Presiden Trump menyampaikan pidato perpisahan di Gedung Putih, Washington, DC, Selasa (19/1). | EPA-EFE/WHITE HOUSE
21 Jan 2021, 03:00 WIB

Trump: Ini Baru Awal

Trump tak menyebut nama Biden dalam video perpisahannya.

WASHINGTON -- Hari terakhir menjabat, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluncurkan rekaman video perpisahan, Selasa (19/1), waktu AS. Selain memuji keberhasilan dirinya memimpin AS, ia juga mengingatkan kepada para pendukungnya bahwa "ini baru permulaan".

"Pekan ini kita akan melantik pemerintahan baru dan berdoa demi keberhasilan untuk membuat Amerika aman dan sejahtera," ujar Trump. "Kami sampaikan harapan terbaik. Dan, kami juga ingin mereka beruntung--ini kata yang amat penting," ia melanjutkan.

Rekaman video itu berdurasi 20 menit dan diluncurkan Gedung Putih kurang dari 24 jam sebelum pelantikan Joe Biden sebagai presiden AS berikutnya.

Trump selama berbulan-bulan berupaya menyangkal kemenangan Biden. Sepanjang video ini, Trump tak menyebutkan nama Biden. Ia hanya berkali-kali menyebut "pemerintahan berikut".

Terkait

Kepada para pendukungnya, Trump menunjukkan bahwa ia tak akan tinggal diam. Dalam pesan yang ditujukan kepada mereka, Trump mengatakan, ia siap menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan baru pada Rabu siang.

"Saya ingin kalian tahu bahwa gerakan yang telah kita mulai hanyalah permulaan," ujar Trump menegaskan.

Pesan ini juga berisi klaim keberhasilan Trump. Ia menyebut sejumlah prestasinya, termasuk normalisasi sejumlah negara Timur Tengah dengan Israel, pengembangan vaksin virus korona, dan pembentukan Pasukan Luar Angkasa atau Space Force.

"Sebagai presiden, prioritas utama saya, keprihatinan saya, selalu tentang kepentingan terbaik bagi pekerja dan keluarga Amerika," katanya. "Saya tidak mencari jalan termudah, sejauh ini, malah jalan tersulit."

Dalam video ini, Trump juga mengecam kekerasan di gedung Capitol Hill yang terjadi 6 Januari lalu. Ia mengatakan, seluruh warga Amerika terkejut oleh serangan ke Capitol.

"Kekerasan politis adalah serangan terhadap segala hal yang kita rayakan sebagai warga Amerika. Aksi itu tidak akan pernah bisa diterima," kata Trump.

Trump juga mengucapkan terima kasih kepada keluarganya, kabinet, dan Wakil Presiden Mike Pence. Ia pernah mendesak Pence untuk menolak hasil pemilihan presiden dalam sidang pengukuhan kemenangan Biden di Kongres.

Trump dijadwalkan meninggalkan Gedung Putih pada Rabu pagi. Perpisahan digelar pangkalan militer, Joint Base Andrews. Ia kemudian terbang dengan Air Force One untuk terakhir kalinya menuju Florida.

Pence bahkan tidak dijadwalkan hadir dalam perpisahan Trump tersebut. Sebuah sumber yang dikutip Associated Press menyebutkan, Pence terkendala logistik dari tempat perpisahan Trump ke Washington untuk menghadiri pelantikan Biden.

Sementara, Trump memang tidak berniat menghadiri pelantikan Biden. Laman Aljazirah menyebutkan, ia adalah presiden pertama AS dalam 150 tahun yang tidak menghadiri pelantikan penerusnya.

Serangan para pendukung Trump ke Capitol Hill membuat dirinya dimakzulkan House of Representative. Pemakzulan itu bahkan mendapat dukungan dari 10 anggota House dari Partai Republik, tempat Trump bernaung.

Trump menjadi presiden AS pertama yang dimakzulkan dua kali. Kini, Trump menanti sidang dakwaan di Senat, meski telah lengser.

Beri pengampunan

Pada hari terakhir jabatannya, Trump memberikan ampunan hukuman atau pardon kepada lebih dari 100 orang. Di antara penerima ampunan itu adalah Steve Bannon, mantan penasihat Gedung Putih. Namun, Trump tidak memberikan ampunan itu kepada dirinya, anggota kelurganya, ataupun pengacara pribadinya, Rudy Guliani. 

Para staf Gedung Putih berpendapat, memberikan pardon kepada diri sendiri atau keluargnya mengindikasikan mereka bersalah dalam tindakan pidana.

Sumber : Reuters/Associated Press


×