Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo (kedua kiri) berbincang dengan perangkat desa di Tempat Evakuasi Sementara Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (19/11/2020). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bant | ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
26 Jan 2021, 07:15 WIB

TNI Bantu Distribusi Bantuan Korban Banjir Paniai

Kemampuan TNI menembus daerah terpencil memudahkan distribusi bantuan.

PANIAI — Prajurit TNI Babinsa Koramil 1703-01/Enarotali Sertu La Yamin membantu penyaluran bantuan sembako dari Kementerian Sosial (Kemensos) kepada 255 kepala keluarga korban banjir bandang di balai Kampung Uwibutu, Kelurahan Madi, Kabupaten Paniai.

Pembagian Bansos ini diberikan di tiga titik, di antaranya 125 Paket Bansos dibagi di kantor Desa Uwibitu,100 paket bansos di Terminal Madi dan 30 paket sembako dibagi di asrama Polisi Kabupaten Paniai.

Sementara itu, Danramil 1703-01/Enarotali Mayor Cba (K) Marina Rumawak memberikan apresiasi peran nyata personel Babinsa di wilayah binaannya karena terus mendukung kelancaran penyaluran bantuan sembako dari pemerintah.

Danramil mengimbau warga selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem hujan yang masih berlangsung di wilayah Paniai."Segera laporkan kepada yang berwenang jika terjadi sesuatu yang mengancam keselamatan warga agar kami bisa koordinasi lebih lanjut kepada yang membidanginya,"imbuhnya.

Terkait

Kehadiran Babinsa bertujuan untuk membantu pemerintah daerah dalam hal penyaluran bantuan sembako tepat sasaran dinikmati masyarakat yang terkena dampak banjir bandang dan tanah longsor di Uwibutu Paniai Timur.

Polri ikut bantu

Satuan Brimob Polda Kalimantan Selatan mengalihkan fokusnya ke wilayah banjir di Kabupaten Barito Kuala (Batola) Kalimantan Selatan untuk membantu penanganan evakuasi dan distribusi bantuan. "Ada beberapa wilayah terdampak banjir yang masih terisolir di Batola, kini tim SAR Brimob kami terjunkan ke sana," kata Komandan Satuan Brimob Polda Kalsel Kombes Pol Ronny Suseno, Senin.

Jika sebelumnya personel Brimob dikerahkan untuk membantu penanggulangan banjir di Kabupaten Banjar yang menjadi salah satu wilayah paling parah diterjang banjir, namun seiring surutnya air maka kini lebih dikonsentrasikan di Batola. Desa Trantang di Kecamatan Mandastana saat ini masih terisolir lantaran akses masuk terendam, sehingga tidak bisa dilalui kendaran bermotor. Anggotanya pun menggunakan perahu karet dalam pendistribusian bantuan sembako ke warga terdampak banjir.

"Kami ingin dalam penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran, jadi sebelumnya anggota mencari informasi daerah mana saja yang belum atau baru sedikit terjangkau bantuan," bebernya.

Diketahui genangan banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Barito Kuala masih cukup tinggi meski terus mengalami penurunan dari hari ke hari seiring berkurangnya intensitas hujan. Ada enam kecamatan di wilayah Batola terdampak banjir parah seperti Jejangkit, Mandastana, Kuripan, Tabukan, Bakumpai dan Alalak sehingga pemda setempat menetapkan berstatus tanggap darurat banjir.

Mengembalikan fungsi sungai

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin M Isnaini menyatakan bencana banjir yang melanda ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan ini, mengingatkan perlunya memperbaiki fungsi sungai dan saluran air."Aliran-aliran sungai dan drainase memang harus diperbaiki betul, dampak banjir yang terjadi saat ini luar biasa," ujar Isnaenidi Gedung DPRDKota Banjarmasin, Senin.

Banjir yang melanda Kota Banjarmasin tidak pernah terbayangkan akan sebesar ini, hingga semua berpikir kondisi sungai dan drainase di kota berjuluk Seribu Sungai ini ada masalah serius. Sebab, kata dia, durasi musibah banjir yang cukup panjang bahkan hingga 12 hari ini belum usai genangan yang terjadi di sejumlah wilayah.

"Jadi masyarakat memang berharap besar pemerintah kota dapat menangani musibah ini secepatnya," kata Isnaini. Politikus Partai Gerindra ini mengatakan pemerintah kota harus menyelesaikan musibah banjir ini dengan baik, jika ada aliran sungai dan saluran air yang bermasalah.

Namun, tutur Isnaini, pemerintah kota mesti berlaku tegas terhadap bangunan yang menutup aliran sungai dan drainase. "Seperti normalisasi Sungai Veteran yang saat ini pemerintah kota lakukan, ada beberapa bangunan toko yang berada di atas sungai itu akhirnya dibongkar demi memperlancar aliran air di sana untuk menyurutkan banjir," papar Isnaini.

Dia pun berharap langkah tegas ini berlanjut untuk menormalisasi sungai lainnya, karena Banjarmasin memiliki ratusan sungai yang kondisinya terus menyempit karena bangunan."Termasuk juga bangunan yang menutup drainase, momentum inilah kita berbenah betul, hingga tidak terjadi lagi bencana ini di hari akan datang," ujar Isnaini.

Kota Banjarmasin mengalami musibah banjir terhitung pada 14 Januari lalu, tiga kecamatan yang terdampak parah, yakni, Banjarmasin Timur, Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Utara.Musibah banjir besar yang belum semuanya sudah surut ini menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, sebanyak 100 ribu jiwa warga terkena dampaknya.

 

Sumber : Antara


×