Warga mengevakuasi peralatan rumah tangga saat bencana tanah longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Ahad (10/1). | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
20 Jan 2021, 03:05 WIB

Warga Terdampak Longsor Bersedia Direlokasi

Tim SAR gabungan menemukan 40 korban longsor dalam keadaan meninggal.

BANDUNG—Pencarian korban longsor di Cimanggung. Kabupaten Sumedang, resmi dihentikan Senin malam (18/1). Tim SAR gabungan berhasil menemukan 40 korban dalam keadaan meninggal.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Dani Ramdan menuturkan, setelah selesai pencarian, tindak lanjut berikutnya adalah rencana relokasi permanen untuk warga terdampak. Dani mengaku, pihaknya dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang sedang mencari tempat relokasi di area yang dianggap lebih aman.

"Warga sudah bersedia direlokasi, tetapi untuk sementara saat ini diberi uang tunggu untuk menyewa rumah sambil menunggu proses penyediaan lahan dan pembangunan rumah selesai," ujar Dani kepada wartawan, Senin malam (18/1).

photo
Foto udara bencana tanah longsor di Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (12/1/2021).  - (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Ia menambahkan,  warga terdampak yang akan direlokasi sebanyak kurang lebih 353 unit rumah. Mereka adalah yang terdampak longsor dan daerahnya rawan terkena longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku sudah menugaskan seluruh kepada daerah di kawasan berpotensi bencana longsor untuk melakukan analisa. Hal ini dilakukan, untuk merelokasi masyarakat menuju zona yang lebih aman.

Terkait

"Kita sudah tugaskan seluruh kepala daerah untuk menganalisis zona rawan longsor dengan konsep memindahkan ke zona aman," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Ia menilai, memang tidak mudah mengupayakan relokasi kepada masyarakat di kawasan yang berpotensi terjadi bencana. Itu terbukti, saat upaya tersebut akan diupayakan Pemkab Sumedang yang menyiapkan relokasi pemukiman di Cimanggung ke lokasi yang lebih aman.

"Sudah tahu dia kena longsor tapi yang menolak direlokasi juga banyak ya, jadi inilah contoh edukasi yang tidak mudah bagaimana mengedukasi masyarakat agar hidup jangan menantang risiko yang sangat besar dari sisi kebencanaan," ujarnya.

Kendati demikian, Emil berharap rencana Presiden Joko Widodo yang akan datang ke lokasi longsor Sumedang pekan dapat terlaksana. "Ini mudah-mudahan bisa menjadi berita yang melegakan dan berita yang menggembirakan," katanya.

photo
Petugas gabungan bersama anjing pelacak melakukan pencarian korban yang tertimbun tanah longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Ahad (10/1/2021). - (ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)

Sementara, pencarian korban longsor resmi dihentikan pada Senin (18/1) malam setelah 40 korban yang diduga tertimbun berhasil ditemukan. “Seluruh korban berhasil ditemukan. Dan operasi pencarian saya nyatakan ditutup tadi malam,” kata Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah, kepada Republika, Selasa (19/1).

Menurut Deden, dua korban terakhir yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Identitas keduanya masih dilakukan idenfitikasi petugas Biddokes Polda Jabar di Puskesmas Cimanggung. ”Kedua korban ditemukan tadi malam sekitar 19.59 WIB dan hampir berbarengan,” ujar dia.

photo
Data banjir dan longsor per 19 Januari 2021 di Kecamatan Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat - (BNPB Indonesia)

Deden menambahkan, seluruh personel yang terlibat dalam upaya pencarian korban longsor telah kembali ke satuannya masing masing. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel tim gabungan yang terlibat dalam pencarian dan evakuasi korban.

Musibah tanah longsor melanda sebuah permukiman di Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Sabtu (9/1) sekitar pukul 17.00 WIB. Akibat longsor ini belasan rumah warga tertimbun tanah. Korban meninggal dunia dan berhasil ditemukan sebanyak 40 orang. 


×