Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan sambutan saat mengecek kesiapan operasional Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/12). | ANTARA FOTO/Humas Kementerian Perhubungan

Kabar Utama

140 Mobil Diekspor dari Pelabuhan Patimban

Pemerintah hingga saat ini terus berupaya melakukan pembangunan pelabuhan.

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian Pelabuhan Internasional Patimban di Subang, Jawa Barat, Ahad (20/12) siang. Ada sebanyak 140 unit mobil yang diekspor dalam operasional perdana Pelabuhan Patimban.

Jokowi mengatakan, selesainya pembangunan Pelabuhan Patimban fase pertama memiliki peran penting dan strategis dalam upaya meningkatkan perekonomian Jawa Barat maupun nasional. Ia meyakini keberadaan pelabuhan ini dapat memperkuat Pelabuhan Tanjung Priok yang telah padat dan menimbulkan kemacetan di ruas jalan Bekasi-Jakarta.

Lokasi Pelabuhan Patimban sangat strategis karena berada di antara Bandara Kertajati dan kawasan industri di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. Dengan lokasi yang strategis itu, Pelabuhan Patimban dapat menjadi kunci penghubung antarkawasan dan antarindustri, termasuk industri manufaktur, pariwisata, dan juga sentra pertanian.

"Keberadaan pelabuhan ini juga akan mendorong percepatan ekspor Indonesia," kata Jokowi saat soft launching dan pengoperasian perdana Pelabuhan Internasional Patimban secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Pada fase pertama, Pelabuhan Patimban memiliki kapasitas car terminal atau terminal khusus mobil sebanyak 218 ribu CBU (completely built up) dan dapat melayani 3,75 juta peti kemas atau 3,75 juta TEUs. Pada tahap ketiga nanti, kapasitas pelabuhan ini ditargetkan dapat melayani hingga 7 juta peti kemas dengan kapasitas terminal khusus mobil hingga 600 ribu kendaraan. “Dan ini akan meningkatkan ekspor otomotif kita ke pasar global,” kata Kepala Negara optimistis.

Dalam pidatonya, Presiden juga mengingatkan agar Pelabuhan Patimban harus mendukung ekspor produk-produk lainnya yang dapat menggerakkan ekonomi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor pertanian, dan industri kreatif. Oleh karena itu, ia telah meminta kepada menteri, gubernur, bupati, wali kota, dan para pejabat terkait agar bersama-sama pelaku usaha UMKM, koperasi, dan perusahaan-perusahaan swasta memaksimalkan pemanfaatan Pelabuhan Patimban.

Keberadaan Pelabuhan Patimban juga diminta semakin terkonsolidasi dengan pengembangan industri dan perekonomian lokal. Tujuannya agar dapat mempercepat pertumbuhan sentra ekonomi baru dan memberikan kecepatan pelayanan di bidang logistik. “Sehingga bisa membuat produk-produk ekspor kita semakin efisien, semakin berdaya saing, semakin kompetitif di pasar global,” kata dia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, setelah prosesi peresmian dilakukan, kegiatan ekspor perdana dari Pelabuhan Patimban juga dilakukan. Ada sebanyak 140 unit mobil Toyota, Daihatsu, dan Suzuki yang diekspor dari Pelabuhan Patimban. Budi menjelaskan, ekspor seratusan mobil tersebut dilakukan dengan Kapal MV Suzuka Express milik PT Toyofuji Shipping Co.,Ltd.

photo
Pekerja melakukan bongkar muat sejumlah kendaraan bermotor ke dalam kapal MV Ostina saat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengecek kesiapan operasional Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/12). - (ANTARA FOTO/Humas Kementerian Perhubungan)

Semua mobil tersebut diekspor ke Brunei Darussalam. Selanjutnya, Pelabuhan Patimbang bakal disinergikan dengan Pelabuhan Tanjung Priok. “Sinergi ini supaya meningkatkan efisiensi waktu dan biaya logistik,” tutur Budi.

Pelabuhan Patimban juga akan terkoneksi dengan jalan tol dan kereta api. Dengan kemudahan akses tersebut, Budi berharap ada peningkatan pembangunan 10 kawasan industri prioritas di sepanjang utara Jawa. “Dengan begitu, ekonomi bisa meningkat dan memberikan manfaat luas kepada masyarakat,” ujar Budi.

Pelabuhan Patimban merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Pelabuhan Patimban mulai dibangun pada 2018 dan ditargetkan selesai seluruhnya pada 2027. Pembangunan pada tahap pertama meliputi area terminal, breakwater, seawall, revetment, pembangunan back-up area, jalan akses, serta jembatan penghubung.

Pada tahap pertama, Pelabuhan Patimban memiliki kapasitas car terminal sebesar 218 ribu CBU dan kapasitas terminal kontainer sebesar 250 ribu TEUs. Pelabuhan Patimban diproyeksikan dapat menjadi pelabuhan berskala internasional yang mampu melayani dan menyediakan terminal peti kemas dengan kapasitas 7,5 juta TEUs.

photo
Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/11). - (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Agus Purnomo pada Sabtu (19/12) mengatakan, pembangunan terminal kendaraan Pelabuhan Internasional Patimban telah selesai dan siap dioperasikan secara terbatas. Agus berharap kehadiran Pelabuhan Patimban akan semakin menghidupkan dan menggeliatkan aktivitas ekonomi nasional. "Selain itu diharapkan bermanfaat bagi masyarakat di sekitar pelabuhan.

Infrastruktur pelabuhan

Pemerintah hingga saat ini terus berupaya melakukan pembangunan pelabuhan. Pada Sabtu (12/12), Menhub Budi Karya Sumadi bahkan melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Pelabuhan Sanur, Kota Denpasar dan Pelabuhan Bias Munjul, Kabupaten Klungkung, Bali.

Ia mengatakan pembangunan pelabuhan tersebut sepenuhnya dibiayai dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Dalam anggaran tersebut dibangun tiga pelabuhan, yakni dua pelabuhan di Kecamatan Nusa Penida dan satu pelabuhan di Sanur, Kota Denpasar.

"Saya berharap dengan dibangunnya pelabuhan itu, nantinya akan memperlancar transportasi laut untuk tujuan Nusa Penida atau sebaliknya. Terlebih di kawasan Nusa Penida yang merupakan salah satu objek wisata terkenal di Bali," ucapnya.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pelabuhan ini sangat penting bagi kemajuan di Nusa Penida dan Bali. Karena selama ini warga yang menyeberang dengan menggunakan kapal cepat harus menerobos air laut. Bahkan ada juga harus digendong menuju kapal cepat."Jika ombak gede, naik speed boat harus digendong. Kondisi ini menjadi pemandangan sejak dahulu.

Maka dari itu saya berupaya melakukan usulan kepada pemerintah pusat agar dibangunan pelabuhan penyeberangan," katanya.Koster mengatakan, ada tiga alasan pembangunan pelabuhan tersebut. Pertama, dibutuhkan penyeberangan untuk upacara adat di Pura Dalem Peed. Kedua, merupakan pusat lalu lintas warga Denpasar dan Bali pada umumnya dan warga Nusa Penida yang sering bolak-balik melakukan aktivitasnya. Dan ketiga, kunjungan wisatawan semakin tinggi ke Nusa Penida.

Ia pun berharap agar pelabuhan ini bisa bermanfaat dalam kemajuan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat ,khususnya di Sanur. Total anggaran untuk pembangunan Pelabuhan Sanur sebesar Rp 380 miliar, Pelabuhan Sampalan Nusa Penida Rp 82 miliar, dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan sebesar Rp 97 miliar. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat