Presiden Joe Biden menyampaikan pidato tentang penanganan Covid-19 di Gedung Putih, Kamis (21/1) malam waktu setempat. | AP/Alex Brandon
23 Jan 2021, 03:00 WIB

Gedung Putih Berubah Drastis

Fauci mengatakan kelegaannya bekerja di bawah pemerintahan baru.

WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menerapkan aturan ketat di Gedung Putih di tengah pandemi Covid-19. Di bawah Biden, serangkaian perintah eksekutif presiden menunjukkan perang melawan Covid-19 jelas berada di bawah kendali pemimpin baru.

Di tengah harapan yang tinggi, Biden mengingatkan bahwa perubahan tidak akan terjadi dalam sekejap. "Kita akan menghadapi sejumlah kendala," ujar Biden.

"Masalah ini terjadi tidak dalam waktu semalam, maka akan perlu waktu berulan-bulan untuk memutar arah balik," katanya di Gedung Putih, Kamis (21/1) waktu AS.

Saat berita ini ditulis, data Johns Hopkins University menunjukkan lebih dari 97, 6 juta kasus global dan sekitar 2,1 juta kematian. AS menghadapi kasus terbanyak yaitu lebih dari 24,63 juta kasus dan lebih dari 410 ribu kematian.

Terkait

Biden mengakui, perkiraan menunjukkan angka kematian bisa mencapai 500 ribu dalam sebulan. Namun, dengan menghadapi ke arah kamera, Biden mengatakan, "Untuk bangsa yang sedang menanti aksi nyata, saya tegaskan saat ini: bantuan sedang dalam perjalanan."

Biden didampingi kepala penasihat medis kepresidenan, Dr Anthony Fauci. Pada era mantan presiden Donald Trump, Fauci menjadi anggota gugus tugas virus korona. Namun, Trump menyisihkannya setelah beberapa kali berbeda pendapat dengan Fauci.

"Sungguh tidak menyenangkan ada dalam situasi yang bertolak belakang dengan presiden," kata Fauci tanpa menyebut nama Trump. "Gagasan bahwa di sini bisa berbicara apa yang kita tahu, apa buktinya, dan apa landasan ilmunya, seperti --biarkan ilmu yang bicara-- ini sungguh melegakan."

photo
Dr Anthony Fauci dikerubungi wartawan setibanya di Gedung Putih, Kamis (21/1). - (AP/Alex Brandon)

Situasi Gedung Putih kali ini memang berbeda dengan era Trump. Pemerintahan Trump dikenal karena mengabaikan rekomendasi keselamatan. Ada anjuran untuk memakai masker, namunTrump menjelaskan kepada para stafnya bahwa dia tidak suka melihat tampilan orang-orang di sekitarnya bermasker.

Kini, Semua orang yang masuk Gedung Putih harus diperiksa suhu tubuhnya. Memakai masker menjadi kewajiban dan meja kerja pun kini berjarak.

Sebagian besar staf Gedung Putih bekerja dari rumah, berkoordinasi dengan rekan kerja melalui surel atau telepon. Ratusan anggota staf pemerintahan pun dilantik oleh Biden bersifat virtual pada Rabu (20/1).

Wuhan satu tahun

Sementara Cina bersiap memperingati satu tahun penguncian wilayah atau lockdown di Wuhan, Provinsi Hubei, yang berlangsung 76 hari. Peringatan satu tahun itu jatuh pada Sabtu (23/1). Infeksi Covid-19 ditemukan mereka pertama kali di Wuhan pada akhir 2019.

Untuk memperingati lockdown, Cina siap merilis film yang didukung pemerintah untuk menunjukan kesuksesan mengatasi Covid-19. Film dokumenter Days and Nights in Wuhan menampilkan kontribusi dari 30 pembuat film. Kantor berita Associated Press menyebutkan, film itu jelas menggemakan pernyataan Beijing.

Film ini menggambarkan penderitaan dan pengorbanan yang dilakukan oleh 11 juta warga, staf medis, dan pekerja garis depan di Wuhan. Lockdown akhirnya diperluas ke daerah sekitarnya di Provinsi Hubei, mengurung sekitar 56 juta orang di rumah.

"Kami ingin merekam perjalanan memerangi epidemi Covid-19 melalui film. Beberapa detail, termasuk perawatan yang intens, penantian yang cemas, perpisahan yang memilukan dan kelahiran kembali yang penuh harapan, mungkin menyentuh hati pemirsa," kata sutradara film tersebut, Cao Jinling, seperti dikutip CCTV.


×