Petugas membantu warga terkait informasi beasiswa luar negeri (ilustrasi) | Republika/ Wihdan Hidayat
30 Nov 2020, 12:17 WIB

Berburu Beasiswa ke Eropa

Meski dunia dilanda pandemi, dunia pendidikan terus bergerak dinamis.

Siapa yang tidak tertarik memperoleh beasiswa pendidikan tinggi di luar negeri? Bayangkan saja, kita bisa menempuh pendidikan tinggi secara gratis, biaya hidup ditanggung, dan dapat pula tinggal di luar negeri bermodalkan beasiswa. Menarik sekali, bukan?

Sekar Sari termasuk orang yang telah berhasil meraih beasiswa di luar negeri lewat program beasiswa Erasmus. Setelah lulus kuliah Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada, dia mengaku bertekad memperdalam seni dan diplomasi budaya. “Saya beruntung mendapat beasiswa Erasmus dan menjadi mahasiswa pertama asal Indonesia yang mengambil jurusan Master of Art di Choreomundus-International Master on Dance Knowledge, Practice, and Heritage,“ ungkap peraih penghargaan dari Indonesian Movie Awards 2016 ini.

Sekar melanjutkan, proses belajar di Choreomundus mendorongnya untuk bisa menggali lagi seni budaya khususnya melalui praktik seni peran dan seni tari beserta aspek di sekitarnya termasuk pengkajian seni budaya yang komprehensif dan menjadikan seni budaya sebagai strategi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara.

photo
Pertukaran mahasiswa asing/ilustrasi (ANTARA FOTO)

Sekar tentu tidak sendiri. Lebih dari 1.900 mahasiswa Indonesia telah menuntaskan studi mereka di negara-negara Eropa melalui program beasiswa Erasmus. Beasiswa Erasmus Mundus diberikan untuk siswa internasional agar dapat belajar di tiga universitas berbeda di tiga negara berbeda dari Uni Eropa. Program beasiswa ini menanggung sepenuhnya biaya selama menempuh pendidikan tersebut.

Terkait

Selain memberikan manfaat studi ke Eropa bagi mahasiswa Indonesia, beasiswa ini juga memberikan kesempatan bagi lebih dari 500 mahasiswa dan dosen asal Eropa untuk menempuh pendidikan jangka pendek atau mengajar di berbagai universitas di Indonesia.

Erasmus Mundus boleh dibilang telah mengubah kehidupan banyak orang selama bertahun-tahun. Peluang pendidikan tinggi yang dimungkinkan oleh Erasmus Mundus telah mengubah individu menjadi pemimpin, pemimpi menjadi pelaku, peneliti menjadi pembuat kebijakan, dan ide menjadi kenyataan.

Kepala Kerjasama Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Hans Farnhammer, mengatakan meski dunia sedang dilanda pandemi, tetapi dunia pendidikan tetaplah bergairah dan dinamis. Uni Eropa tetap membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para pelajar di Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi di berbagai negara Eropa. “Kami ingin pelajar Indonesia tetap dapat menikmati manfaat beasiswa Erasmus, meski tentu perlu beradaptasi dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh tiap-tiap negara,” katanya.

 
Kami ingin pelajar Indonesia tetap dapat menikmati manfaat beasiswa Erasmus, meski tentu perlu beradaptasi dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh tiap-tiap negara.
Hans Farnhammer, kepala Kerjasama Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia
 

 

Isu lingkungan

Setelah lulus, alumni peraih beasiswa ini pun kerap mengadakan acara bersama lewat ajang acara tahunan Erasmus Days yang digelar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Erasmus Days adalah kegiatan para alumni penerima beasiswa Erasmus untuk memberikan inspirasi bagi para pelajar lainnya tentang manfaat beasiswa ini.

Di tengah pandemi COVID-19, para alumni melakukan berbagai kegiatan secara virtual dengan mengangkat tema “Act Today for Our Tomorrow”.

Hans Farnhammer mengungkapkan, pihaknya bangga terhadap semangat para alumni Erasmus untuk memberikan sumbangsihnya bagi Indonesia dan sekaligus mempromosikan program beasiswa ini walaupun dalam situasi pandemi saat ini. “Kami percaya pada potensi dan kiprah ribuan alumni Erasmus di Indonesia untuk turut memecahkan masalah-masalah global,” ujarnya dalam kegiatan konferensi pers virtual “Erasmus Days 2020”.

Menanggapi isu perubahan iklim global, ia menambahkan, baru-baru ini Uni Eropa meluncurkan Perjanjian Hijau Eropa (European Green Deal), yaitu sebuah rencana masa depan yang berkelanjutan dan bertujuan untuk menjadikan Eropa sebagai benua dengan iklim netral pada tahun 2050.

“Peran generasi muda dalam mengatasi masalah lingkungan dan perubahan iklim sangatlah penting. Karena itu, Erasmus Days diharapkan menjadi momentum yang tepat dalam melakukan aksi nyata,” imbuhnya.

 

Hanif Falah selaku Country Representative of Erasmus Mundus Association Indonesia menjelaskan para alumni datang dari berbagai latar belakang pendidikan yang berbeda dan bertemu untuk berdiskusi bersama demi perubahan yang lebih baik.

Salah satu isu yang penting dan genting untuk didiskusikan adalah isu lingkungan terutama perubahan iklim. Isu perubahan iklim merupakan isu lintas sektoral sehingga memerlukan pencarian solusi berbasis sektoral juga. “Isu lingkungan adalah isu yang sifatnya lintas sektor dan lintas generasi. Terutama bagi generasi saya, permasalahan ini sudah sangatlah mendesak. Sehingga kami sepakat untuk mengambil fokus lingkungan sebagai tema dan gugahan aksi di peringatan Erasmus Days tahun ini,” ujar Hanif.

Ia mengatakan Erasmus Days ini menjadi kesempatan untuk menggalang komitmen para alumni dari berbagai latar belakang pendidikan, profesi dan generasi, untuk merespon krisis perubahan iklim di Indonesia.

Erasmus Days tahun ini menghadirkan narasumber dari Eco Camp dan Waste Solution Hub yang berbagi  cerita tentang pengelolaan sampah sebagai bentuk upaya mitigasi iklim. Erasmus Days juga mengetengahkan diskusi tentang peranan generasi muda Indonesia dalam mengantisipasi perubahan iklim, memberikan informasi mengenai beasiswa Erasmus, serta membuka kesempatan kepada lebih banyak mahasiswa Indonesia memperoleh manfaat beasiswa Erasmus. ”Secara pribadi, Beasiswa Erasmus telah memberikan saya kesempatan untuk melihat lebih dalam tentang studi dan karier yang saya ambil di bidang pembangunan dan kebijakan publik,” kata Hanif.

Anda berminat berburu beasiswa juga?

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Erasmus Mundus Association (@erasmusmundus)


×