Pemain Sampdoria Keita Balde (kiri) mencoba mempertahankan bola yang dibawanya dari upaya pemain Parma Juraj Kucka (kanan) merebut bola dalam sebuah pertandingan di Stadion Parma Italia pada 24 Januari 2021. | EPA-EFE/ELISABETTA BARACCHI
30 Jan 2021, 04:18 WIB

Lawan Juve, Sampdoria Berharap Keberuntungan

Sampdoria menyadari menghadapi tim besar seperti Juventus tak cukup bermodalkan penampilan terbaik.

GENOA -- Ujian berkelas menunggu Sampdoria pada lanjutan Liga Serie A musim 2020/21. Setelah meraih dua kemenangan beruntun, selanjutnya La Samp dipertemukan dengan Juventus.

Kali ini skuat polesan Claudio Ranieri menjadi tuan rumah. Tepatnya di Stadion Luigi Ferraris, Genoa, Ahad (31/1) dini hari WIB. Ranieri menyadari tingginya kualitas kubu lawan. Baik secara teknis maupun mentalitas. "Anda harus tampil sempurna, dan anda perlu memiliki sedikit keberuntungan," kata allenatore 69 tahun itu, dikutip dari Football Italia, Sabtu (30/1).

Ia menilai, saat berhadapan dengan tim besar, penampilan bagus saja, tidak cukup. Bahkan di situasi tertekan, klub seperti Juve bisa menunjukkan magisnya.

Pada pertemuan pertama di Turin, Il Doria tak berdaya. Fabio Quagliarella dan rekan-rekan dihajar tiga gol tanpa balas. Ranieri yakin pasukannya saat ini telah banyak berubah. Terutama dari sisi kebugaran.

Terkait

Kemudian La Samp memiliki beberapa jugador anyar. Perlahan tapi pasti, performa I Blucerchiati kian trengginas. "Saya yakin Sampdoria yang saat ini, masih bisa berkembang lagi," ujar Ranieri.

Lalu bagaimana dengan Juventus? Sang arsitek menyinggung kamar ganti kubu tamu yang berisikan pelatih dan sejumlah pemain baru. Ranieri menilai proses adaptasi semua pihak tersebut berjalan baik. Ia meyakini si Nyonya mampu terlibat dalam perburuan gelar Serie A musim ini.

"Jadi mereka kandidat peraih Scudetto," ujar sosok yang pernah melatih Juventus pada 2007 hingga 2009 itu.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh U.C. Sampdoria (sampdoria)

Pelatih Juventus, Andrea Pirlo bereaksi jelang duel Serie A antara timnya kontra Sampdoria. Laga tersebut berlangsung di Stadion Luigi Ferraris, markas La Samp, Ahad (31/1) dini hari WIB.

Fabio Quagliarella dan rekan-rekan baru saja meraih kemenangan dalam dua partai terakhir. Sinyal bahaya untuk si Nyonya Tua. Pirlo juga menunjukkan rasa hormat pada juru taktik Il Doria, Claudio Ranieri. Seseorang dengan pengalaman segudang di dunia kepelatihan.

"Ini akan menjadi pertandingan sulit, seperti yang selalu terjadi ketika menghadapi tim-tim yang dilatih Ranieri. Saya sangat menghormatinya," kata Pirlo, dalam konferensi pers, dikutip dari Football Italia, Sabtu (30/1).

Selanjutnya ia membahas kondisi kebugaran para pemainnya. Nyaris semua pemain utama Bianconeri telah kembali berlatih dalam kelompok. Hanya Paulo Dybala yang masih dalam pemulihan cedera lutut. Tim medis Juventus terus memantau perkembangan La Joya.

Untungnya Federico Chiesa dalam kondisi sehat. Sebelumnya, eks Fiorentina itu mengalami permasalahan di pergelangan kaki. "Besok dia akan tampil sejak awal," ujar Pirlo.

Ia memberikan bocoran tambahan starting xi Juve di Luigi Ferraris. Sang arsitek berencana menurunkan duet Alvaro Morata-Cristiano Ronaldo dari menit pertama.

Belakangan ada sedikit kontroversi terkait Ronaldo. CR7 dan kekasihnya, Georgina Rodriguez dinilai melanggar protokol kesehatan ketika berlibur hingga melintasi perbatasan wilayah Piemonte.

Pirlo enggan merespon hal tersebut terlalu jauh. Menurutnya eks Real Madrid itu siap dengan segala kemungkinan. "Dia mendapat hari libur. Dia bisa melakukan apa pun yang ingin dia inginkan. Dia bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan," ujar allenatore 41 tahun ini.

Terlepas dari persoalan Ronaldo, Juventus sedang bagus-bagusnya. Sepanjang 2021, pasukan hitam putih meraih tujuh kemenangan dalam delapan pertandingan di berbagai kompetisi.

Leonardo Bonucci dan rekan-rekan berada di posisi keempat klasemen sementara Serie A. Raksasa Turin juga menembus semifinal Coppa Italia.

Lima kemenangan

Dalam enam pertandingan terakhir di kompetisi Serie A Italia Juve sukses mengantongi lima kemenangan, dengan satu kekalahan terjadi pada laga melawan Inter Milan.

Itu menjadi kekalahan kedua Juve dalam 18 pertandingan yang telah dimainkan. Tim besutan Andrea Pirlo sementara berada di peringkat empat klasemen dengan perolehan angka 36 tertinggal tujuh poin dari sang pemimpin AC Milan.

Praktis dengan begitu tim asal Piedmont, Turin, Italia berhasrat mencuri tiga angka ketika berkunjung ke markas Sampdoria. Apalagi jika melihat modal meyakinkan yang dimiliki Juve dalam beberapa partai terakhir.

"Kami melewati (Coppa Italia) dengan sangat baik. Kini pertandingan penting menanti kami melawan (Inter Milan)," kata Pirlo pada Jumat (29/1).

 

 

Fokus kami saat ini ada pada pertandingan berikutnya melawan Sampdoria

 

ANDREA PIRLO, Pelatih Juventus
 

Juventus mengalami masa transisi di bawah kepemimpinan Andrea Pirlo. Sejak resmi menangani Bianconeri musim panas kemarin, Pirlo memiliki tugas untuk bisa melakukan regenerasi dalam skuad Nyonya Tua.

Hasilnya terbilang cukup bagus dengan peralihan pemain tua ke muda yang terkesan tidak begitu drastis, Pirlo sukses mempersembahkan titel Super Coppa Italia pertamanya bersama Juve.

Melawat ke markas il Samp jelas membuat Pirlo harus menurunkan susunan pemain terbaiknya. Sebab, kemenangan dapat memangkas perolehan angka Juve dengan deretan tim teratas klasemen.

Juventus boleh saja sedikit percaya diri menjelang duel ini. Setelah rentetan hasil positif pada awal tahun dan juga memiliki rekor head to head yang baik saat bertemu Sampdoria.

Akan tetapi, tim besutan Claudio Ranieri tak boleh dipandang sebelah mata. Sampdoria menunjukkan grafik meningkat dalam segi performa.

Fabio Quagliarella dan kawan-kawan mulai menemukan irama permainan yang diinginkan sang pelatih. Dalam lima pertandingan sebelum mereka berhasil mengantongi tiga kemenangan dengan dua kekalahan, satu kemenangan didapat dari lawan hebat Inter Milan.


×