Pengendara membayar infak menggukan mesin layanan zakat, infak dan sedekah (ZIS) drive thru yang terpasang di area Masjid Jami Al-I’thishom, Cilandak, Jakarta, Selasa (15/12). Kemenag mendorong agar dana ZIS didistribusikan ke masyarakat terdampak bencana | Republika/Thoudy Badai
19 Jan 2021, 07:33 WIB

Distribusi ZIS Didorong ke Lokasi Bencana

Kemenag mendorong agar dana ZIS didistribusikan ke masyarakat terdampak bencana.

JAKARTA -- Bencana alam seperti gempa bumi dan banjir melanda sejumlah wilayah Tanah Air. Terkait hal itu, Kementerian Agama (Kemenag) mendorong agar zakat, infak, dan sedekah (ZIS) didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin mengatakan, penyaluran ZIS untuk para korban bencana selaras dengan Keputusan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Nomor 64 Tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat. Dalam Bab II keputusan tersebut disebutkan, korban bencana alam dapat dikategorikan ke dalam golongan yang berhak menerima zakat.

"Dalam keputusan itu disebutkan termasuk dalam golongan fakir, antara lain, orang lanjut usia atau tidak bisa bekerja, anak yang belum baligh, orang yang sakit fisik atau mental, orang yang berjuang di jalan Allah tanpa menerima bayaran dan/atau korban bencana alam atau bencana sosial,” ujar Kamaruddin dalam keterangan yang didapat Republika, Senin (18/1).

Saat ini, beberapa wilayah di Indonesia dilanda banjir dan gempa bumi. Bencana banjir terjadi di Sumedang, Jawa Barat, dan beberapa kabupaten di Kalimantan Selatan. Sementara, gempa bumi melanda Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat. Selain menelan korban jiwa, bencana tersebut juga mengakibatkan banyak warga menderita luka-luka serta menimbulkan berbagai jenis kerugian fisik.

Terkait

‘’Oleh karenanya, zakat, infak, dan sedekah diharapkan menjadi solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat terdampak,’’ kata pria yang juga anggota Baznas mewakili unsur Kemenag ini.

Sejalan dengan harapan Kemenag tersebut, lembaga-lembaga amil zakat di Indonesia, seperti Baznas, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa (DD), dan Lazismu telah bergerak cepat menyalurkan bantuan ke lokasi-lokasi bencana.

Baznas, misalnya, telah membuka layanan kesehatan di tiga titik dan dapur umum di lokasi bencana di Sulawesi Barat.

"Kami selalu mengupayakan kinerja maksimal untuk proses pascabencana, termasuk pemulihan psikososial korban terdampak. Fokus Baznas akan tertuju pada evakuasi korban, kebutuhan makanan pengungsi, layanan kesehatan, sanitasi, dan segala kebutuhan pengungsi," ujar Direktur Utama Baznas, M Arifin Purwakananta.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf) DD, Bambang Suherman mengatakan, semenjak berdiri, DD terus konsisten memberikan bantuan kepada masyarakat yang tertimpa bencana. Saat ini, menurut dia, tim DD telah bergerak memberikan bantuan ke Sulawesi Barat.

Hal serupa juga dilakukan Lazismu dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). "Lazismu dan tim MDMC sudah berada di beberapa lokasi terdampak bencana. Lazismu juga sedang mengoptimalkan penggalangan dana di kalangan warga persyarikatan Muhammadiyah dan masyarakat umum dalam tiga Jumat ke depan," kata Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Hilman Latief.

Lazismu telah membangun beberapa posko kesehatan dan dapur darurat di Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, dan beberapa wilayah lain. Melalui program Friday for Humanity, Lazismu terus mengimbau agar dana infak Jumat di masjid-masjid dapat disalurkan untuk membantu penanggulangan bencana.

Upaya membantu para korban bencana juga dilakukan Rumah Zakat. Lembaga filantropi ini telah menerjunkan relawan ke berbagai titik bencana dan mengirim logistik, mendirikan pos segar, pos hangat, serta dapur umum.


×