Seorang dokter menyuntikan vaksin Covid-19 ke tenaga kesehatan di Jakarta, Jumat (15/1). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapatkan jatah 120.040 dosis vaksin Covid-19 pada tahap awal yang akan diberikan kepada sekitar 60.000 tenaga kesehatan. Republika/ | Republika/Putra M. Akbar
16 Jan 2021, 11:32 WIB

Anies: Dokter dan Pakar Paling Dipercaya Tangani Covid-19

Dokter berada di garda terdepan penanganan Covid-19

JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, Pemprov DKI Jakarta pernah melakukan survei terhadap 180 ribu responden mengenai siapa saja pihak-pihak yang dipercaya masyarakat terkait dengan informasi mengenai Covid-19. Anies mengungkapkan, berdasarkan hasil survei itu, dokter dan pakar kesehatan menjadi pihak yang paling dipercaya oleh masyarakat.

"Ditanya terkait dengan informasi Covid, siapa yang paling Anda percaya? Hasilnya, nomor satu adalah dokter dan pakar kesehatan, yang kedua adalah pejabat publik, yang ketiga adalah tokoh masyarakat," kata Anies dalam sambutannya pada pencanangan vaksinasi Covid-19 di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (15/1).

Oleh karena itu, kata dia, pada pencanangan vaksinasi Covid-19 tahap awal hari ini, ketiga unsur tersebut diundang untuk menjadi penerima vaksin pertama. Adapun 21 tokoh yang hadir dalam kegiatan itu di antaranya adalah perwakilan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dan Kapendam Jaya Letkol Arh Herwin Budi Saputra yang mewakili Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman.

"Bapak-ibu adalah yang pertama (divaksin) dan bapak-ibu yang nanti akan menjadi rujukan. Kita berharap ini ada akan mengirimkan pesan tentang salah satu ikhtiar untuk memutus mata rantai penularan Covid-19," ujar Anies.

Terkait

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Anies Baswedan (aniesbaswedan)

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, menyebut sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di Jakarta sudah mulai menerima vaksin Covid-19 pada Kamis (14/1). Dia mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi itu dilakukan di beberapa rumah sakit (RS) dan puskesmas.

"Contoh, sebagian puskesmas sudah mulai (lakukan vaksinasi), RSCM sudah mulai, RSUD Cengkareng sudah mulai, silakan. Kita berikan kebebasan sesuai aturan yang berlaku," kata Widyastuti.

Widyastuti mengatakan, vaksinasi Covid-19 itu dilakukan terhadap para tenaga kesehatan yang telah melakukan registrasi ulang. "Kami mengikuti aturan yang ada, nakes yang mendapatkan kesempatan untuk divaksin mendapatkan SMS plus pemberitahuan. Kemudian, teman-teman nakes akan melakukan registrasi ulang melalui aplikasi peduli," ujar dia.

Prioritas

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok telah resmi menjalankan program vaksinasi virus korona (Covid-19) pada Kamis (14/1). Vaksin Sinovac itu diprioritaskan kepada warga yang berusia 18 hingga 59 tahun.

Kepala Dinkes Kota Depok, Novarita, menjelaskan alasan kelompok usia nol hingga 17 tahun dan lanjut usia (lansia) tidak masuk dalam daftar prioritas vaksinasi. "Penggunaan vaksin Sinovac itu kan mengacu pada hasil uji klinis. Uji klinisnya sementara baru dilakukan kepada kelompok usia 18-59 tahun," kata Novarita, Jumat (15/1)

Menurut Novarita, usia 18-59 tahun mendapatkan prioritas karena mereka adalah rentang kelompok usia yang paling banyak terpapar Covid-19. "Kelompok usia tersebutlah yang paling banyak terpapar (Covid-19). Makanya diprioritaskan,” ujar dia. Dia menambahkan, pemberian vaksin untuk anak usia 0-17 tahun dan lansia masih memerlukan kajian mendalam para ahli meski usia tersebut juga termasuk dalam kelompok yang rentan penularan.


×