Armando Acosta, seorang pekerja di Jackson Memorial Hospital, bersiap menerima suntikan vaksin Covid-19 di Miami (15/12). | AP/Wilfredo Lee
17 Dec 2020, 02:00 WIB

Lebih 1,6 Juta Anak AS Terinfeksi

Kasus Covid-19 pada anak-anak sebanyak 12 persen dari kasus keseluruhan.

WASHINGTON -- Lebih dari 1,6 juta anak Amerika Serikat (AS) dinyatakan terinfeksi virus korona terhitung sejak pandemi Covid-19 dimulai. Saat berita ini ditulis, data Johns Hopkins University menunjukkan kasus global Covid-19 melampaui 73,60 juta dan kasus terbanyak ada di AS, yaitu 16,72 juta kasus.

Asosiasi dokter anak AS, yaitu American Academy of Pediatrics (AAP), Selasa (15/12), melaporkan kasus Covid-19 pada anak-anak sebanyak 12 persen dari kasus keseluruhan. Namun, AAP mencatat ada peningkatan sebesar 23 persen pada periode 26 November-10 Desember. Pada kurun waktu tersebut, ada momen perayaan Thanksgiving Day yang membuat lebih dari empat juta warga AS bepergian.

Laporan AAP yang dikutip CNN menyebutkan, anak-anak yang terinfeksi kemudian meninggal tercatat sebesar 0,21 persen dari seluruh pasien yang meninggal dunia. Namun, AAP mengakui, anak-anak jarang menderita infeksi Covid-19 yang parah.

Sementara itu, penelitian menunjukkan warga Spanyol yang terinfeksi Covid-19 pada akhir musim panas naik dua kali lipat. Hampir 10 persen atau 4,7 juta warga Spanyol terinfeksi Covid-19.

Terkait

Spanyol menjadi negara Eropa yang paling terdampak pandemi virus korona, baik dari segi penularan maupun ekonomi. Sejauh ini Spanyol mengonfirmasi 1,76 juta kasus positif virus korona. "Satu dari 10 orang yang tinggal di Spanyol akan terinfeksi, setengahnya selama gelombang pertama dan setengahnya lagi pada gelombang kedua wabah," kata pemimpin penelitian, Direktur Carlos III Health Institute Raquel Yotti, Rabu (16/12).

photo
La Tanya Forbes, seorang perawat, disuntik vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech di Memorial Healthcare System, Miramar, Florida, Senin (14/12). - (AP/Lynne Sladky)

Jerman lockdown ketat

Jerman, Rabu, mulai memberlakukan lockdown yang lebih ketat. Kekhawatiran pandemi semakin tidak terkendali di Jerman menyusul dinyalakannya alarm oleh Kanselir Jerman Angela Merkel dan 16 gubernur negara bagian. Dengan begitu, Jerman mengumumkan lockdown ketat hingga 10 Januari.

Toko-toko dan sekolah akan tetap tutup mulai Rabu dalam pengetatan pembatasan sebelum Natal. Acara pertemuan pribadi juga dibatasi hanya pada untuk dua keluarga dan maksimum lima orang. Fasilitas yang boleh buka hanyalah toko bahan pangan, apotek, pompa bensin, bank, dan sejumlah fasilitas yang dinilai esensial, termasuk toko yang menjual pohon Natal.

Hal ini dilakukan menyusul pembatasan sebagian pada November, yang menutup bar dan restoran. Namun, langkah itu dinilai gagal menahan laju gelombang kedua pandemi. Jerman lebih berhasil daripada sejumlah negara Eropa dalam mengendalikan virus korona pada gelombang pertama pada musim semi. Namun, kini kondisi tersebut amat berbeda.

Saat berita ini ditulis, data Johns Hopkins University menunjukkan Jerman menghadapi lebih dari 1,39 juta kasus Covid-19. Jumlah pasien yang meninggal melampaui 23,59 ribu orang.

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan, Jerman harus mulai melakukan vaksinasi 24 hingga 72 jam setelah vaksin produksi BioNTech dan Pfizer mendapat persetujuan Uni Eropa. Otoritas Eropa diperkirakan akan menyetujui vaksin tersebut pekan depan.

Sumber : Reuters


×