Menlu RI Retno LP Marsudi. | AP
14 Jan 2021, 03:00 WIB

Menlu Retno Ikut Pimpin Program Global COVAX

E-voting ini untuk memilih dua orang dari lima calon kandidat dari AMC 92 Economies.

JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Rabu (13/1), terpilih untuk ikut memimpin program kerja sama vaksin Covid-19, COVAX Advance Market Commitment (AMC) Engangement Group. Program itu diprakarsai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Aliansi Vaksin (GAVI).

"Alhamdullillah dalam pemilihan tersebut Indonesia mendapatkan suara terbanyak yaitu 41 persen dari suara masuk," ujar Retno dalam konferensi pers secara virtual, Rabu. Pemilihan ketua bersama diselenggarakan secara virtual atau e-voting di Jenewa, Swiss, dengan tenggat waktu pemilihan sampai 8 Januari 2021 tengah malam. Hasilnya diumumkan 12 Januari malam waktu Jenewa.

E-voting ini dilakukan untuk memilih dua orang dari lima calon kandidat dari AMC 92 Economies, yaitu 92 negara dengan ekonomi berkembang yang tergabung dalam Covax AMC. Indonesia memaknai hasil pemilihan ini sebagai wujud dari kepercayaan dunia internasional terutama kepada negara berkembang, Indonesia.

"Ini merupakan tanggung jawab besar Indonesia bagi terwujudnya kesetaraan akses vaksin bagi semua negara," ujar Retno. "Tanggung jawab besar ini harus ditunaikan sebaik mungkin."

Terkait

Selain Retno, ketua bersama dari AMC 92 Economies yang dipilih adalah Menteri Kesehatan Ethiopia Lia Tadesse. Sedangkan Menteri Pembangunan Internasional Kanada Karina Gould mewakili negara donor untuk memimpin program ini.

Dalam hal diplomasi vaksin mulilateral ini, Indonesia selalu secara konsisten terus menyuarakan prinsip kesetaraan akses vaksin bagi semua negara. Pemerintah meyakini bahwa pandemi dunia ini tidak akan dapat diselesaikan jika semua negara belum dapat menyelesaikan pandemi-nya di negara masing-masing.

"Kita sering sebut prinsip no one is safe until every one is. Presiden Jokowi berkali-kali menyerukan pentingnya masalah kesetaraan akses vaksin bagi semua negara ini di berbagai forum internasional termasuk KTT ASEAN, KTT G-20, KTT APEC maupun dalam Sidang Majelis Umum PBB," ujar  Retno.

Pengadaan vaksinCOVAX AMC EG merupakan forum antara negara AMC dengan negara-negara donor untuk pengadaan dan distribusi vaksin bagi negara AMC. Fasilitas COVAX memiliki target pengadaan vaksin bagi 20 persen dari populasi setiap negara AMC dan mendukung kesiapan negara AMC untuk melakukan rencana vaksinasi nasional. "Tentunya pengadaan akan dilakukan secara bertahap karena masih terbatasnya vaksin yang tersedia bagi semua negara," jelas Retno.

Target ini bukan merupakan hal yang mudah untuk dijalankan, baik dari sisi sumber data yang tersedia sampai kesiapan semua negara dalam menerima vaksin-vaksin tersebut. Namun, semua pihak meyakini bahwa dengan kerja sama erat dari semua negara, maka target yang sangat mulia ini akan dapat dijalankan.

Retno pun sudah melakukan komunikasi langsung dengan PTRI Jenewa untuk memulai persiapan hal-hal yang harus dilakukan dengan tanggung jawab baru ini. Tim PTRI Jenewa akan segera melakukan komunikasi intensif dengan GAVI. Indonesia juga telah melakukan komunikasi yang baik dengan WHO maupun dengan GAVI yang dilakukan dengan intensif.


×