Petugas PMI menyemprotkan cairan disinfektan saat tim DVI Polri melakukan proses identifikasi jenazah korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 di Dermaga JICT 2, Jakarta, Senin (11/1). | Edwin Dwi Putranto/Republika
12 Jan 2021, 03:00 WIB

Evaluasi Pemeliharaan Pesawat

Jatuhnya pesawat SJ 182 dinilai sebagai peringatan soal pemeliharaan pesawat.

 

JAKARTA -- Evakuasi dan investigasi atas penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sejauh ini masih terus diupayakan pihak-pihak terkait. Meski begitu, kejadian tersebut juga dinilai sebagai peringatan soal pemeliharaan pesawat di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan prihatin dan mengutarakan duka yang mendalam atas tragedi kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ-182. Ia mengingatkan, tragedi ini bukan kali pertama kecelakaan pesawat di Indonesia.

Sebab itu, menurut dia, perlu ada perbaikan yang masif ke depan, khususnya dalam segi pemeliharaan pesawat. "Saya sampaikan belasungkawa atas jatuhnya pesawat Sriwijaya. Dan, ini merupakan tragedi dan menurut saya kita akan perbaiki terus ke depan dalam pemeliharaan pesawat-pesawat kita," ujar Luhut, Senin (11/1).

Terkait

Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1), pukul 14.40 WIB. Pesawat itu diduga jatuh secara menukik di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

photo
Kronologis Kecelakaan SJ 182 - (Republika)

Pesawat Boeing 737-500 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Penerbangan tersebut sempat ditunda akibat cuaca buruk sebelum bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 14.36 WIB. Ketua Komite Nasional Keselamaan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menuturkan, pesawat yang jatuh itu pertama terbang pada 1994. "Artinya, usia sekitar 26 tahun," kata dia.

Meski begitu, menurut dia, usia pesawat tidak selalu memengaruhi performa. "Berapa pun umur, kalau dirawat serta sesuai perawatannya dengan regulasi, harusnya tidak ada kesalahan," ujarnya.

Soerjanto mengatakan, saat ini pencarian kotak hitam pesawat tersebut terus dimaksimalkan. “Kotak hitam ini sangat vital dalam investigasi. Kuncinya dari data yang ada, masih mengacu pada kotak hitam,” kata Soerjanto di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (11/1).

Soerjanto menyatakan, sejak Ahad (10/1) sore, pencarian kotak hitam terus dilakukan dengan menurunkan penyelam. Dia mengatakan, KNKT juga turut menurunkan sejumlah alat untuk membantu penyelam dalam mencari kotak hitam.

Dia menambahkan, tim juga sudah membuat penandaan untuk mempersempit keberadaan kotak hitam yang sinyalnya sudah diketahui. “Mudah-mudahan hari ini bisa ditemukan kedua kotak hitam itu,” ujar Soerjanto.

Sementara itu, pihak manajemen Sriwijaya Air mengeklaim bahwa PK-CLC dalam keadaan sehat. "Kalau kondisi pesawat dalam keadaan sehat karena sebelumnya terbang ke Pontianak dan Pangkal Pinang, seharusnya tidak ada masalah," kata Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena.

Menurut Jefferson, laporan dari bagian perawatan pesawat menyebut SJ-182 layak terbang. Meski begitu, jadwal keberangkatan SJ-182 memang sempat tertunda akibat hujan deras.

Kewaspadaan soal pemeliharaan pesawat terbang komersial pada masa pandemi ini sebelumnya sempat dilayangkan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) di Amerika Serikat pada Juli lalu. Reuters melaporkan, kala itu FAA mewanti-wanti bahwa 2.000 pesawat Boeing 737 NG dan sejumlah jenis klasik lainnya terancam bahaya korosi karena tak digunakan selama pandemi di AS.

 
FAA mewanti-wanti bahwa 2.000 pesawat Boeing 737 NG terancam bahaya korosi karena tak digunakan selama pandemi di AS.
 
 

Hal itu dikhawatirkan berpotensi menimbulkan kegagalan mesin ganda. Peringatan ini disampaikan seturut temuan adanya korosi pada katup udara sejumlah pesawat yang diinspeksi di AS. "Dengan pesawat-pesawat yang dikandangkan atau semakin jarang digunakan karena rendahnya permintaan selama pandemi, katup lebih rentan korosi," tulis keterangan FAA tersebut.

Arahan itu ditujukan bagi pesawat yang tak diterbangkan selama sepekan atau lebih karena karantina wilayah atau hal lain. FAA mensyaratkan, jika korosi atau pengaratan ditemukan, bagian yang berkarat tersebut harus diganti dengan yang baru sebelum pesawat diterbangkan.

Sementara pada Juni, menurut Bloomberg, FAA juga memperingatkan maskapai-maskapai soal potensi bahaya pilot-pilot yang lama tak terbang selama pandemi atau menerbangkan pesawat jauh di bawah kapasitasnya. Pada Mei 2020, FAA melayangkan 50 peringatan pada maskapai terkait hal ini. Sedangkan, sejak Maret sedikitnya delapan laporan dilayangkan pilot-pilot di AS ke FAA terkait insiden dalam penerbangan terkait kekhawatiran tersebut.

