Ketua Project Management Office (PMO) Integrasi dan Peningkatan Nilai Tambah Bank Syariah BUMN Hery Gunardi memberikan paparan saat Webinar Sharia Economic Outlook Ekonomi Syariah Indonesia 2021 di Jakarta, Selasa (19/1). | Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
28 Jan 2021, 04:00 WIB

Merger Bank Syariah BUMN Dapat Restu OJK

Perubahan layanan dan operasional sebagai hasil proses integrasi akan diinformasikan secara bertahap.

JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan izin kepada tiga bank syariah anak usaha BUMN untuk bergabung. Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo menyampaikan izin tersebut tertuang dalam surat Pemberian Izin Penggabungan yang diterbitkan pada Rabu (27/1).

"Mengenai izin Bank Syariah Indonesia (BSI) pada Rabu, 27 Januari 2021, OJK sudah mengeluarkan surat dengan Nomor SR-3/PB.1/2021 perihal Pemberian Izin Penggabungan PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah ke dalam PT Bank BRI Syariah Tbk," katanya dalam keterangan resmi.

Izin tersebut sekaligus merestui izin perubahan nama menjadi Bank Syariah Indonesia sebagai bank hasil penggabungan. Anto menyampaikan, selanjutnya Bank Syariah Indonesia akan melakukan pengurusan perubahan anggaran dasar di Kemenkumham dan perubahan atau pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia.

Bank Syariah Indonesia akan resmi terlahir sebagai entitas baru hasil penggabungan pada 1 Februari 2021. Setelah itu bank akan melakukan proses integrasi seluruh sumber daya secara bertahap hingga 1 November 2021.

 

 

Insya Allah, persatuan ketiga bank ini akan membawa berkah, faedah, dan kemaslahatan bagi banyak orang.

 

ABDULLAH FIRMAN WIBOWO, Direktur Utama BNI Syariah
 

Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN serta Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Hery Gunardi menyambut positif persetujuan OJK. "Meski di tengah pandemi, seluruh pihak tetap bekerja, saling bahu-membahu, mendukung bersatunya tiga bank syariah dan melahirkan Bank Syariah Indonesia. Sejatinya kita semua ini bersatu untuk Indonesia," kata Hery.

Hery mengatakan, setelah efektif merger, manajemen BSI akan fokus memastikan proses integrasi layanan dan core banking dari ketiga bank. BSI akan memastikannya berjalan baik dan minim disrupsi demi peningkatan layanan kepada masyarakat dan nasabah.

Direktur Utama BRI Syariah Ngatari menyampaikan, sampai dengan proses administrasi badan hukum tersebut selesai dan merger dinyatakan efektif, layanan dan operasional di tiga bank tetap berjalan seperti biasa. "Seluruh nasabah tidak perlu khawatir, saat ini sampai merger efektif nanti, nasabah tetap dapat menikmati layanan dan operasional ketiga bank seperti biasa," katanya.

Perubahan-perubahan layanan dan operasional sebagai hasil proses integrasi akan diinformasikan secara bertahap sesuai dengan tahapan integrasi tersebut melalui berbagai kanal informasi. Ia juga menjamin seluruh dana nasabah tetap aman dan dijamin sesuai regulasi.

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo menyampaikan, setelah merger dan tuntasnya proses integrasi maka layanan keuangan syariah bagi masyarakat akan semakin beragam dan luas cakupannya. Tak hanya itu, BSI juga akan terus meningkatkan kualitas layanan.

Bank Syariah Indonesia akan memiliki layanan dan produk keuangan syariah yang bisa diakses serta memenuhi kebutuhan nasabah UMKM, korporasi, ritel, dan investor global. Bank akan memacu kualitas pelayanan sesuai standar internasional dengan rasa lokal.

"Insya Allah, persatuan ketiga bank ini akan membawa berkah, faedah, dan kemaslahatan bagi banyak orang," kata Firman.

Bank Syariah Indonesia akan melakukan kegiatan usaha di lebih dari 1.200 kantor cabang dan unit yang sebelumnya dimiliki BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, serta BNI Syariah. Berdasarkan performa keuangan per 30 Juni 2020, total aset bank hasil penggabungan nantinya mencapai Rp 214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp 20,4 triliun.


×