Pihak keluarga (APD kuning) dibantu petugas ambulans memakamkan jenazah positif Covid-19 di pemakaman khusus Covid-19 Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut, Kota Bandung, Rabu (27/1/2021). Di Alquran disebutkan, setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. | Edi Yusuf/Republika

Tuntunan

Sang Pencabut Nyawa

Setelah mencabut nyawa, malaikat mengantarkan nyawa tersebut ke hadirat Allah SWT.

Berita kematian terus terdengar tanpa henti. Bukan sekadar angka-angka, lingkungan sekitar pun menunjukkan dengan gamblang betapa intensitas tugas malaikat maut sedang sibuk-sibuknya saat ini.

Di masjid-masjid, para takmir mengumumkan berita kematian tanpa henti. Di jalan raya, kita mendengar ambulans kerap meraung. Kereta jenazah itu hilir mudik mengantar mayat-mayat berpeti ke tempat peristirahatan sementara.

Di dalam Alquran, salah satu surah yang mengabarkan bagaimana malaikat maut bertugas ada pada surah an-Nazi'at. Salah satu surah dalam Alquran di juz terakhir atau yang lebih akrab dikenal sebagai Juz 'Amma. Prof Dr Salman Harun dalam Secangkir Tafsir Juz Terakhir menjelaskan tentang makna ayat 1 sampai dengan 5 dari surah yang berarti 'Malaikat-Malaikat yang Mencabut' ini.

"Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras." Menurut Salman, setiap yang bernyawa pasti mati. Kematian itu dilalui lewat pencabutan nyawa oleh Malaikat Izrail.

Cara pencabutan nyawa beragam sesuai dengan amal manusia. Ada yang direnggut dengan paksa karena nyawa itu tidak mau berpisah dari tubuhnya. Pencabutan itu akan sangat sakit. Itulah prosesi pencabutan orang yang bergelimang dosa.

 
Cara pencabutan nyawa beragam sesuai dengan amal manusia.
 
 

Di dalam Kitab Roh, Imam Ibnu Qayyim al-Jauzi menukil hadis dari al-Bara' bin Azib. Rasulullah SAW berkata, "Jika hamba itu menuju akhirat dan terputus dari dunia maka para malaikat turun kepadanya dengan wajah menghitam. Malaikat itu membawa kain tenun yang kasar. Mereka duduk sejauh mata memandang. Malaikat pencabutnya datang hingga duduk di dekat kepalanya seraya berkata, 'Hai jiwa yang kotor, keluarlah kepada kemurkaan Allah dan kemarahan-Nya'."

Rohnya lantas berpencar-pencar di badannya. Malaikat itu pun mencabut rohnya sebagaimana dia mencabut besi tusuk dari kain wol yang basah. Jika malaikat pencabut nyawa sudah mengambil rohnya, malaikat lain tidak membiarkan roh itu ada di tangan malaikat pencabut nyawa sekejap mata pun hingga mereka meletakkannya di atas kain itu. Kain itu mengeluarkan bau busuk seperti bau bangkai di bumi.

Sebaliknya bagi mereka yang memenuhi kehidupannya dengan amal kebajikan, mereka akan mendapatkan penjemputan nyawa itu dengan kelembutan. "Demi (malaikat-malaikat) yang menarik dengan lembut."

Menurut Salman, kelembutan itu bahkan sampai pada taraf nyawa itu akan mengalir sendiri keluar dengan sukacita ketika diminta. Nyawa (roh) itu merasakan tubuhnya sudah merupakan penjara baginya. Dia sadar betul tempat sebenarnya baginya di akhirat ada di surga.

Dalam hadis yang bersumber dari riwayat yang sama, Nabi SAW bersabda, sesungguhnya jika hamba itu menuju ke akhirat dan terputus dari dunia maka para malaikat turun kepadanya. Seakan-akan wajah mereka matahari. Mereka duduk di hadapannya sepanjang mata memandang.

 
Nyawa (roh) itu merasakan tubuhnya sudah merupakan penjara baginya. Dia sadar betul tempat sebenarnya baginya di akhirat ada di surga.
 
 

Kemudian, malaikat pencabut nyawa datang hingga duduk di dekat kepalanya. Malaikat itu berkata, "Hai jiwa yang tenang, keluarlah kepada ampunan Allah dan keridhaan-Nya."

Maka, jiwa itu keluar seperti air yang mengalir. Malaikat itu pun mengambilnya. Para malaikat lain tidak membiarkannya ada di tangannya sekejap mata pun hingga mereka mengambilnya lalu meletakkannya di kafan. Jiwa itu keluar dengan bau yang harum, seharum embusan minyak kesturi di muka bumi.

"Demi malaikat-malaikat yang meluncur." Setelah mencabut nyawa, malaikat-malaikat itu meluncur dengan cepat untuk mengantarkan nyawa tersebut ke hadirat Allah SWT. Allah lalu membuat keputusan untuk menerima atau menolak nyawa tersebut. Nyawa orang yang jahat tidak diterima Allah. Dia memerintahkan agar roh itu dikembalikan ke jasadnya di alam kubur untuk menerima azab kubur.

Sementara itu, nyawa orang baik diterima-Nya dengan baik. Allah Ta'ala pun meminta agar roh itu dikembalikan ke jasadnya sampai menerima nikmat tidur dengan nyenyak sampai hari kiamat.

"Lalu melejit maju." Dalam melaksanakan tugasnya itu (mencabut nyawa, mengantarkannya ke hadirat Allah, dan mengembalikannya ke jasad di alam kubur), malaikat-malaikat terbang melejit dengan sekuat tenaga. Mereka bagai orang-orang yang berlomba.

"Lalu melaksanakan pekerjaan." Setiap tugas selalu dikerjakan oleh para malaikat itu dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. Mereka tak pernah bermalas-malasan atau melanggar perintah. Demikian Malaikat Maut mengemban tugas-tugas Ilahi dalam mengakhiri hidup manusia.

Wallahu a'lam.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat