Bruno Fernandes dari Manchester United mengudara saat ia menendang bola selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Manchester United dan Sheffield United di Old Trafford, Manchester, Inggris, Rabu, 27 Januari 2021. | AP/Tim Keeton/Pool EPA

Olahraga

Sheffield United, MU, dan Pucuk yang Selalu Berganti

Sheffield United dan MU menjadi penanda rotasi pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris begitu cepat. 

MANCHESTER -- Sejak 1973, atau 19 tahun sebelum format Liga Primer Inggris resmi diterapkan di kasta tertinggi sepak bola Inggris, Sheffield United tak pernah bisa meraih kemenangan di Stadion Old Trafford, markas Manchester United (MU). Namun, rekor minor yang bertahan selama 48 tahun itu akhirnya diakhiri the Blades pada paruh kedua Liga Primer Inggris musim ini. 

Tim asal Yorkshire itu membungkam Manchester United, 2-1, di Stadion Old Trafford pada pekan ke-20 Liga Primer, Kamis (28/1) dini hari WIB. Terlepas dari capaian apik the Blades tersebut, sorotan terbesar tertuju pada tim tuan rumah. United justru menelan kekalahan saat sedang membutuhkan tiga poin demi kembali ke puncak klasemen sementara. 

Tim besutan Ole Gunnar Solskjaer membuang peluang terbesar untuk bisa memimpin perburuan gelar juara Liga Primer musim ini. Ironisnya, Iblis Merah dibekap tim yang berada di dasar klasemen sementara. Bahkan, sebelum laga tersebut, the Blades sempat memecahkan rekor tim dengan raihan poin terendah di sepanjang sejarah Liga Primer dengan hanya mampu memetik lima poin dari 19 laga pada musim ini. 

Alhasil, United jauh lebih diunggulkan untuk bisa memetik poin penuh di laga kontra Sheffield. Terlebih, MU tengah berada dalam tren positif penampilan, dengan rekor tidak pernah kalah di 13 laga sebelumnya di pentas Liga Primer.

Namun, MU gagal memenuhi semua ekspektasi dan menegaskan status unggulan di laga tersebut. Tandukan Kean Bryan seusai memanfaatkan sepak pojok pada menit ke-23 membawa the Blades unggul terlebih dahulu. United sempat membalas via gol sundulan Harry Maguire pada pertengahan babak kedua. 

Kendati begitu, kejutan Sheffield belum berakhir. Sepakan Oliver Burke, yang sempat membentur kaki Axel Tuanzebe, kembali membawa the Blades unggul pada menit ke-74. Di sisa laga, United gagal menambah torehan gol untuk setidaknya memetik hasil imbang.

"Kami memang menguasai jalannya laga, tapi tak ada peluang yang benar-benar bersih. Gol mereka lahir dari kesalahan pengambilan keputusan di lini belakang. Sangat disesalkan, kami tak menampilkan level permainan seperti dalam sejumlah laga beberapa pekan terakhir. Tak ada ledakan-ledakan di depan kotak penalti, tak ada kreativitas, ataupun faktor X, yang selama ini kami miliki,'' ujar Solskjaer seperti dilansir BBC, Kamis (28/1). 

Menurut Solskjaer, United sudah harus melupakan kekalahan dari the Blades dan fokus di laga berikutnya. Terlebih, Iblis Merah bakal bertandang ke kandang Arsenal, Stadion Emirates, Sabtu (30/1) dini hari WIB. The Gunners merupakan tim terakhir yang membekuk United sebelum akhirnya MU melaju dengan torehan 13 laga tak pernah kalah. 

MU memang masih menyimpan asa setelah kegagalan mengambil alih posisi teratas klasemen. Kekalahan dari the Blades hanya membuat MU tertinggal satu poin dari Manchester City yang berada di puncak klasemen sementara dengan raihan 41 poin dari 19 laga. 

The Citizens memiliki keuntungan lain lantaran masih memiliki satu laga tunda, yaitu menghadapi Everton. Apabila bisa memetik poin penuh saat menghadapi Everton, City bakal kian kokoh di puncak klasemen sementara dan meninggalkan para pesaing terdekatnya dengan keunggulan empat poin. 

Kendati begitu, seperti diungkapkan Solskjaer, Liga Primer musim ini kerap diwarnai sejumlah kejutan. Persaingan perebutan posisi pucuk klasemen sementara pun begitu terbuka dan ketat. Selisih poin yang tak terlalu besar antara peringkat teratas dan posisi keenam pada pertengahan paruh pertama musim ini membuat rotasi pemimpin klasemen sementara begitu cepat terjadi. 

City menjadi tim kesembilan yang pernah menempati posisi teratas klasemen sementara. Berdasarkan catatan statistik Opta, ini merupakan rekor baru di sepanjang gelaran Liga Primer yang resmi bergulir sejak 1992 silam. Sementara itu, di sepanjang sejarah kasta tertinggi sepak bola Inggris, kondisi itu pernah terjadi pada musim 1986/1987.

Pada sepanjang September 2020 lalu, ada tiga tim yang pernah memuncaki klasemen sementara, yaitu Arsenal, Everton, dan Leicester City. Sementara itu, saat Liga Primer memasuki bulan Oktober hingga Desember, Liverpool, Southampton, Tottenham Hotspur, dan Chelsea pernah menduduki peringkat teratas klasemen sementara. 

Saat Liga Primer musim ini memasuki fase pergantian tahun, termasuk laga Boxing Day, giliran dua klub asal Manchester, MU dan City, yang sempat menjadi penguasa Liga Primer. Kini, City berada di garis terdepan dalam persaingan perebutan gelar. Seperti pada musim-musim sebelumnya, konsistensi raihan hasil akan menjadi faktor utama keberhasilan sebuah tim melangkah ke singgasana juara. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat