Tangkapan layar flyer acara Discover Ibaraki Mosque yang digelar oleh Wakaf Salman ITB | Wakaf Salman ITB/Instagram

Khazanah

Dari Wakaf Salman untuk Masjid Ibaraki

Masjid Ibaraki menjadi pusat beribadah umat Islam di Osaka.

OLEH ARIE LUKIHARDIANTI

Islam merupakan agama minoritas di Jepang. Tak heran jika hanya terdapat beberapa masjid saja di Negeri Sakura itu. Salah satunya adalah Masjid Ibaraki di Kota Osaka.

Masjid Ibaraki berada di dekat kampus Osaka University yang menjadi pusat studi mahasiswa Muslim dari berbagai negara. Selama ini, Masjid Ibaraki menjadi pusat beribadah umat Islam di Osaka. Sayangnya, bangunan dan fasilitas di masjid ini kurang memadai.

Menurut tokoh agama Islam asal Jepang, Haji Kyochiro Sugimoto, terkadang masyarakat Muslim di sana terpaksa melaksanakan shalat hingga keluar masjid karena kapasitas yang tidak mencukupi.

Menurut dia, Masjid Ibaraki adalah bukti perjuangan panjang kaum Muslimin di Osaka. Selama 25 tahun pengumpulan dana, pada 2006 untuk pertama kalinya terbangun masjid di Perfektur Osaka yang diberi nama "Osaka Ibaraki Mosque".

Belum lama ini, pengelola Wakaf Salman ITB bersama Masjid Ibaraki menggelar acara Discover Ibaraki Mosque. Acara virtual ini dihadiri oleh Haji Kyochiro Sugimoto selaku president of Islamic Research Foundation International dan Dina Sudjana sebagai Ketua Harian Pusat Halal Centre Salman ITB. Acara ini dipandu oleh kreator konten sekaligus pelajar Indonesia yang tinggal di Jepang, Zhafira Aqyla.

Dalam sesi virtual tour, diperlihatkan kondisi terkini Masjid Ibaraki. Bangunan masjid berlantai dua itu merupakan bekas rumah keluarga Jepang. Lantai satu masjid tersebut digunakan untuk jamaah pria, sedangkan lantai dua untuk jamaah wanita.

"Kondisi masjid saat ini sudah tidak sanggup lagi untuk mengakomodasi jamaah yang kian bertambah," ujar Direktur Wakaf Salman ITB M Khirzan Nazar Noe'man dalam siaran persnya, Selasa (19/1).

Karena itu, menurut Khirzan, Wakaf Salman berencana membantu pembangunan dan perluasan lahan Masjid Ibaraki sebagai upaya menebarkan kebaikan terhadap sesama di penjuru dunia.

"Sejauh ini, dana yang terkumpul untuk pembangunan dan perluasan lahan Masjid Ibaraki telah terkumpul sejumlah Rp 92.257.712," katanya.

Menurut data statistik, jumlah umat Islam di Jepang saat ini sekitar 200 ribu orang. Angka ini masih kecil, sehingga Islam masih menjadi minoritas di Negeri Sakura. Namun, dibandingkan 50 tahun lampau, terjadi kenaikan hampir 25 kali lipat jumlah masyarakat Jepang yang memeluk Islam.

"Maka dari itu, mari bantu Masjid Ibaraki Osaka menjadi pusat peradaban Islam di Jepang, dengan menyalurkan donasi terbaik," kata Khirzan.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat