Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo (kedua kiri) berbincang dengan perangkat desa di Tempat Evakuasi Sementara Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (19/11). | ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
25 Jan 2021, 03:00 WIB

Doni Harap Masyarakat Hindari Makan Bersama

Doni meyakini terpapar virus Covid-19 saat makan bersama sehingga terpaksa melepas masker.

JAKARTA — Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengumumkan dirinya positif Covid-19 pada Sabtu (23/1). Ia meyakini terpapar virus korona saat makan bersama sehingga terpaksa melepas masker.

Dia menyerukan kepada masyarakat untuk sementara menghindari acara makan bersama guna mencegah penularan serupa. “Karena saat makan kita pasti lepas masker dan celah penularan terbuka. Sebaiknya saat makan, tidak ada orang lain di sekitar kita untuk mencegah tertular atau menulari. Untuk sementara, makan bisa sendiri atau terpisah dari orang lain,” kata Doni dalam keterangan pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ahad (24/1).

Sejak gempa melanda Sulawesi Barat pada Jumat (15/1), Doni telah berada di lokasi bencana pada sore harinya. Dia juga berkunjung ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang dilanda banjir bandang. Dia baru kembali ke Jakarta pada Jumat (22/1) sore.

photo
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Kepala BNPB Doni Monardo (kanan), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri) menyampaikan pengarahan usai bertemu para pengungsi di Stadion Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (19/1). - (SIGID KURNIAWAN/ANTARA FOTO)

Doni mengungkapkan, selama sepekan memimpin langsung penanganan bencana di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan, ada beberapa momen yang mengharuskannya melepas masker ketika bersama orang lain. “Jadi saya yakin pada saat melepas masker dan makan itulah saya tertular,” katanya.

Terkait

Dalam sebelas bulan terakhir sejak mulai menangani pandemi Covid-19, Doni selalu berusaha menghindari paparan virus dengan menuruti semua anjuran para pakar kesehatan. Namun, dari semua langkah pencegahan rupanya tetap ada celah sehingga terpapar virus korona.

“Covid-19 ini begitu dekat di sekitar kita. Selama ini saya berusaha sekuat tenaga patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan dan tetap bisa tertular. Dengan kejadian ini, saya meminta masyarakat agar jangan kendor dalam memakai masker, menjaga jarak, dan jauhi kerumunan serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” kata dia saat mengumumkan status positif pada Sabtu pagi.

Doni yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut kini tengah melakukan isolasi mandiri sambil terus memantau perkembangan penanganan Covid-19 dan penanganan bencana di berbagai daerah.

Epidemiolog Universitas Indonesia yang sekaligus Juru Bicara Nasional Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menduga aktivitas yang begitu padat dan melelahkan serta celah saat makan menjadi penyebab Covid-19 menginfeksi Doni Monardo. “Ini menjadi pelajaran berharga bahwa kedisiplinan selama sebelas bulan itu tetap ada celah seperti saat makan. Sebelumnya, ada juga penelitian yang menemukan bahwa para tenaga kesehatan yang tertular saat mereka istirahat untuk makan dan terpaksa membuka masker,” kata Wiku.

Selain itu, aktivitas yang padat dan melelahkan jadi faktor menurunnya imunitas seseorang sehingga menjadi lebih rentan terhadap penyakit. “Itulah mengapa, selain menjalankan protokol kesehatan dengan sangat ketat, kita juga harus menjaga imunitas dengan istirahat cukup, makan bergizi, serta rutin berolahraga,” kata dia.

photo
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) bersama Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo (kedua kanan) dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri (kedua kiri) saat meninjau lokasi bencana tanah longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Ahad (10/1). - (ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)

Belum Divaksin

Sementara itu, Egy Massadiah, tenaga ahli kepala BNPB mengatakan, Doni belum menjalani vasksinasi Covid-19. Rencananya, Doni dijadwalkan menjalani vaksinasi pada awal pekan depan.

“Ini untuk meluruskan informasi bahwa Pak Doni sudah menjalani vaksinasi pada 13 Januari 2021. Padahal, beliau akan divaksinasi pada pekan depan bersama para anggota Satgas Penanganan Covid-19 lainnya,” tutur Egy.

Ia menjelaskan, pada Jumat sore, Doni dan seluruh staf yang mendampinginya selama kunjungan kerja di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan menjalani tes PCR. Hasilnya, salah satu stafnya juga dinyatakan positif.


×