Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane sedang berbicara dengan sejumlah pemainnya. | REUTERS/Susana Vera

Olahraga

14 Dec 2020, 07:08 WIB

Misi Real Madrid Jaga Konsistensi

Madrid selalu kesulitan setiap kali berhadapan dengan Bilbao.

 

 

 

MADRID -- Real Madrid tak ingin bereuforia berlebihan dengan kemenangan 2-0 atas Atletico Madrid dalam lanjutan La Liga Spanyol di Stadion Alfredo Di Stefano, Ahad (13/12) dini hari WIB. Skuat Madrid langsung fokus pada laga melawan Athletic Bilbao, Rabu (16/12) dini hari WIB.

Los Blancos, julukan Madrid, selalu kesulitan setiap kali berhadapan dengan Bilbao. Dalam enam pertemuan terakhir, Madrid meraih empat kali imbang dan dua kali menang, salah satunya pada pertemuan terakhir, Juli 2020.

Performa Madrid perlahan mulai menunjukkan peningkatan sejak kemenangan atas Sevilla di La Liga, setelah sebelumnya mendapatkan banyak kritik karena penampilan yang tak konsisten. Los Blancos juga lolos ke babak 16 besar Liga Champions dengan status juara grup pada tengah pekan lalu.

Kemenangan pada derbi Madrid merupakan pesan kepada Bilbao bahwa Madrid sudah kembali ke jalur sesungguhnya. Skuat asuhan Zinedine Zidane tentu tak ingin menyia-nyiakan momen bagus tersebut sebagai kesempatan menempel ketat Atletico di puncak klasemen.

Bilbao dapat menjadi tumbal Madrid berikutnya jika tak menyiapkan strategi tepat. Pasalnya dalam tiga laga terakhir, Bilbao tak pernah merasakan kemenangan, yaitu dua kali imbang dan satu kali kekalahan, sebagaimana catatan Whoscored.

Selain itu, statistik pertemuan Madrid melawan Bilbao apabila bermain di kandang berpihak kepada tuan rumah. Madrid tak terkalahkan dalam 16 pertandingan kandang melawan Bilbao di semua kompetisi. Dan, Madrid memenangkan 10 dari 12 laga kandang Los Blancos di La Liga. Juara bertahan tersebut juga telah mencatatkan clean sheet dalam tiga pertandingan terakhir melawan Bilbao di semua kompetisi.

Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane tak ingin bersantai karena lawan berikutnya merupakan tim kuat dan selalu menyulitkan pasukannya. “Sekarang kami harus mempertahankannya, istirahat, dan kami bermain lagi pada Selasa. Jadi, tidak ada banyak waktu,” kata Zidane dikutip dari laman resmi klub.

Zidane mengisyaratkan akan melakukan rotasi pemain melawan Bilbao. Ia mengeklaim cara tersebut akan selalu dilakukan sebagai bentuk kepercayaannya kepada seluruh pemain. Dalam tiga pertandingan terakhir, Zidane mengaku tak banyak melakukan perubahan.

Menurut pelatih asal Prancis itu, semua pemain berkontribusi kepada performa tim. Ia mengakui beberapa pemain mendapatkan menit bermain lebih sedikit. Kendati demikian, ia berjanji akan memainkan semuanya karena kemenangan milik seluruh anggota tim.

Zidane menilai penampilan timnya pada pertandingan derbi sangat luar biasa. Klub raksasa Spanyol itu tampil menekan dan mampu menjaga tempo tinggi. Performa apik itu tak lepas dari komitmen kuat yang dipegang oleh para pemain.

Zidane mengeklaim Madrid mengalami peningkatan dalam satu pekan terakhir, dimulai dari kemenangan atas Sevilla. Itu sebabnya ia sangat senang terhadap kemenangan 2-0 di laga derbi berkat gol Casemiro dan gol bunuh diri kiper Jan Oblak.

Di lain pihak, pelatih Atletico Madrid Diego Simeone mengakui timnya bermain buruk. Ia merasa bertanggung jawab atas kekalahan tersebut karena tak mampu memberikan solusi atas kebuntuan menjebol gawang Madrid. Setelah ini, Simeone memerintahkan kepada pemainnya agar memperbaiki kesalahan dan meningkatkan kinerja.

Simeone juga menjelaskan alasan melakukan tiga pergantian pada babak pertama. Ia ingin mencari permainan yang lebih menyerang. Pelatih asal Argentina itu juga ingin pasukannya menguasai lini tengah. Namun, perubahan itu tak mampu menjebol gawang tuan rumah.


×