Mantan juru bicara Kemenlu AS Jen Psaki saat menghadiri acara di Gedung Putih, 2015 silam. | Pablo Martinez Monsivais/AP
01 Dec 2020, 02:00 WIB

Semua Anggota Tim Komunikasi Biden Perempuan

Biden menetapkan bahwa semua anggota tim komunikasinya adalah perempuan.

WASHINGTON -- Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menetapkan bahwa semua anggota tim komunikasinya adalah perempuan. Biden menyebutkan, ini pertama kalinya terjadi dalam sejarah AS.

“Dengan bangga hari ini saya umumkan tim senior komunikasi Gedung Putih pertama yang seluruhnya terdiri atas perempuan, para komunikator berpengalaman, yang berkualitas, membawa perspektif yang beragam ke pekerjaan mereka dan berbagi komitmen untuk membangun negara ini kembali lebih baik,” kata Biden dalam pernyataannya, Ahad (29/11).

Di antara perempuan yang ditunjuk Biden adalah mantan juru bicara Kementerian Luar Negeri Jen Psaki sebagai sekretaris pers Gedung Putih. Juru bicara kampanye Biden, Kate Bedingfield, menduduki direktur komunikasi.

Di Twitter, Psaki mengatakan, tim komunikasi Biden menjadi tim yang paling beragam sepanjang sejarah. “Dan juga enam orang ibu anak kecil,” katanya melalui Twitter.

Terkait

photo
Presiden Center for American Progress Neera Tanden dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung Putih pada 2018. Ia bakal diajukan presiden terpilih AS Joe Biden sebagai direktur bujet. - (Andrew Harnik/AP)

Pekan lalu Biden juga membuat kejutan dengan menunjuk Reema Dodin sebagai wakil direktur urusan legislatif di Gedung Putih. Laman Times of Israel edisi 25 November melaporkan, Dodin merupakan warga Amerika berdarah Palestina pertama yang menduduki posisi itu. Ia juga menjadi wanita keturunan Palestina paling senior yang duduk di kursi penting eksekutif.

Trump dan Partai Republik

Presiden AS Donald Trump masih bersikeras untuk melanjutkan gugatan hukum terhadap hasil pemilihan presiden. Ia akan berjuang meski telah keluar dari Gedung Putih. “Pikiran saya tidak akan berubah dalam enam bulan,” katanya.

Namun, ia mengaku ragu perkaranya akan sampai ke tangan Mahkamah Agung. Pernyataan ini menunjukkan presiden Partai Republik itu makin pasrah pada fakta Biden akan menggantikannya pada 20 Januari.

Sementara itu, makin banyak anggota Partai Republik yang mengakui kemenangan Biden. Ketua komite pelantikan Senat, Senator Roy Blunt, yang berasal dari Partai Republik mengatakan, ia akan melantik Biden sebagai presiden pada 20 Januari 2020. Blunt mengatakan, ia sedang bekerja sama dengan pemerintahan Biden.

“Kami bekerja sama dengan pemerintahan Biden, yang sepertinya akan menjadi pemerintah, baik pada transisi maupun pelantikan, bila kita ingin bergerak maju,” kata Blunt dalam acara State the Union stasiun televisi CNN, Senin (30/11).

Gubernur Arkansas Asa Hutchinson menjadi salah satu dari sedikit anggota Partai Republik yang menyebut Biden seperti presiden terpilih. “Yang terpenting adalah transisi. Kata-kata Presiden Trump tidak lagi signifikan,” kata Hutchinson pada stasiun televisi Fox News

Sumber : Reuters


×