Pekerja memikul karung beras di Gudang Bulog Sub divre Ciamis, Sindangrasa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (30/9/2020). | ADENG BUSTOMI/ANTARA FOTO
26 Jan 2021, 07:22 WIB

Pemkab Lebak Jamin Stok Beras Aman Selama Pandemi Covid-19

Persediaan beras melimpah dan tidak menjadikan ancaman kerawanan pangan di tengah pandemi.

LEBAK — Pemerintah Kabupaten Lebak menjamin produksi beras surplus selama 14 bulan ke depan sehingga terpenuhi kebutuhan konsumsi pangan sampai awal 2022. "Produksi beras pada tahun 2020 sebanyak 330.640 ton," kata Pelaksana Data Statistik Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Supardi di Lebak, Senin.

Produksi beras hasil petani Kabupaten Lebak sebanyak 330.640 ton itu surplus selama 14 bulan ke depan, sehingga di tengah pandemi Covid-19 persedian pangan relatif aman dan mencukupinya. Petani kini telah melaksanakan gerakan percepatan tanam guna mengoptimalkan produksi dan produktivitas pangan sehubungan memasuki musim penghujan.

Dengan demikian, persediaan beras melimpah dan tidak menjadikan ancaman kerawanan pangan di tengah pandemi. "Kami terus mendorong agar petani mampu memberikan kontribusi pangan nasional," katanya menjelaskan.

Produksi beras hasil petani Kabupaten Lebak juga mampu memasok ke Pasar Tanah Tinggi, Kota Tangerang dan Pasar Induk Cipinang Jakarta Timur. Selain itu juga menyumbangkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk penanggulangan kebencanaan.Kebanyakan produksi beras itu dari hasil panen padi sawah dengan tiga kali musim tanam dengan memanfaatkan jaringan irigasi dan pompa untuk menyedot air permukaan.

Terkait

"Kami bekerja keras agar petani bisa melaksanakan indeks penanaman (IP) tiga kali musim tanam guna meningkatkan produksi pangan," katanya menjelaskan.

Berdasarkan data produksi beras sepanjang 2020 sebanyak 330. 640 ton,sedangkan kebutuhan konsumsi penduduk Kabupaten Lebak 1,3 juta/tahun rata-rata 143.724 ton, sehingga surplus 183.243 ton atau 14 bulan.Produksi beras tahun 2020 meningkat dibandingkan 2019 sebanyak 291.178 ton atau surplus 147.454 ton untuk 12,3 bulan.

"Kami mendorong petani terus meningkatkan produksi beras di tengah pandemi Covid-19 guna memenuhi ketersediaan pangan dan peningkatan ekonomi," katanya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by DISKOMINFO KABUPATEN LEBAK (diskominfolebak)

Pasokan di Jakarta

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Arief Prasetyo Adi menyebutkan volume stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) mencapai di atas 32.000 ton, yang berarti stok tersebut dinilai aman memenuhi konsumsi pangan masyarakat.

"Bahwa beras ini cukup. Jadi Pasar Induk Beras Cipinang sampai hari ini stoknya masih di level di atas 32.000 ton, artinya produksi beras lokal cukup," kata Arief dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi IV di Gedung DPR/MPR Senayan Jakarta, Senin.

Menurut Arief, dengan stok yang ada saat ini menandakan produksi beras lokal sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Dengan begitu, seharusnya tidak ada beras impor yang masuk.

Dalam menyiapkan pasokan beras, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan saat ini pihaknya sudah menyiapkan berbagai upaya, salah satunya mempercepat Musim Tanam (MT) 1 dan 2 pada Januari-Juni 2020 dengan stok mencapai 7,4 juta ton, di mana produksi yang ada mencapai 17 juta ton dengan kebutuhan konsumsi 15 juta ton.Kemudian pada musim tanam 2, ada sekitar 5,2 juta hektare lahan yang sudah ditanam dengan sejak Juli hingga Desember 2020. Produksi ini menghasilkan 25 juta ton gabah kering, sehingga jika dijumlah dengan sisa yang ada, maka akan terjadi over stok pada 2021 sekitar 7 juta ton.

"Ditambah untuk kesiapan pada 2021, kami sudah masuk dari Oktober 2020 hingga Maret 2021, akan ada 8 juta hektare dan hasilnya bisa mencapai 18,5 juta ton sampai Juni 2021. Berarti stok akhir kita pada 2021 mencapai 8-9 juta ton," kata Mentan.

Dalam RDP tersebut Mentan juga memaparkan capaian indikator pembangunan pertanian lainnya yaitu produksi komoditas utama sektor pertanian tahun 2020Berdasarkan data sementara Kerangka Sampling Area (KSA) BPS, capaian produksi padi 54,53 juta ton dan jagung 24,66 juta ton, sementara kedelai 297 ribu ton dan akan diupayakan produksinya meningkat pada tahun 2021.

Produksi bawang merah 1,70 juta ton, cabai besar dan cabai rawit masing-masing 1,20 juta ton dan 1,44 juta ton. Produksi gula tebu 2,13 juta ton, kakao dan kopi masing-masing 713 ribu ton dan 754 ribu ton, kelapa sawit 48,30 juta ton, dan karet 2,88 juta ton.

Sementara produksi daging sapi/kerbau 541 ribu ton dan produksi daging ayam buras 293 ribu ton, serta produksi daging ayam ras pedaging 3,27 juta ton.

Sumber : Antara


×