Komisaris BRI Danareksa Sekuritas Soehandjono, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi, Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas Frederica Widyasari Dewi dan Pengurus Dewan Ekonomi Syariah MUI Muhammad Bagus Teguh Prawira (dari kiri) disaksikan | Tahta Aidilla/Republika

Ekonomi

Wapres Dorong Digitalisasi Pasar Modal Syariah

Pasar modal syariah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir.

 

 

JAKARTA -- Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mendorong penguatan infrastruktur digital dalam industri pasar modal syariah Indonesia. Menurut Ma’ruf, kehadiran teknologi finansial (tekfin) juga dapat membantu pengembangan pasar modal syariah ke depan.

"Penguatan pengaturan terkait pasar modal syariah dan pemanfaatan financial technology guna mendukung pasar modal syariah serta peningkatan peran kapasitas kelembagaan di pasar modal," ujar Ma'ruf saat menghadiri peluncuran Syariah Online Trading System (SOTS) PT BRI Danareksa Sekuritas secara daring, Senin (7/12).

Ma'ruf mengatakan, pasar modal syariah memiliki potensi besar untuk membantu perekonomian nasional di tengah pandemi Covid-19. Namun, kata Ma'ruf, pertumbuhan positif tersebut tidak terlepas dari tersedianya regulasi atau kerangka hukum yang melandasi kegiatan pasar modal syariah, perkembangan produk, jasa, dan layanan syariah di pasar modal, serta peran para pemangku kepentingan maupun pelaku industri.

"Untuk itu, kinerja positif sektor pasar modal syariah di tengah kondisi pandemi ini harus kita jadikan sebagai momentum pendorong untuk kemajuan lebih lanjut baik bagi industri pasar modal syariah maupun ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air," ujarnya.

Ma'ruf mengatakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan sejumlah strategi pengembangan yang dituangkan dalam Peta Jalan Pasar Modal Syariah 2020-2024. Strategi itu mencakup pengembangan, penguatan dan pengembangan infrastruktur, peningkatan literasi dan inklusi, dan penguatan sinergi dengan para pemangku kepentingan.

Pemerintah juga terus mendorong pengembangan produk pasar modal syariah berbasis socially responsible investment (SRI) dan peningkatan ragam produk investasi pasar modal syariah.

"Beberapa rencana aksi yang akan dilakukan antara lain pengembangan produk investasi berwawasan lingkungan, implementasi sukuk korporasi ritel, dan pemanfaatan instrumen pasar modal syariah sebagai sumber pendanaan infrastruktur dan industri halal," ujarnya.

Literasi dan inklusi pasar modal syariah, kata Ma'ruf, juga menjadi perhatian pemerintah. Menurutnya, peningkatan literasi dan inklusi tersebut akan dilakukan baik kepada pelaku industri agar lebih memahami tentang pasar modal syariah maupun kepada masyarakat umum. Sebab, pengembangan industri pasar modal syariah membutuhkan dukungan dari segenap pemangku kepentingan yang terkait.

"Untuk itu pelaku industri pasar modal diharapkan dapat berperan dan mendukung pelaksanaan Roadmap Pasar Modal Syariah tersebut agar industri pasar modal syariah di tanah air dapat terus berkembang," katanya.

Pasar saham syariah mengalami pertumbuhan pesat di masa pandemi Covid-19. Di tengah pandemi, nilai kapitalisasi pasar saham syariah mencapai Rp 3.062 triliun atau 51,4 persen dari total kapitalisasi pasar saham Indonesia sebesar Rp 5.958 triliun.

Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, pertumbuhan pasar saham syariah tersebut didukung oleh peningkatan pemahaman masyarakat Indonesia terhadap investasi saham berbasis syariah."Pertumbuhan jumlah saham syariah juga memicu ketertarikan pemodal berinvestasi," kata Friderica.

 
Pertumbuhan jumlah saham syariah juga memicu ketertarikan pemodal berinvestasi
FRIDERICA WIDYASARI DEWI, Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas
 

Menurut data IDX Islamic, jumlah saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat signifikan tiap tahunnya. Selama 10 tahun sejak 2011 sampai Oktober 2020, jumlah saham syariah meningkat sebesar 90,3 persen menjadi 451 saham dibandingkan 237 saham pada 2011.

Friderica menilai, pasar modal syariah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sejak SOTS diluncurkan pada 2011, jumlah investor saham syariah meningkat secara signifikan.

Selama enam tahun, sejak 2015 hingga Oktober 2020, jumlah investor saham syariah tumbuh dari 4.908 investor pada 2015 menjadi 81.413 investor per Oktober 2020. Artinya, rata-rata tingkat pertumbuhan per tahun(CAGR) sebesar 75 persen.

BRI Danareksa Sekuritas pun merilis layanan investasi saham terbaru SOTS bernama D'one Syariah. Layanan tersebut bertujuan untuk mengakomodasi transaksi nasabah atas pilihan saham-saham syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengembangan SOTS ini diharapkan mampu menambah basis investor syariah di Indonesia.

"D’one Syariah merupakan platform online trading terbaru dari BRI Danareksa Sekuritas yang dirancang khusus untuk memenuhi tidak hanya kebutuhan nasabah terhadap fasilitas trading online yang reliable, tetapi juga memenuhi kaidah hukum syariah," kata Friderica.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat