Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. | ANTARA FOTO
03 Dec 2020, 02:00 WIB

Putra Mbah Moen Ingin Satukan PPP

Pascamuktamar mendatang, diharapkan tidak ada lagi perpecahan dan dualisme di tubuh PPP.

JAKARTA — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendeklarasikan diri maju dalam pemilihan ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Muktamar IX  PPP pada Desember ini. Putra mantan ketua Majelis Syariah PPP Maimoen Zubair (Mbah Moen) ini mendeklarasikan diri pada Selasa (1/12) di Semarang, setelah mendapat dukungan dari ulama dan pengurus PPP di sejumlah daerah. 

Sosok yang akrab disapa Gus Yasin ini mengeklaim sudah mengantongi dukungan dari sejumlah DPW Partai Ka'bah. Antara lain, DPW DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). "PPP merupakan partai umat Islam. Partai ini yang jadi bandulnya di Indonesia. Maka dari itulah, ada dukungan-dukungan dari DPW yang sudah kita komunikasikan," ujar Gus Yasin melalui akun Youtube-nya, Rabu (2/12).

Gus Yasin menjanjikan, jika terpilih sebagai ketua umum, ia ingin menyatukan seluruh kader. Ia menegaskan, pascamuktamar mendatang, tidak ada lagi perpecahan dan dualisme di tubuh PPP. “Tidak boleh lagi ada perpecahan yang berkepanjangan seperti yang lalu-lalu," kata Gus Yasin menegaskan.

Menurut dia, dengan bersatunya seluruh kader, PPP berharap bisa mendongkrak elektabilitas partai untuk menghadapi agenda Pemilu 2024. Gus Yasin menegaskan, pada kontestasi pemilu yang lalu, perolehan suara PPP selalu menurun.

Terkait

Ia mengaku tugas ketua umum PPP mendatang akan sangat sulit. Pasalnya, salah satu tugas utamanya adalah meloloskan partai melewati parliamentary threshold (PT). "Kita niatnya adalah berjuang. Maka, saya sampaikan bahwa deklarasi ini bukan Taj Yasin, tetapi kita," ujar Gus Yasin.

photo
Calon wakil gubernur Jawa Tengah nomor urut 1 Taj Yasin (kedua kri) dan istri Nawal Nur Arafah (kiri) beserta keluarga berdoa di makam almarhum ibunya Mastihiah Maimoen sebelum memberikan hak suara di Desa Sarang, Rembang, Jawa Tengah (27/6). - (ANTARA FOTO)

Gus Yasin juga ingin mengembalikan PPP kepada asasnya. Selain itu, partai berlambang Ka'bah itu dinilai perlu melakukan penyegaran di struktur kepengurusan. Gus Yasin mengaku selalu teringat pesan almarhum ayahnya, Mbah Moen, "PPP meskipun kecil, keberadaannya harus tetap dipertahankan. Sebab, PPP memiliki misi yang sangat mulia mengajak umat manusia kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Bagi PPP kesetiaan dan ketaatan terhadap NKRI yang sah penting untuk dijaga sebagai implementasi keimanan."

Ketua DPW PPP Kalimantan Tengah Awaludin Noor mengaku sosok Gus Yasin memiliki rekam jejak yang baik untuk maju sebagai calon ketua umum. Ia yakin, di bawah kepemimpinannya, PPP menuju ke arah yang lebih baik. "Beliau masih muda. Tentu kita berharap berkah dari ulama. Beliau juga bagian dari ulama, anak ulama, nasabnya jelas," ujar Awaludin.

Sebelum Gus Yasin, Pelaksana Tugas (Plt) Ketum PPP Suharso Monoarfa sudah lebih dulu mendeklarasikan diri maju caketum PPP. Politikus PPP yang juga wakil ketua Steering Committee Muktamar IX PPP, Syaifullah Tamliha, menuturkan, dua sosok yang mendeklarasikan maju sebagai ketua umum memiliki nilai lebih masing-masing. 

Dengan demikian, baik Suharso maupun Gus Yasin memiliki peluang yang sama untuk mengisi posisi tertinggi partai. "Dua-duanya ini memenuhi syarat, satu mengurusi Jawa Tengah dan satunya menteri Bappenas. Dua-duanya memiliki kelebihan," ujar Syaifullah.

Bahkan, selain dua tokoh PPP tersebut, muncul nama Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno yang juga disebut pantas memimpin PPP.

Namun, Sandiaga sendiri masih enggan mengomentari wacana dukungan sebagian pengurus PPP terhadap dirinya. “Tentunya saya sangat menghormati PPP sebagai partai yang punya komitmen memberi kontribusi membangun bangsa. Saya sampaikan ada banyak keluarga besar saya di PPP," kata Sandiaga saat ditemui di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang Pariaman, Kamis (12/11) lalu. 

Muktamar IX PPP rencananya akan digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 19-21 Desember 2020. Muktamar akan dilaksanakan secara langsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Diperkirakan forum tertinggi PPP ini akan dihadiri sekitar 1.249 peserta. 


×