Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta menyemprotkan cairan disinfektan di lingkungan Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta, Selasa (1/12). Penyemprotan tersebut dilakukan setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan | Republika/Thoudy Badai
02 Dec 2020, 03:00 WIB

Anies: Covid-19 Bisa Serang Siapa Saja 

Anies mengingatkan masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan karena Covid-19 bisa serang siapa saja.

 

JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan berharap kasus Covid-19 yang menimpa dirinya dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak. Ia pun mengingatkan masyarakat untuk semakin disiplin menjaga protokol kesehatan karena Covid-19 bisa menyerang siapa saja.

Anies mengajak masyarakat untuk lebih disiplin menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak aman. Menurut Anies, hal tersebut penting dilakukan sebagai ikhtiar bersama untuk saling menjaga dari risiko penularan Covid-19. 

"Saya ingatkan lagi pada semua bahwa Covid-19 masih ada dan bisa menghampiri siapa saja. Semoga Allah SWT merahmati Kota Jakarta dan melindungi kita semua," kata Anies, Selasa (1/12).

Terkait

Anies mengumumkan dirinya terinfeksi Covid-19 pada Selasa (12/1) pagi setelah dini harinya mendapat kabar bahwa hasil tes usap yang ia lakukan menunjukkan hasil positif Covid-19. Ia telah melakukan tes usap Covid-19 secara rutin. Setelah Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dinyatakan positif Covid-19 pada Ahad (29/11), ia pun langsung menjalani tes usap antigen dan mendapat hasil negatif.

Ia kembali menjalani tes usap PCR di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin (30/11) siang untuk mengonfirmasi hasil tes usap antigen. Ternyata hasilnya berbeda dan Anies dinyatakan positif Covid-19.

Anies mengungkapkan, sebelum Wagub DKI dinyatakan positif Covid-19, mereka berdua berinteraksi cukup dekat beberapa hari sebelumnya. Atas alasan itulah, kata Anies, ia menjalani tes usap sesuai protokol kesehatan.

Meski terpapar virus korona, Anies menyebut dalam keadaan baik dan tanpa gejala. “Setelah berkonsultasi dan sesuai dengan arahan dokter, saya akan menjalani isolasi mandiri dan mengikuti prosedur pengobatan yang ditetapkan tim medis,” kata Anies.

Dia pun meminta seluruh pihak yang pernah bertemu dalam beberapa waktu terakhir agar melakukan langkah-langkah yang diperlukan, seperti isolasi mandiri atau tes usap PCR. Anies mengatakan, pihak yang merasa pernah berkomunikasi secara langsung bisa mengontak puskesmas terdekat untuk melakukan tes usap. 

Meski ia dan Wagub DKI positif Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri, Anies memastikan seluruh pelayanan terhadap publik akan terus berjalan. Ia dan Riza juga akan terus memimpin roda Pemerintahan Provinsi DKI secara virtual. 

photo
Perkembangan Covid-19 Kasus Harian DKI per 30 November 2020 - (covid19.go.id)

Anies mengatakan, ia telah berpesan kepada semua pihak di Pemprov DKI agar terus bekerja dengan giat. Ia tak mau ada layanan publik yang terganggu. "Kita semua sudah terbiasa menjalani kerja virtual ini sejak Maret. Insya Allah, tidak akan ada proses pengambilan kebijakan yang terganggu,” kata Anies. 

DKI Jakarta sampai saat ini masih menjadi daerah penyumbang kasus Covid-19 terbesar. Sebanyak 25 persen kasus Covid-19 nasional berasal dari Jakarta. Per Selasa (12/1), DKI Jakarta menyumbang angka tertinggi penambahan kasus baru, yakni 1.058 orang. Adapun penambahan kasus baru Covid-19 nasional sebanyak 5.092 kasus. 

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, kabar Anies Baswedan yang positif Covid-19 seharusnya menyadarkan masyarakat luas bahwa virus korona bisa menular kepada siapa pun tanpa memandang latar belakang. "Maka dari itu, satgas ingatkan agar masyarakat tertib protokol kesehatan dan jangan pergi ke lokasi yang ada kerumunan. Dilarang berkerumun," kata Wiku dalam keterangan pers, Selasa (1/12). 

