Presiden AS terpilih Joe Biden saat berbicara di Queen theater, Wilmington, Delaware, Senin (23/11). | AP Photo/Carolyn Kaster
26 Nov 2020, 02:00 WIB

Biden: Multilateral dan Diplomasi

Dow Jones menembus level 30.000 untuk pertama kalinya. 

WILMINGTON -- Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Joe Biden, Selasa (24/11), mengatakan, AS akan siap kembali memimpin dunia. Pernyataannya ini mengunci kebijakan Presiden Donald Trump yang selalu menggaungkan "America first".

Biden juga memaparkan tim pelaksana kebijakan luar negeri dan keamanan nasional. Ia mengisyaratkan kebijakannya setelah dilantik menjadi presiden AS pada 20 Januari nanti adalah mengubah haluan AS dari nasionalisme unilateralis yang dipraktikkan Trump.

"Ini adalah tim yang mencerminkan fakta bahwa Amerika akan kembali, siap memimpin dunia, tidak akan menarik diri, sekali lagi akan kembali duduk di kepala meja perundingan, siap mengonfrontasi musuh-musuh kita dan tidak akan menolak para sekutu kita, siap berjuang demi nilai-nilai kita," ujar Biden di kampung halamannya di Wilmington, Delaware, AS.

Kebijakan luar negeri AS di bawah Biden tampaknya akan membuat AS kembali menerapkan pendekatan multilateral dan diplomasi. Jalan ini diambil untuk memperbaiki hubungan AS dengan sekutu-sekutu pentingnya dan mengejar kembali target-target baru seperti isu perubahan iklim.  

Terkait

Biden juga berjanji akan merangkul kembali para sekutunya, termasuk di kawasan Asia Pasifik. Jalur ini diambil setelah hubungan bilateral AS dan Cina merosot, bahkan dibandingkan seperti era Perang Dingin. 

Tim kabinetnya kali ini menunjukkan nama Antony Blinken untuk posisi menteri luar negeri. Biden ingin mengenyahkan anggapan yang menyebut presiden terpilih berpikiran kolot dan sulit mengubah kebiasaan dalam hal kebijakan luar negerinya. 

Saat menyampaikan rencana tim keamanan nasional AS, Biden mendesak Senat untuk memberi kesempatan kepada orang-orang yang diajukannya. Politisi Partai Demokrat ini juga mengatakan harapannya untuk bisa bekerja sama dengan kaum Republikan "dengan rasa percaya".

"Mari kita mulai bekerja ... untuk menyembuhkan dan menyatukan Amerika sekaligus dunia," ujar Biden.

Namun, sejumlah senator Republik menunjukkan kesiapan untuk menjegal langkah Biden. Salah satunya adalah Marco Rubio. Penunjukan kabinet memang membutuhkan persetujuan dari House of Representative dan Senat. Saat ini House dikuasai Demokrat dan Senat dikuasai Republik.

Biden mengisyaratkan, dua politisi Demokrat yang pernah menjadi pesaingnya untuk maju ke pemilihan presiden, Bernie Sanders dan Elizabeth Warren, tidak akan menduduki kabinet. Menurut Biden, ia membutuhkan keduanya untuk tetap di Senat dan menambah suara untuk Demokrat. 

Di tengah proses transisi kekuasaan dari Trump ke Biden serta kemajuan vaksin Covid-19, kabar baik datang dari lantai bursa Wall Street. Pada Selasa, Dow Jones Industrial Average meroket dan menembus level 30.000 poin untuk pertama kalinya.

Dow Jones terdiri dari 30 perusahaan dengan saham blue chip yang bergerak di berbagai bidang usaha. Di antaranya terdapat Apple dan Microsoft, hingga perusahaan lama seperti Boeing dan Caterpillar.

Selama masa kepemimpinan Trump selama empat tahun terakhir, AS telah membuat gerah sejumlah sekutunya di Eropa dan kawasan lain. Pendekatannya juga dinilai antagonistik terhadap Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan perdagangan, mengabaikan kesepakatan internasional, dan menjalin hubungan dengan para pemimpin otoriter. 

Di sisi lain, dunia juga banyak berubah dalam empat tahun terakhir. Cina kian bangkit, Rusia mencoba meraih kembali kendali pengaruhnya. 

Sementara, pengaruh AS kian memudar sejak keluar dari sejumlah kesepakatan internasional. Pergolakan moral di dalam negeri juga memercik, seperti isu rasialis polisi kulit putih terhadap warga kulit hitam. 

Sumber : Reuters/Associated Press


×