Presiden Ikatan Pilot Indonesia Iwan Setyawan meminta investigasi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air nomor registrasi PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 pada 9 Januari 2020 dilakukan secara ketat. Khususnya, dengan mengikuti ketentuan yang ditetapkan dalam ICAO Annex 13.

“Tujuannya adalah untuk menemukan faktor penyebab kecelakaan dan membuat rekomendasi keselamatan yang diperlukan,” kata Iwan dalam pernyataan yang diterima Republika, Senin (11/1).

 
Tujuannya adalah untuk menemukan faktor penyebab kecelakaan dan membuat rekomendasi keselamatan yang diperlukan.
 
 

Dia mengatakan, proses investigasi juga diharapkan tidak dihalangi oleh proses administratif atau pengadilan. Iwan menuturkan, penyelidik kecelakaan tersebut juga harus memiliki akses tanpa hambatan ke semua bahan bukti, termasuk puing-puing, catatan penerbangan, dan catatan pelayanan lalu lintas penerbangan atau air traffic service (ATS).

“Ini (akses) diperlukan untuk memastikan bahwa pemeriksaan terperinci dan dapat dilakukan tanpa penundaan oleh para ahli keselamatan terkait,” ujar Iwan. Iwan mengatakan, Ikatan Pilot Indonesia akan memantau secara ketat proses investigasi kecelakaan tersebut.

Komisi V DPR juga menyatakan akan memanggil Menteri Perhubungan dan pihak-pihak terkait yang berhubungan dengan kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Salah satu yang akan dibahas ialah tentang pengaruh harga tiket murah terhadap faktor keselamatan penerbangan.

Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae mengingatkan, penerbangan di Indonesia dipandang rawan oleh dunia. Karena itu, dalam pemanggilan tersebut Komisi V akan membahas sejumlah masalah terkait penerbangan Indonesia, seperti persoalan tentang usia pesawat yang layak terbang dan perhatian maskapai terhadap suku cadang pesawat.

"Kemudian, yang kedua adalah bagaimana pesawat-pesawat atau penerbangan yang bertarif murah ini jangan terlalu banyak mereka lahir, tetapi tidak memperhatikan faktor-faktor keselamatan," kata Ridwan.

Korban Diutamakan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah akan fokus melakukan pencarian korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk cepat menyelesaikan pencarian korban tersebut.

"Tadi kami mengadakan pertemuan dengan keluarga korban untuk menyampaikan upaya pemerintah akan memaksimalkan pencarian. Kami juga akan memberikan instruksi kepada pihak-pihak, di antaranya Sriwijaya dan Jasa Raharja," katanya saat konferensi pers di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (11/1).

Kemudian, ia melanjutkan, keluarga korban yang datang bukan dari Pontianak saja, melainkan ada yang dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bangka Belitung, dan Bandung. Pihak Sriwijaya pun sudah menyiapkan hotel dan fasilitas untuk berkunjung ke RS Kramat Jati kepada keluarga korban.

Budi menambahkan, akan mencari cara untuk menemukan semua korban. Ia berharap, apa yang dilakukan dapat menunjukkan hasil untuk bisa menemukan para korban. 

"Dalam kesempatan ini, sekali lagi saya sampaikan kepada Jasa Raharja dan Sriwijaya untuk memberikan layanan yang baik, termasuk di antaranya permintaan dari keluarga korban untuk dimakamkan di asal kota. Tidak saja di Jakarta dan Pontianak, tetapi juga di kota asal," kata dia.

Pesawat Boeing 737-500 PK-CLC yang jatuh pada Sabtu (9/1), diawaki enam personel aktif. Adapun perincian penumpang dalam penerbangan SJ 182 adalah 40 dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi, dan enam awak sebagai penumpang.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengungkapkan, sejumlah temuan selama proses evakuasi sejak Sabtu (9/1) hingga Senin (11/1). “Hingga saat ini, kita sudah menemukan 10 kantong jenazah yang berisi potongan tubuh,” kata Ketua Basarnas, Marsekal Madya Bagus Puruhito, di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Senin (11/1).

Selain itu, Bagus mengatakan, Basarnas juga sudah mengangkut 10 kantong yang berisi bagian kecil atau serpihan badan pesawat. Begitu juga, dengan 16 potongan besar bagian pesawat dan enam potong pakaian.

Bagus mengatakan, saat ini evakuasi kecelakaan pesawat tersebut dilakukan melalui sejumlah cara. “Pertama, kita menggunakan jalur udara di atas permukaan atau kapal untuk mencari korban,” ujarnya.

Selain itu, pencarian juga dilakukan melalui jalur laut dan di bawah air. Dia mengatakan, penyelam sudah dikerahkan, berikut juga dengan kapal yang memiliki peralatan sonar.

Bagus memastikan kantong jenazah dan pakaian sudah diberikan kepada DVI Polri. Sedangkan temuan bagian pesawat, menurut dia, Basarnas sudah mengoordinasikan dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk penyelidikan selanjutnya.

Dia menambahkan, Basarnas dan tim juga sudah menemukan sinyal kotak hitam pesawat tersebut. “Kita masih melaksanakan pencarian bersama-sama. Kami membantu KNKT untuk pencarian kotak hitam tersebut,” ujar Bagus.


×