Calon penumpang menunggu bus tujuan Jakarta di terminal bayangan Gerbang Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad (1/11). | ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Jawa Tengah

26 Nov 2020, 02:00 WIB

‘Yang Luar Kota Jangan Mudik Dulu’

Presiden Joko Widodo memutuskan jatah cuti bersama akhir tahun nanti dikurangi.

SOLO – Libur panjang akhir tahun nanti membuat khawatir sejumlah kepala daerah. Kendati pemerintah memutuskan memangkas waktu libur panjang, kemungkinan terjadinya gelombang mudik masih sangat besar dan dikhawatirkan akan menambah laju penyebaran Covid-19.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengimbau agar masyarakat di perantauan tidak mudik ke Solo pada momen libur panjang akhir tahun 2020. Selain itu, warga yang berada di Solo juga diimbau agar tidak ke luar kota. Hal itu demi kepentingan bersama, yakni menekan penyebaran Covid-19.

“Sehingga kalau seandainya tidak dikurangi (waktu libur), ya saya berharap warga masyarakat tidak mudik dulu sebelum pandemi Covid-19 ini bisa kita kendalikan sambil menunggu vaksin yang sudah direncanakan pemerintah pusat,” kata Hadi di Solo, Rabu (25/11).

Imbauan tersebut dilakukan karena angka penyebaran Covid-19 kian meningkat di Kota Solo. Dalam beberapa hari terkahir, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif melonjak tajam. Bahkan, pernah dalam satu hari terjadi penambahan lebih dari 100 kasus positif. Sedangkan, jumlah kumulatif sudah di atas 2.000 orang.

Rudyatmo menambahkan, warga Solo juga diimbau tidak pergi ke luar kota dulu supaya tidak terjadi paparan Covid-19 di luar Solo. “Sehingga sama-sama adil-lah, jadi warga masyarakat Solo tidak ke luar kota dulu, yang luar kota jangan mudik ke Solo dulu,” ujar dia.

photo
Sejumlah warga antre untuk mengikuti tes cepat (Rapid Test) gratis di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/11). Pemerintah setempat memberikan failitas tes cepat gratis untuk warga yang melakukan perjalanan luar kota pada libur panjang cuti bersama, untuk mencegah peningkatan kasus Covid-19. - (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

Meski sifatnya imbauan, warga diminta untuk mengikuti hal tersebut. Sebab, Pemkot akan kesulitan jika harus mengecek satu per satu warga yang masuk dan keluar Solo.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan jatah cuti bersama akhir tahun nanti dikurangi. Kendati begitu, belum dipastikan berapa jatah hari cuti bersama yang dikurangi. Presien memerintahkan para pembantunya segera menggelar rapat koordinasi antarkementerian/lembaga untuk membahasnya.

Di sisi lain, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat rekor terbaru kasus konfirmasi positif harian pada Rabu (25/11). Dari 45.330 pemeriksaan spesimen, Satgas menemukan 5.534 kasus positif baru sehingga total kasus Covid telah mencapai 511.836.

Dari total penambahan kasus positif harian secara nasional, Provinsi DKI Jakarta menyumbang kasus positif tertinggi, yakni sebanyak 1.273. Kemudian, disusul Jawa Tengah sebanyak 1.008 kasus baru, dan Jawa Barat melaporkan terdapat 741 kasus positif.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengusulkan ke pemerintah pusat untuk menghapus rencana pemberian cuti bersama akhir tahun nanti. Belajar dari libur panjang dan cuti bersama akhir Oktober 2020 lalu, grafik kasus positif Covid-19 di sejumlah daerah terbukti mengalami lonjakan.

“Saya usulkan, nggak usah ada cuti bersama. Peningkatan kasus konfirmasi positif di Jawa Tengah akhir- akhir ini karena libur panjang yang kemarin,” ujar dia. Provinsi Jateng dalam beberapa hari terakhir selalu berada di urutan kedua setelah DKI Jakarta untuk penambahan kasus positif harian.

Menurut gubernur, pada tanggal 10 hingga 12 November lalu, kasus positif Covid-19 di Jawa Tengah mengalami kenaikan drastis akibat dampak dari libur panjang dan cuti bersama beberapa pekan sebelumnya. Makanya, politikus PDIP itu berharap akhir tahun nanti tidak ada cuti bersama.

“Sudah secukupnya saja liburnya, karena saat ini rasa-rasanya kita semua harus banyak-banyak di rumah, sekolah ya di rumah dan everyday rasanya seperti Sunday,” ujar dia.


×