Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi (tengah) didampingi Wakil Direktur Utama I Ngatari dan Wakil Direktur Utama II Abdullah Firman Wibowo berpose dalam sesi foto usai penandatanganan akta penggabungan tiga bank syariah Himbara, di Jakarta, | ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
18 Dec 2020, 00:32 WIB

Bank Syarian Indonesia Redesain Model Bisnis

BSI juga telah mengajukan izin kepada OJK sebagai syarat merger.

JAKARTA -- Bank Syariah Indonesia menyiapkan rancangan rencana bisnis periode 2021-2023. Direktur Utama Mandiri Syariah sekaligus Direktur Utama Bank Syariah Indonesia yang telah terpilih, Hery Gunardi, mengatakan, bank akan melakukan desain ulang model bisnis.

"Kami nanti akan redesain model bisnis, terkait branding kami akan bangun lebih inklusif karena bank syariah itu universal merangkul semua lapisan," kata Hery dalam konferensi pers, Rabu (16/12).

Bank Syariah Indonesia (BSI)akan mengakomodasi semua kebutuhan, baik ritel, korporasi, negara, nasabah milenial, nonmilenial, UMKM, maupun umat Islam secara keseluruhan. Bank terutama akan memperkuat bisnis wholesale setelah memiliki permodalan yang kuat dari proses merger.

Dengan kapasitas besar tersebut, BSI bertekad menjadi pemain utama dalam pendanaan proyek-proyek infrastruktur. Salah satunya dengan menjadi pemimpin dari sindikasi pembiayaan yang sebelumnya hanya ikut dalam porsi kecil mengikuti induknya.

Terkait

BSI juga akan menggarap potensi halal value chain, mulai dari skala principal, distributor, hingga subdistributornya. Dalam rangka memanfaatkan potensi pasar global, BSI juga akan menyasar pasar sukuk.

photo
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi (tengah) didampingi Wakil Direktur Utama I Ngatari dan Wakil Direktur Utama II Abdullah Firman Wibowo berpose dalam sesi foto usai penandatanganan akta penggabungan tiga bank syariah milik Himbara di Jakarta, Rabu (16/12/2020). - (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

"Kapasitas ini akan kami bangun pada 2021, tak menutup kemungkinan nanti kita buka cabang di Dubai juga untuk mengakomodasi perusahaan Indonesia mencari investor dari luar," katanya.

Tanpa meninggalkan spesialisasi di segmen ritel, BSI juga akan terus memperkuat lini tersebut. Salah satu produk unggulnya, yakni Mitraguna yang berbasis payroll akan menjadi dasar untuk segmen konsumer. Dengan cost of fund yang rendah, BSI bisa bersaing dengan bank konvensional.

"Nanti kita bisa compete juga di KPR, KKB (kredit kendaraan bermotor) karena imbal hasil lebih kompetitif dengan model bisnis yang kita rapikan," katanya.

Hery juga menegaskan tak melupakan segmen UMKM yang telah menjadi tulang punggung bank syariah. UMKM menjadi agenda wajib sesuai dengan permintaan dari pemerintah untuk mendorong perkembangan usaha masyarakat.

Nantinya pembiayaan terhadap segmen ini akan lebih terintegrasi dengan sistem value chain juga rekomendasi dari cabang daerah. Sehingga, sasarannya adalah UMKM unggul di masing-masing daerah. Perbankan digital juga akan terus ditingkatkan, tidak hanya dari sisi fitur.

Hery menambahkan, pada saat merger resmi pada Februari 2021, akan ada aura baru dari BSI lewat proses rebranding. Tidak hanya proses bisnis, tapi dari sisi penampilan infrastruktur hingga layanan akan berubah.

"Produk juga akan kita rapikan, kita pilih mana produk terbaik sehingga nanti hanya ada produk champion," katanya.

photo
Infografis komitmen Bank Syariah Indonesia pada pelaku UMKM. - (BSI)

BSI juga telah mengajukan izin kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai syarat merger. Hery mengatakan izin pada regulator ini adalah langkah selanjutnya dari proses penggabungan. "Semua proses sebelumnya sudah dijalani dengan lancar dan selanjutnya adalah izin pada OJK sebagai pengawas industri jasa keuangan," katanya.

Proses penggabungan usaha PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah telah sampai pada tahap penanda tanganan akta penggabungan. Hal ini dilakukan setelah masing-masing bank mendapat restu dari para pemegang saham melalui forum RUPSLB untuk menuntaskan merger.

"Alhamdulillah, hari ini kita sudah tanda tangani akta penggabungan yang merupakan salah satu syarat, dan legal merger diperkirakan akan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,"kata Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo.

photo
Penandatanganan Akta Penggabungan Merger 3 Bank Syariah dilakukan oleh seluruh perwakilan bank peserta penggabungan usaha yakni Direktur Utama Bank BRISyariah Ngatari, Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Hery Gunardi, dan Direktur Utama Bank BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, Rabu (16/12). Proses ini juga disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan perwakilan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. - (Dok Bahana Sekuritas)


×