Lampu-lampu ruang perawatan menyala di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/11). | ADITYA PRADANA PUTRA/ANTARA FOTO
26 Nov 2020, 02:00 WIB

Rumah Sakit di Daerah Kewalahan

Kasus positif Covid-19 di sejumlah daerah naik signifikan yang membuat rumah sakit kewalahan.

GARUT – Kasus positif Covid-19 di sejumlah daerah menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan hingga membuat rumah sakit setempat kewalahan. Kapasitas rumah sakit rujukan Covid-19 yang hampir penuh ini mengharuskan pemerintah daerah setempat menyiapkan berbagai langkah antisipasi.

Kepala Bidang Pelayanan Pelayanan Medis RSUD dr Slamet Kabupaten Garut, Zaini Abdillah, mengatakan, kapasitas ruang isolasi di rumah sakit rujukan ini sudah hampir penuh. Dari 100 tempat tidur yang tersedia untuk pasien Covid-19, 96 di antaranya sudah terisi. 90 tempat tidur di antaranya digunakan untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19, lima tempat untuk pasien suspek, dan satu untuk kontak erat pasien. “Itu bisa terus melonjak,” kata dia saat dihubungi Republika, Rabu (25/11).

Menurut dia, dalam beberapa pekan terakhir memang terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 yang cukup signifikan di Garut. Pasien yang diprioritaskan dirawat di RSUD dr Slamet adalah yang memiliki gejala. Sementara itu, yang tidak bergejala akan ditempatkan di rumah sakit darurat, baik Klinik Medina maupun Gedung KB Kabupaten Garut.

Terkait

“Namun, jumlah pasien di Klinik Medina juga terus bertambah. Terakhir ada 174 pasien dari kapasitas 280 tempat tidur. Mungkin itu akan terus bertambah,” kata dia.

Zaini mengatakan, pihak RSUD terus melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut untuk mengatasi penuhnya ruang isolasi di rumah sakit. Sebab, RSUD dr Slamet tak bisa serta-merta melakukan penambahan ruang isolasi.

Dia menjelaskan, RSUD dr Slamet statusnya hanya sebagai rumah sakit rujukan, bukan merupakan rumah sakit khusus penanganan Covid-19. Artinya, pelayanan kesehatan di luar kasus Covid-19 juga harus tetap berjalan. “Penambahan kapasitas tempat tidur, kita harus memperhitungkan agar pelayanan lain tetap terlaksana,” kata dia.

Di Yogyakarta, kenaikan kasus baru positif Covid-19 juga terus menunjukkan jumlah yang signifikan. Juru Bicara Penanganan Covid-19 untuk DIY, Berty Murtiningsih, mengatakan, ketersediaan bed (tempat tidur) isolasi di seluruh rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, kini tersisa sembilan bed untuk kasus critical dan 48 bed untuk kasus non-critical.

Sementara itu, total bed yang disediakan, yaitu 49 bed untuk kasus critical dan 404 bed untuk kasus non-critical. Artinya, sebagian besar saat ini sedang terpakai. “Sehingga, bed yang saat ini terpakai untuk penanganan Covid-19 ada 49 bed untuk critical dan 356 bed untuk non-critical,” katanya.

Pemkab Cirebon, Jawa Barat, memutuskan untuk menambah ruang isolasi untuk pasien Covid-19 seiring melonjaknya kasus di daerah tersebut. Pemkab akan menggunakan Gelanggang Olahraga (GOR) Watubelah dan bangunan lama RSUD Arjawinangun.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Rahmat Sutrisno, mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon terjadi pada pasien bergejala ataupun tidak bergejala. Lonjakan terjadi di antaranya karena pasien Covid-19 tanpa gejala kurang disiplin dalam melakukan isoasi mandiri.  “Karena itu, dibutuhkan tempat isolasi khusus,” ujar Rahmat.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Arjawinangun, Bambang Sumardi, mengatakan, kapasitas isolasi pasien Covid-19 yang ada di RSUD Arjawinangun saat ini  ada 42 tempat tidur. Jumlah tersebut tidak cukup untuk memenuhi kondisi saat ini. “Sehingga, penggunaan sport center mendesak,” kata Bambang.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengakui, memang terjadi tren kenaikan keterisian kamar inap dan ICU di rumah sakit di berbagai daerah dibandingkan periode sebelum libur panjang. Satgas pun meminta pemerintah daerah agar melakukan tindakan tanggap siaga.

“Tren kenaikan kapasitas yang signifikan perlu menjadi alert atau peringatan untuk segera melakukan tindakan tanggap siaga,” ujar Wiku.

Wiku mengingatkan agar beban kerja para tenaga kesehatan juga menjadi perhatian sehingga tak terjadi keletihan ekstrem karena menangani pasien Covid. Keletihan ekstrem para tenaga kesehatan ini nantinya juga dapat berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan kesehatan.

Satgas meminta agar masyarakat terus melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat serta meminta pemerintah daerah agar meningkatkan layanan kesehatan yang sesuai standar bagi pasien Covid.


×