Pedagang mie ayam melayani pembeli saat pandemi Covid-19 di kawasan pecinan Suryakencana, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/4/2020). | MUHAMMAD ADIMAJA/ANTARA FOTO
18 Jan 2021, 10:39 WIB

Jalan Suryakencana Kota Bogor Ditata

Pemkot Bogor menata sentra kuliner tersebut menggunakan dana PEN Rp 31 miliar.

BOGOR -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengucurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah pusat sebesar Rp 31 miliar untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Dana itu nantinya digunakan untuk penataan 10 koridor Jalan Suryakencana, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Kawasan ini dibangun pada masa kolonial Belanda. Kala itu jalan tersebut diberi nama Handelstraat. Di sanalah tempat masyarakat berniaga, sehingga dikenal sebagai pusat perekonomian Kota Bogor. Di sana juga terdapat tempat pecinan yang populer. Terdapat dua patung singa ornamen khas Etnis Tionghoa.

Kawasan Suryakenca atau lebih dikenal Surken memang kaya dengan sejarah dan telah melegenda di masyarakat. Ornamen, kelenteng, patung naga, hingga hunian sebagian besar telah berstatus dilindungi karena didirikan sejak sebelum Republik Indonesia (RI) merdeka.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Syarifah Sofiah mengatakan, pengerjaan 10 koridor tersebut dijadwalkan mulai April 2021. Dia menjelaskan, pembangunan terdiri atas tujuh koridor di sebelah kiri dan tiga koridor di sebelah kanan Suryakencana.

Terkait

"Saya ingin melihat desain dari Dinas PUPR untuk 10 koridor. Sehingga, begitu administrasi selesai, April mendatang sudah mulai pengerjaan," ujar Syarifah saat ditemui di Jalan Suryakencana, akhir pekan lalu.

Kepala Bidang Pembangunan Kebinamargaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Dadan Hamdani, mengatakan, dengan disetujuinya PEN, penataan kawasan Suryakencana yang sempat tertunda bisa dilanjutkan kembali. Dia menjelaskan, tujuh koridor yang ditata, mulai Jalan Roda 1 sampai 7, Jalan Pedati, Jalan Lawang Saketeng, dan Jalan Rangga Gading.

"Total pinjaman PEN Rp 31 miliar, Rp 30 miliar untuk fisik, dan Rp 1 miliar untuk pengawasan atau konsultan," ujar Dadan. Dia menjelaskan, pelaksanaan lelang konsultan bisa dilakukan pada akhir bulan ini. Adapun lelang fisik diadakan pada Maret mendatang. Sehingga, kegiatan penataan bisa langsung dimulai pada bulan berikutnya.

Menurut Dadan, sebagian ruas Jalan Pedati dan Jalan Lawang Saketeng diubah menjadi jalur pedestrian. Sementara itu, untuk Jalan Rangga Gading, semuanya diubah menjadi jalur pedestrian. Dia menyatakan, tujuh koridor di Gang Roda 1 sampai 7 nantinya dipasang ornamen dengan tema berbeda. Dia mencontohkan, koridor satu temanya The Beginning Chinese Gate dan koridor dua mengusung The Chinese Village.

"Koridor tiga temanya The Five Elements, koridor empat temanya The Paintings and The Wall, koridor lima temanya The Proverbs, kolidor enam temanya The Oriental Garden, dan koridor tujuh temanya The Suryakencana's History," kata Dadan.

Pihaknya memperkirakan, proses penataan kawasan Surkencana membutuhkan waktu tujuh sampai delapan bulan. Sehingga, pada November 2021, sambung dia, penataan arsitektur kawasan Pecinan tersebut sudah selesai. "Sebelum memulai pekerjaan kami berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM, Gas, PLN, dan Telkom terkait PKL dan utilitas," ucap Dadan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Zaenul Mutaqin mengatakan, Pemkot Bogor tidak masalah jika memanfaatkan dana PEN untuk penataan kawasan Suryakencana. Asalkan, pemkot bisa mempertanggungjawabkan penggunaan dana PEN tersebut untuk kepentingan masyarakat. “Memang untuk penataan kawasan Suryakencana, pemkot menyampaikan kepada kami anggaran tersebut," kata Zaenul.

Sebagai ketua komisi yang membidangi pembangunan, Zaenul mengaku, siap mengawasi proses pembangunan kawasan tersebut hingga selesai. Namun, pihaknya tidak tahu apakah dana pinjaman itu sudah turun atau belum. “Saya berharap lelang pekerjaan tersebut dilakukan di awal tahun, supaya tidak ada kendala nantinya, terutama dengan cuaca,” kata politikus PPP itu.

 

Gedung parkir

Pengamat tata kelola kota Universitas Pakuan Budi Arief menyebut, penataan Jalan Suryakencana memang mendesak dilakukan. Namun, dia mencatat, yang harus diperhatikan pemkot adalah menata parkir di kawasan sentra kuliner tersebut. Dia menyarankan agar dibuat gedung parkir khusus sebagai off street parking.

Dengan begitu, dia melanjutkan, pemkot bisa memaksimalkan pendapatan pengunjung. Dengan catatan, tarif parkir yang dikenakan tidak terlalu mahal sehingga bisa terjangkau berbagai kalangan. "Kalau prioritas lebih ke penataan parkir. Itu mungkin bisa mengembalikan pengembalian uang, secara tidak langsung ada pendapatan, tapi jangan mahal-mahal. Jadi visible-lah bisa balik modal dan orang nyaman,” jelas Budi.

Saat ini, menurut Arief, jalur pedestrian di kawasan Suryakencana kualitasnya sudah baik. Namun, kendaraan yang parkir di sisi jalan, bahkan kadang mencapai dua lapis menjadi sumber kemacetan di jalan tersebut. Hal itu jelas membuat pengunjung menjadi tidak nyaman kalau terjadi kemacetan. Selain itu, pengunjung juga kerap mengalami kesulitan untuk mencari tempat parkir, hendak berwisata kuliner ataupun para pesepeda yang memarkirkan kendaraannya.


×