Kepala Bareskrim Polri (tengah) Komjen Listyo Sigit Prabowo menunjukkan buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra (kedua kiri)di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (30/7). | NOVA WAHYUDI/undefined
15 Jan 2021, 03:00 WIB

Listyo Diharapkan Konsisten 

DPR telurusi aliran dana Listyo sebelum uji kelayakan calon Kapolri.

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR, Pangeran Khairul Saleh berharap agar Kepala Polri (Kapolri) tetap konsisten dengan Polri yang Promoter (promosi, modern, terpecaya). Hal itu disampaikan terkhusus pada Komjen Listyo Sigit Prabowo yang ditunjuk sebagai calon tunggal Kapolri.

"Harapan kedepan (Polri) konsisten dengan Promoter-nya," kata Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) kepada Republika, Kamis (14/1). 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menunjuk Kepala Bareskrim Polri itu sebagai calon tunggal Kapolri pengganti Jenderal Idham Aziz yang akan segera pensiun. Surat predien diterima oleh pimpinan DPR pada Rabu (13/1). Sebelum dilantik menjadi Kapolri, DPR akan memeriksa kelayakan dan petatutan Listyo untuk menjadi Kapolri.

Saleh memandang calon Kapolri yang dipilih Jokowi adalah pilihan terbaik untuk bangsa dan negara. "Dia (Listyo) putra terbaik di kepolisian tentu menjadi harapan agar bisa memimpin sesuai harapan masyarakat," ujarnya.

Terkait

Anggota Komisi III dari Fraksi PPP, Arsul Sani juga berharap Listyo konsisten dengan sikap yang ditunjukannya selama ini. Menurut dia, hal positif yang melekat pada Listyo adalah sikap komunikatif dan keterbukaan. "Sikap ini ditambah lagi dengan kesediaan mendengar yang baik," kata dia, Kamis. 

Sikap tersebut dinilai menjadi modal yang bagus ketika Listyo menjalankan tugas sebagai Kapolri, utamanya dalam tugas penegak hukum. Jika sikap itu tetap melekat pada Listyo, kata Arsul, ke depan ada sisi keadilan dalam penegakan hukum. 

"Jika sisi keadilan dan kemanfaatan ini diartikulasikan dengan baik, maka citra Polri akan tambah baik dan suara bahwa penegakan hukum tajam ke bawah atau kelompok tertentu dan tumpul ketika menyangkut ke atas atau kelompok tertentu lainnya akan mengecil," kata dia.

Anggota Komisi III lainnya, Cucun Ahmad Sjamsurijal menilai Listyo memiliki rekam jejak dan prestasi yang cukup meyakinkan. Saat menjabat Kabareskrim, misalnya, Listyo dipandang mampu membongkar upaya menyelundupkan buronan Djoko Tjandra ke Tanah Air.

“Kami menilai dari rekam jejak dan prestasi Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo cukup meyakinkan menduduki jabatan sebagai kapolri. Saya yakin proses fit dan proper test di DPR akan berjalan mulus,” kata Cucun, Rabu (13/1).

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Dimyati Natakusumah, menilai Listyo sosok yang tepat dan memenuhi syarat untuk menjadi Kapolri. "Kalau memenuhi syarat ya sudah itu ditetapkan. Apalagi umurnya muda, kan lebih kencang kalau yang muda," kata Dimyati, Kamis. 

Dimyati mengaku mengenal baik Listyo. Sepengamatannya, sosok Listyo merupakan orang yang kredibel dan acceptable. Kendati demikian, ia melihat ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Listyo. Di antaranya, kasus tewasnya enam laskar FPI, kasus Djoko Tjandra, dan kasus narkoba. 

Persiapan uji kelayakan

Pada Kamis, Komisi III DPR juga menggelar rapat dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Wakil Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan, rapat dengar pendapat tersebut dihadiri sedikitnya 18 anggota dari tujuh fraksi sehingga kuorum telah terpenuhi. Namun, ia memutuskan menggelar rapat secara tertutup.

Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi PAN, Pangeran Khairul Saleh mengatakan, agenda rapat dengan PPATK itu untuk meminta penjelasan terkait hasil pemantauan dan penelusuran keuangan calon Kapolri. Sebab, Komisi III akan menggelar uji kepatutan dan kelayakan calon Kapori pekan depan.

"Selasa-Rabu fit and proper test," ujarnya. Setelah itu rapat dengan PPATK akan dilanjutkan dengan rapat Kompolnas pada Senin mendatang. 

Sementara, agenda kunjungan ke kediaman calon Kapolri dalam rangkaian proses uji kelayakan ditiadakan. Alasaanya, menghindari kontak kerumunan di tengah penularan virus yang masih tinggi. "Komisi III DPR sepakat untuk meniadakan kunjungan ke kediaman calon Kapolri karena pandemi Covid-19," katanya.


×