Ketua DPR Nancy Pelosi menampilkan dokumen pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump di Capitol Hill, di Washington, Rabu (13/1). DPR Amerika Serikat memutuskan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump, atas tudingan memicu penerobosan Gedung Capitol pekan | AP
15 Jan 2021, 03:00 WIB

Trump Dimakzulkan

Sidang di Senat mungkin dilakukan setelah Trump lengser. 

WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi dimakzulkan House of Representative, Rabu (13/1). Ia menjadi presiden pertama dalam sejarah AS yang dimakzulkan dua kali saat menjabat. Pemakzulan pertama Trump terjadi pada 2019.

Pemakzulan Trump diloloskan dengan suara 232 setuju dan 197 menolak. Di antara suara setuju, 10 suara datang dari partai Trump sendiri, Partai Republik. 

House meloloskan satu-satunya pasal pemakzulan, yaitu mendakwa Trump menghasut pembangkangan terhadap pihak berwenang. Pemakzulan ini setara dengan dakwaan dalam perkara pidana. Hasutan itu berujung pada penyerbuan para pendukung Trump ke Capitol Hill, tempat parlemen AS berkantor, 6 Januari lalu. 

Berikutnya, pasal pemakzulan akan diteruskan ke Senat yang bertugas menggelar sidang. Namun, melihat proses di Senat, kecil kemungkinan untuk berujung pada pencopotan Trump dari jabatan sebelum pelantikan presiden terpilih AS, Joe Biden, pada 20 Januari. 

Terkait

Ketua Senat mayoritas dari Partai Republik, Mitch McConnell, mengatakan, sidang tidak mungkin rampung sebelum pelantikan Biden. Ungkapan ini mengisyaratkan, sidang Senat akan berlangsung sengit pada hari-hari awal Biden berkuasa.

Padahal, kondisi itu hal yang ingin dihindari Biden yang hendak mengejar agenda perbaikan ekonomi, vaksinasi Covid-19, dan konfirmasi pos-pos kabinet yang tidak mungkin ditunda-tunda. "Semoga kepemimpinan di Senat bisa menemukan jalan keluar untuk memenuhi tanggung jawab konstitusi tentang pemakzulan, sekaligus menunaikan urusan lain yang mendesak bagi bangsa kita," ujar Biden, Rabu (13/1) malam waktu AS. 

Tiga pemakzulan sebelumnya terjadi terhadap presiden AS, yaitu Andrew Johnson, Bill Clinton, dan Trump, berlangsung berbulan-bulan. Sidang itu meliputi investigasi di House dan serangkaian sidang dengar. Namun, proses pemakzulan Trump yang kedua kali ini hanya memakan waktu sepekan sejak kerusuhan 6 Januari. 

McConnell mencatat, proses sidang di Senat dalam tiga pemakzulan itu memakan waktu 83 hari, 37 hari, dan 21 hari. Ia mengatakan, sidang pemakzulan Trump di Senat paling awal dilakukan Selasa (19/1) atau sehari sebelum pelantikan Biden. Pada 19 Januari, itu juga menjadi hari terakhir ia menjadi ketua mayoritas di Senat. 

photo
Presiden AS Donald Trump menuruni tangga sebelum berpidato di tembok perbatasan AS-Meksiko, Alamo, Texas, Selasa (12/1/2021). (Delcia Lopez/The Monitor via AP) - (Delcia Lopez/The Monitor via AP)

Di balik layar, sumber yang dikutip Associated Press mengatakan, McConnel mengaku telah cukup urusannya dengan Trump. Istrinya, Elaine Chao, mengundurkan diri dari kursi menteri perhubungan setelah kerusuhan di Capitol Hill terjadi. 

Namun, di ranah publik, keputusan McConnell masih belum ditunjukkan. Sejauh ini belum ada anggota Senat dari Partai Republik yang berkomitmen mendukung pencopotan kekuasaan Trump. 

Pencopotan kekuasaan Trump di Senat memerlukan dukungan dua pertiga suara Senat. Saat ini, suara Demokrat dan Republik seimbang, ditambah dua kursi independen. Maka, Demokrat membutuhkan sedikitnya 17 suara Partai Republik. 

Kini, sidang pemakzulan mungkin digelar setelah Trump tak berkuasa lagi. Namun, Senat bisa saja mencegah sang presiden ke-45 ini untuk ikut pemilihan presiden lagi dengan menggelar sidang terpisah. Dalam sidang tersebut, hanya membutuhkan dukungan suara mayoritas sederhana.

Sewa pengacara

Trump diperkirakan menyewa seorang profesor hukum untuk membelanya dalam sidang Senat. Sang profesor adalah John Eastman. Pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani, diperkirakan akan memimpin tim pembela Trump. 

Eastman adalah sosok yang ikut mengeklaim ada kecurangan pemilihan presiden pada 3 November lalu. Namun, ia juga tidak mengonfirmasi apakah ia bersedia menjadi pengacara Trump. Ia hanya mengatakan, itu bagian dari kerahasiaan antara pengacara dan klien. 

"Jika presiden AS meminta saya untuk membantu beliau, tentu akan saya pertimbangkan," kata Eastman.  Sejauh ini, Giuliani maupun Gedung Putih belum mengonfirmasi tentang tim pengacara Trump ini.

Sumber : Reuters/Associated Press


×