Mengenai kebijakan pencegahan Covid-19 antara satgas daerah dan Pemprov DKI, Wiku yakin tetap berjalan efektif meski Anies memegang kendali secara virtual. Kebijakan pencegahan penularan Covid-19 yang dijalankan Pemprov DKI tetap berfokus pada implementasi protokol kesehatan 3M dan 3T (tracing, testing, treatment). 

photo
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta menyemprotkan cairan disinfektan di lingkungan Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta, Selasa (1/12). Penyemprotan tersebut dilakukan setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria terkonfirmasi positif Covid-19 - (Republika/Thoudy Badai)

"Selanjutnya satgas menggalakkan upaya pelacakan dan pengetesan di DKI mengingat angka kasus positif di DKI terus naik dalam sepekan terakhir. Tracing dan testing sangat dibutuhkan untuk memutus rantai penularan," kata Wiku. 

Ia berpesan kepada masyarakat agar semakin waspada dan berhati-hati dalam menjalankan aktivitas di luar rumah. Warga juga diingatkan untuk menghindari penularan di tempat kerja atau luar rumah yang berpotensi membawa virus ke lingkungan keluarga. 

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengapresiasi sikap Anies yang secara cepat mengumumkan kepada publik saat terpapar Covid-19. Moeldoko menilai publikasi yang dilakukan Anies menunjukkan tanggung jawab yang tinggi sehingga masyarakat menjadi lebih waspada.

“Saya pikir apa yang dilakukan Gubernur DKI, Wakil Gubernur DKI, dan Pak Aqil Siroj (ketua umum PBNU—Red) adalah sebuah responsibility yang tinggi. Kami saat ini begini, akhirnya semuanya aware,” ujar Moeldoko di kantornya, Selasa (1/12).

Ia menegaskan, publikasi hasil pemeriksaan Covid-19 juga akan membantu petugas kesehatan dalam melakukan pelacakan terhadap kontak erat pasien. “Kuncinya, apabila ini memiliki risiko terhadap lingkungan maka harus disampaikan kepada publik,” ujarnya.


 

Moeldoko pun menekankan, tokoh masyarakat perlu memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi terkait hasil pemeriksaan Covid-19 untuk mengurangi risiko paparan kepada orang lain. Ia pun yakin Anies dan Riza Patria tetap mampu menjalankan tugasnya sehingga pemerintahan akan tetap berjalan dengan baik.

Ia mengatakan, dengan akses komunikasi yang semakin mudah, Anies dapat memimpin jajarannya dari mana pun sehingga pemerintahan dapat berjalan dengan efektif. “Nanti pasti akan dilihat efektivitasnya,” ujar dia lagi.

Awasi perkantoran

Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya mendesak Pemprov DKI Jakarta tegas mengawasi protokol kesehatan di perkantoran. Kekhawatiran Ombudsman terhadap ledakan klaster perkantoran di Ibu Kota semakin nyata setelah Gubernur DKI Jakarta dan wakilnya terpapar virus korona.

"Pemprov harus tegas dalam melakukan pengawasan terhadap ketentuan 50 persen pekerja yang bisa masuk kerja dan pengaturan waktu kerja (shifting time) agar tidak terjadi silent crowd di perkantoran dan industri," kata Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya Teguh P Nugroho.

Berdasarkan pengamatan Ombudsman Perwakilan Jakarta, kenaikan pengguna kendaraan pribadi sudah mencapai 80 persen dari kapasitas normal. Hal yang sama juga terjadi dengan penumpang kereta commuter line Jabodetabek.

Menurut Teguh, kondisi tersebut menunjukkan kendurnya pengawasan dan penegakan protokol kesehatan di perkantoran dan industri. "Untuk itu, Pemprov DKI harus menyegerakan pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020," kata Teguh.

Teguh mengatakan, pelaksanaan Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19 di DKI Jakarta menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan turunan dalam bentuk pergub agar segera bisa dijalankan. "Ini untuk memberi kepastian terkait sanksi yang akan diberikan dan aparat penegakan hukum, seperti kepolisian, kejaksaan, termasuk pengadilan, memiliki landasan hukum yang lebih jelas," ujar Teguh.

Sumber : Antara


×