Sejumlah tenaga medis, relawan dan pasien Covid-19 mengikuti kegiatan senam pagi di Rumah Singgah Karantina Covid-19, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (26/5). | ANTARA FOTO/Fauzan
29 Dec 2020, 02:00 WIB

Mengerem Laju Satu Juta Kasus

Kita mendesak harus ada keputusan tegas untuk mengatasi situasi ini, sebelum berkembang menjadi amat gawat.

Situasi pagebluk di Tanah Air makin gawat. Seiring dengan masifnya pemerintah melakukan tes cepat dan tes //swab// kepada masyarakat. Dalam dua pekan terakhir, kita melihat lonjakan kasus harian dan kasus kematian, dengan angka pasien sembuh relatif stabil. Padahal, situasi ini baru masuk pada awal-awal libur akhir tahun. Menyisakan periode dua pekan usai libur Tahun Baru 2021 pekan ini.

Percepatan total kasus nasional juga kian memprihatinkan. Dalam kurun dua pekan sejak awal bulan, sudah tercapai 100 ribuan kasus. Dalam sebulan ini, total kasus Indonesia menembus 700 ribuan. Kalau situasi tidak berubah, dalam artian pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah tidak melakukan usaha-usaha drastis untuk membendung penyebaran pagebluk, angka satu juta kasus tinggal menunggu waktu, akhir Januari 2021.

Kondisi saat ini saja sudah membuat tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan bersama-sama menjerit. Rumah sakit di pusat dan di daerah kehabisan ranjang rawat. Beberapa daerah harus 'melepas' isolasi pasien tanpa gejala. Rumah sakit hanya dikhususkan bagi pasien yang benar-benar membutuhkan perawatan. 

Tenaga kesehatan di media sosial sudah berteriak meminta perhatian publik. Setop berkeliaran. Lindungi diri dan keluarga. Selalu terapkan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak. Tapi, teriakan mereka ini langsung lenyap ditelan gambaran warga yang sibuk berlibur, memadati tempat rekreasi dengan santai.

Terkait

 
Setop berkeliaran. Lindungi diri dan keluarga. Selalu terapkan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak.
 
 

Banjir pasien Covid-19 tidak saja menyita ruang rawat rumah sakit. Sebab, pasien butuh perawat dan dokter. Ketika kasus harian bertambah, jumlah orang yang butuh dirawat ataupun dilayani untuk isolasi mandiri saban hari meningkat sampai ribuan orang, sementara tidak ada pertambahan tenaga kesehatan yang merawat mereka. Beban kerja para dokter dan perawat akan semakin tinggi.

Ini akan berdampak langsung ke pasien. Layanan kesehatan akan terganggu. Bukan saja layanan kesehatan kasus Covid-19, melainkan juga layanan kesehatan penyakit lainnya. Kita harus ingat, selain Covid-19, layanan kesehatan penyakit lainnya tetap berjalan, tapi sumber dayanya mulai dialihkan.

Kita mendesak harus ada keputusan tegas untuk mengatasi situasi ini, sebelum berkembang menjadi amat gawat. Keputusan itu  tidak sekadar menambah ruang isolasi, menambah ranjang rawat, menambah gedung perawatan, menambah rumah sakit, atau menambah dokter dan perawat serta membuka lowongan sukarelawan. 

Ini akan sia-sia kalau di bagian hulunya tidak diperbaiki. Apa itu? Mencegah penularan Covid-19. Di sinilah satu-satunya problem Pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wapres KH Ma'ruf Amin. Sejak Maret 2020, awal kasus Covid-19 ditemukan, pemerintah tidak memiliki kebijakan pencegahan yang tokcer.

Ketika pada saat yang sama, kita melihat negara-negara tetangga bisa mengerem laju penyebaran virus, yang terlihat dari masifnya orang dites dan jumlah sampel, tapi angka kasus hariannya menurun, di Indonesia ini tidak tidak terjadi. 

 
Kita mendesak harus ada keputusan tegas untuk mengatasi situasi ini, sebelum berkembang menjadi amat gawat.
NAMA TOKOH
 

Yang muncul adalah semakin masif tes dilakukan, di DKI Jakarta malah delapan kali lebih tinggi dari standar Badan Kesehatan Dunia (WHO), semakin banyak sampel diambil, justru semakin banyak kasus hariannya. Di sisi lain, kita harus menerima situasi, lonjakan kasus harian ini berbarengan dengan agak membaiknya aktivitas ekonomi di mana-mana.

Kita mendesak pemerintah secepatnya mengambil langkah-langkah tegas untuk mencegah penyebaran Covid-19 makin dahsyat lagi. Harus ada kendali yang tegas. Bagaimana caranya? Menarik tuas rem darurat kembali. Secepatnya membatasi pergerakan publik di daerah-daerah yang menjadi sumber pagebluk. Meskipun kita tahu, kebijakan model pengetatan sosial ini hasilnya semu kepada kasus harian. Karena begitu pengetatan sosial dilonggarkan, angka kasus kembali melesat. 

Patut juga kita cermati fakta soal vaksinasi di beberapa negara. Bahwa pascavaksinasi dalam tiga pekan terakhir, laju kasus harian di negara tersebut belum menunjukkan tanda-tanda stagnan atau berbalik menurun. 


×