Karena itu, dengan optimisme, bagaimanapun kondisinya, inspirasi bisa muncul dan menghasilkan karya-karya yang dapat bermanfaat bagi banyak orang.

Inspirasi dari kondisi pandemi Covid-19 pun muncul dalam koleksi-koleksi fashion. Contohnya pada label mode lokal, SVH, yang memperkenalkan koleksi Spring/Summer 2021 bertajuk "A Different Direction". Tajuk ini diarahkan untuk mendorong manusia tetap semangat menghadapi situasi tak menentu. Begitu juga industri fashion yang dianggap perlu kembali becermin agar lebih ramah lingkungan.

SVH Creative Director Bambang Wahyudi Praja atau akrab disapa Bengki mengatakan, koleksi tercipta dengan ide dinamika hidup dan warna-warni karakter manusia di dunia, termasuk dari pandemi. Koleksinya mendukung ekspresi diri dengan material ramah lingkungan. "Kami becermin sebagai industri fashion bagaimana menghadapi pandemi. Salah satunya menggunakan material ramah lingkungan," kata Bengki dalam konferensi pers secara virtual, bulan lalu.

Terkait

photo
Aneka warna vibrant pada beragam fashion dapat menggugah semangat agar bangkit dari pandemi. - (SVH)

Koleksi SVH terinspirasi dari koneksi manusia dan lingkungannya. Bengki mengatakan, dari 30 koleksi SVH kali ini hendak menunjukkan bahwa fashion dapat mendukung setiap kepribadian dan aktivitas. Karena itu, koleksi SVH Spring/Summer 2021 Different Direction memiliki aneka warna vibrant untuk menggugah semangat agar bangkit dari pandemi.

Bengki percaya potensi industri mode Indonesia sangat besar. Karenanya, SVH berkolaborasi dan melibatkan banyak pelaku industri kreatif. Koleksi SVH mengandalkan keunggulan material organik, baik dari bahan baju maupun motif serta pewarnaannya.

Bahan ini didesain dan diproduksi Zalmon Fabric yang bersertifikat ISO International dan K3L. Founder dari Zalmon Fabric Tommy Surya Teja menjelaskan, setiap helai materialnya diproses dengan teknologi Breathe Easy sehingga kainnya berpori lebih besar dan dapat melepaskan kelembapan secara efektif. Hawa panas pun lebih cepat menguap. "Lebih mengikuti bentuk tubuh, lebih bersih dibandingkan poliester, dan menghambat bakteri," kata Tommy.

Kain katun spandek dan kanvas pun digunakan dengan 100 persen organik. Keunggulannya adalah minimnya pertumbuhan bakteri pada permukaan kain serta 200 kali lebih bersih dibandingkan bahan poliester. Pewarnanya ramah lingkungan yang aman bagi kulit dan sudah tersertifikasi oleh Oeko-Tex Standard 100.

Menurut Tommy, industri fashion sudah sepatutnya beralih pada mode yang berkelanjutan. Pola pikir harus diubah bahwa lebih baik memilih kain berkualitas bagus dan tahan lama serta memperhatikan limbah produksi yang seminimal mungkin. "Harus terbuat serat alami karena akan terurai di alam. Tinta juga berbahan dasar air dan ramah ling kungan dan aman bagi kulit sensitif," katanya menambahkan.

photo
Aneka warna vibrant pada beragam fashion dapat menggugah semangat agar bangkit dari pandemi. - (SVH)

Lebih Bersahabat dengan Bumi

Saat ini keberlanjutan lingkungan semakin menjadi perhatian. Itu sebabnya, industri fashion pun ikut menciptakan desain dari bahan yang ramah lingkungan. Cara ini merupakan bagian dari upaya membuat bumi menjadi tempat yang lebih baik.

Ramah lingkungan juga menjadi perhatian inventor jeans, Levi's. Mereka terus mencari cara menggunakan bahan, proses, dan daur ulang yang ramah lingkungan serta berkelanjutan, seperti yang diakui Country Manager PT Levi Strauss Indonesia Sameer Koul.

Menurutnya, Levi's terus berinovasi dan bertanggung jawab terhadap jejak sosial dan lingkungan dari produk-produk dan operasi bisnisnya. "Kami bertanggung jawab di mana kami ada dan bekerja, dan terus berinovasi untuk mewujudkan praktik dan kebijakan-kebijakan terbaik," kata Koul.

Tanggung jawab itu sudah dijalankan sejak 10 tahun lalu dan berlanjut dengan melalui empat pilar. Pertama, Levi's meningkatkan penggunaan bahan pakaian inovatif dan lebih bersahabat dengan bumi. Dia mencontohkan, Levi's menggunakan katun hemp (cottonized hemp) yang terbuat dari tanaman hemp.

Tanaman ini tidak membutuhkan banyak air dan pestisida untuk tumbuh dibanding tanaman kapas. Dalam proses produksinya tidak membutuhkan banyak air, juga untuk pewarnaan. Dalam waktu yang lama, saat pakaian tidak lagi digunakan, bahan tersebut lebih mudah didaur ulang.

Pilar keduanya adalah inisiatif membantu para pekerja dan petani lewat budidaya kapas hemat air. Lalu, ketiga adalah menunjukkan kekuatan desain produk yang tahan lama dengan gaya yang melampaui masanya layaknya investasi jangka panjang.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Levi's Indonesia (levis_indonesia)

Selain itu, teknologi pengolahan bahan pakaian memenuhi standar kenyamanan konsumen dengan peregangan ekstra dan ruang gerak yang lebih leluasa serta nyaman.

Country Head Marketing PT Levi Strauss Indonesia Adhita Idris menjelaskan, inovasi untuk bahan yang ramah lingkungan sudah menjadi fokus Levi's agar tahan lama. Katun hemp yang dikembangkan khusus untuk Levi's menghasilkan benang halus yang mudah ditenun menjadi bahan untuk produk celana jeans Levi's Stay Loose dan jaket Levi's Loose Sleeve Trucker.

"Teknologi dan inovasi bahan yang terus dikembangkan Levi's telah menghasilkan produk atasan, bawahan, dan outwear yang tidak hanya nyaman, tapi juga memberikan rasa puas," kata dia.

Bahan pakaian yang mengandung katun hemp pada koleksi Levi's High Loose Stay Loose memberikan konsumen penampilan autentiknya untuk pria dan wanita.

Siluetnya longgar bergaya kontemporer masa kini dengan inspirasi kebangkitan era tahun 1970-an dan nuansa gaya tahun 2000-an. Sedangkan, celana jeans Levi's Stay Loose bernuansa gaya boldera tahun 1990-an.

Trainer and People Development PT Levi Strauss Indonesia Lala Sartika mengatakan, koleksi denim Levi's ini wujud dari penjagaan bumi. "Koleksi ini akan diikuti oleh rangkaian koleksi Levi's yang akan datang yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan penggunaan daur ulang," ujar Lala.


×