Tangkapan layar di akun Instagram Chef Wiiliam Gozali mengenai cara mudah membuat menu sarapan. | Instagram/willgoz
09 Dec 2020, 11:05 WIB

Sarapan Enak untuk Anak

Menu sarapan dapat memengaruhi suasana hati anak sepanjang hari.

Di rumah saja memang cukup menantang untuk membuat aktivitas yang menyenangkan, apalagi saat pagi hari. Agar lebih bahagia pada pagi hari, langkah pertama adalah memulainya dengan sarapan yang enak dan sehat.

Anggapan bahwa sarapan itu tak penting dan ribet dibantah mom influencer Tyna Kanna Mirdad. Menurut dia, ribet atau tidaknya sarapan itu tergantung karakter masing-masing orang. Tyna tergolong tipe yang tak mau ribet soal urusan sarapan. Namun, bukan berarti dia tak memikirkan menu sarapan yang enak dan sehat untuk keluarganya, terutama anak-anaknya.

Ibu dua anak itu justru selektif menyiapkan menu sarapan. Dia percaya, menu sarapan dapat memengaruhi suasana hati (mood) anak sepanjang hari. "Pernah masak sesuatu yang mereka nggak suka, itu ngaruh ke mood-nya," kata Tyna dalam acara virtual Nutella Breakfast Experience, bulan lalu.

Karena itu, ibu berusia 29 tahun itu mengaku sering memutar otak untuk mendapat resep-resep, terutama untuk sarapan. Sama seperti semua ibu, dia pun selalu ingin bisa membuat sarapan enak sehingga bisa menjaga mood anak-anaknya. Contohnya, dia belajar membuat menu sarapan pancake dengan buah dan Nutella, serta bubur oat pisang dan Nutella bersama Chef William Gozali.

Terkait

 
Sarapan tak perlu terlalu ribet, yang penting praktis.
 
 

Chef William Gozali punya trik untuk menu sarapan yang memang mudah dibuat, cepat, simpel, tapi enak, apa lagi untuk anak-anak. "Sarapan tak perlu terlalu ribet, yang penting praktis. Kadang kalau malas, bisa spread (oles) Nutella di roti," ujar dia.

Menurut chef yang akrab disapa Willgoz itu, sarapan memang penting untuk menjaga mood dan tetap fit menjalani aktivitas, terutama bagi anak-anak. Kali ini, dia membuat pancake dengan buah dan Nutella.

Bahannya dari campuran tepung terigu tinggi protein (200 gram), satu butir telur, satu sendok teh baking soda, setengah sendok teh baking powder, dan 150 ml susu cair. Untuk buah, siapkan potongan stroberi, pisang, kiwi, hazelnut, Nutella. "Jangan terlalu cair, nanti kayak adonan craps. (Adonan yang sudah jadi) kalau dibentuk bisa angka delapan," kata Chef Willgoz.

Adonannya dituang tiap satu centong sup ke atas pananti lengket tanpa minyak atau mentega. "Kita bikin pancake ukuran sedang. Jangan terlalu panas, nanti permukaan cokelat, tapi tengahnya nggak terlalu matang," ujar dia. Tumpuk dua buah pancake dengan olesan Nutella di tengah dan di bagian atasnya. Susun buah-buahan potong di atasnya.

Willgoz menjelaskan, salah satu tips membuat pancake adalah harus menggunakan baking powder dan baking soda dan pan tidak menggunakan minyak. Lalu untuk buah, kata dia, pilih yang dapat mengimbangi rasa manis Nutella. Hidangan sisa bisa tahan dua hari di dalam kulkas. "Ada buah ini jadi bikin anak suka makan buah karena bareng yang manis," kata dia.

Untuk menu sarapan bubur oat yang enak, bahannya adalah oat, Nutella, hazelnut, pisang, dan susu atau air panas, serta granola. Campurkan oat ke cairan panas dan aduk. Tambahkan Nutella dan aduk lagi. Terakhir, masukkan potongan buah di atas bubur. Tata dengan granola dan hazelnut untuk memperkaya rasa.

Makan Camilan yang Sehat

Salah satu kegiatan yang mengasyikkan dan menyenangkan adalah makan camilan. Siapa yang tidak suka, kan? Makan camilan bahkan jadi kebiasaan, apalagi kuliner Indonesia sangat beragam untuk makanan camilannya.

Tren kebiasaan makan camilan (snacking), menurut catatan PT Mondelez Indonesia, menjadi gaya hidup, terutama di negara ini. "Masyarakat di berbagai usia mengonsumsi biskuit dalam banyak kesempatan," kata Head of Biscuit PT Mondelez Indonesia Maggie Effendy saat peluncuran virtual Oreo Wafer, Oktober lalu.

Datanya menyebutkan, konsumsi camilan biskuit terjadi setidaknya sebanyak 40 persen pada orang-orang usia dewasa, yaitu usia 25 tahun sampai dengan 44 tahun. "Mayoritas masyarakat atau setidaknya 57 persen cenderung makan camilan pada saat pagi menuju makan siang, tepatnya sebelum makan siang.Konsumsi camilan," kata Maggie, tak hanya terjadi di luar rumah, tetapi juga di dalam rumah.

Dari hasil riset Nielsen & Kantar pada 2020 menyebut, sebanyak 86 persen responden menyatakan rutin mengonsumsi lebih dari empat jenis biskuit. Empat terbanyak, di antaranya biskuit jenis wafer, sandwich, cracker, dan kukis.

"Konsumen menyukai beragam pilihan dan opsi dalam menikmati camilannya. Kami melihat kesempatan untuk menghadirkan camilan berupa wafer," ungkap Maggie.

"Camilan wafer keluaran Mondelez Indonesia ada dua varian, yaitu cokelat vanila dan dobel cokelat. Teksturnya yang renyah," kata Maggie, dilapisi Dutch Cocoa, bahan yang sama dalam biskuit Oreo. Sedangkan, krim vanila dan cokelat menambah keunikan rasa Oreo Wafernya.

"Penting bagi konsumen untuk memperhatikan porsi camilannya. Di kemasan ada kandungan gizi yang disajikan. Kita sadar ketika makan snackjadi tidak berlebihan," ungkap Maggie.

Bagi komika stand up comedian Pandji Pragiwaksono, makan camilan memang perlu diatur agar pola makan tetap sehat. "Sebenarnya yang dipraktikan di keluarga kami adalah masalah porsi, waktu, dan jenis camilannya," ungkap Pandji dalam acara yang sama.

 
Sebenarnya yang dipraktikan di keluarga kami adalah masalah porsi, waktu, dan jenis camilannya.
PANDJI PRAGIWAKSONO
 

Pengaturan makan camilan seperti itu juga diterapkan pasangan selebriti Titi Kamal dan Christian Sugiono pada kedua anaknya, Juna dan Kai. "Kita selalu ada porsinya dan ada waktunya," ungkap Titi. Contohnya, Titi baru memberikan camilan saat Juna istirahat dari belajar daringnya.

Sementara, Tian mengatakan, pengaturannya ketat bagi anak mengonsumsi camilan. "Di keluarga kami, snacking time itu sangat dijaga, jangan sampai mendekati ketika mau makan makanan utama," ucap Tian.

Porsinya pun dibatasi, misalkan satu anak dapat tiga biskuit Oreo. Jadi, anak-anak diajari bahwa camilan bukanlah makanan utama dan ada waktu dan porsinya untuk itu.


×