Tangkapan layar Presiden RI Joko Widodo menyampaikan pidato dalam konferensi virtual G20, Ahad (22/11). | EPA-EFE/MUCHLIS JRS/PRESIDENTIAL PALACE HANDO

Kabar Utama

G-20 Dorong Pemerataan Vaksin Covid-19

Indonesia turut menyerukan pemerataan akses vaksin Covid-19.

RIYADH -- Para pemimpin negara anggota 20 negara ekonomi terbesar (G-20) berjanji akan memastikan vaksin Covid-19 didistribusikan secara adil. G-20 juga bakal mendukung negara-negara miskin untuk pulih dari pandemi virus korona.

Komitmen tersebut merupakan salah satu poin komunike KTT G-20 yang digelar secara virtual pada 21-22 November. Pandemi Covid-19 yang telah membawa ekonomi global ke dalam resesi tahun ini memang menjadi agenda utama KTT G-20.

"Kami tidak akan menyisihkan upaya untuk memastikan akses yang terjangkau dan adil bagi semua orang, sesuai dengan komitmen anggota untuk mendorong inovasi. Kami mengakui peran imunisasi ekstensif sebagai barang publik global," demikian pernyataan para pemimpin negara anggota G-20 dalam draf komunike G-20 yang sempat dilihat Reuters.

Indonesia menjadi salah satu negara yang menyerukan adanya pemerataan akses vaksin. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar akses terhadap vaksin Covid-19 tersedia bagi semua negara tanpa terkecuali. Ia mengatakan, komitmen politik negara-negara G-20 sangat dibutuhkan untuk memobilisasi pendanaan global bagi pemulihan kesehatan.

Jokowi mengatakan hal tersebut saat menyampaikan pidatonya di KTT G20 dalam sesi “Mengatasi Pandemi serta Memulihkan Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan”, Sabtu (21/11).  Jokowi mendorong adanya pendanaan bagi pemulihan kesehatan. 

"Dunia tidak akan sehat kecuali semua negara sudah sehat. Vaksin adalah salah satu amunisinya,” kata Jokowi dikutip dari siaran resmi Istana, Ahad (22/10).

Selain itu, Presiden menekankan perlunya dukungan dari negara-negara G20 untuk pemulihan ekonomi dunia di tengah situasi pandemi saat ini. Salah satunya terkait bantuan restrukturisasi utang untuk negara berpendapatan rendah.

Dukungan kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan juga penting untuk terus diberikan bagi negara-negara berkembang. Presiden berpandangan, apabila dukungan tersebut dikurangi secara terburu-buru, pemulihan ekonomi dunia dikhawatirkan akan berjalan dalam waktu yang lama. 

“Keleluasaan fiskal negara berkembang dibutuhkan untuk membiayai jaring pengaman sosial, mendongkrak konsumsi domestik, serta menggerakkan ekonomi kecil dan menengah,” katanya.

Pada bulan lalu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga telah menyerukan perlunya solidaritas yang lebih kuat bagi negara berkembang pada masa sulit akibat pandemi Covid-19 saat ini. Tanpa bantuan negara-negara G-20, negara berkembang dan terbelakang tidak mudah pulih dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi.

Distribusi vaksin yang merata terhadap seluruh negara ditekankan Arab Saudi selaku ketua G20. “Kita harus bekerja untuk menciptakan kondisi akses yang terjangkau dan setara ke alat-alat ini untuk semua orang,” kata Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dalam pidato pembuka.

 Dalam KTT tersebut, para pemimpin G-20 khawatir pandemi akan memperdalam perpecahan global antara yang kaya dan miskin. 

“Kita perlu menghindari skenario dunia dua kecepatan di mana hanya yang lebih kaya yang dapat melindungi diri mereka sendiri dari virus dan memulai kembali kehidupan normal,” ujar Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Uni Eropa mendesak para pemimpin G-20 segera mengucurkan lebih banyak dana ke proyek global untuk vaksin, tes, dan pengobatan yang disebut Access to Covid-19 Tools (ACT) Accelerator serta fasilitas COVAX guna mendistribusikan vaksin. Dalam sambutannya, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, negaranya telah menyumbang lebih dari 500 juta euro untuk upaya tersebut. Dia mendesak negara lain melakukan bagian mereka.

Presiden Cina Xi Jinping dalam KTT G-20 menawarkan kerja sama vaksin. Ia menegaskan, Cina bersedia memperkuat kerja sama dengan negara lain dalam penelitian dan pengembangan, produksi, dan distribusi vaksin.  Saat ini, Cina memiliki lima kandidat vaksin Covid-19 yang sedang menjalani fase uji coba tahap akhir.

“Kami akan menawarkan bantuan dan dukungan kepada negara berkembang lainnya dan bekerja keras untuk membuat vaksin menjadi barang publik yang dapat digunakan serta dibeli oleh warga dari semua negara,” katanya.

Sementara, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump hanya menyampaikan pernyataan singkat. Menurut Sekretaris Pers Gedung Putih Kayleigh McEnany, Trump hanya menyinggung tentang perlunya bekerja sama dalam proses pemulihan pertumbuhan ekonomi. Dia tidak menyebutkan janji AS untuk mendukung upaya distribusi vaksin global.

G-20 juga akan mendukung rencana untuk memperpanjang pembekuan pembayaran utang oleh negara-negara termiskin hingga pertengahan 2021. Para pemimpin juga mendukung pendekatan umum untuk menangani masalah utang di luar itu.

Presiden Bank Dunia David Malpass memperingatkan G-20 bahwa kegagalan memberikan keringanan utang ke beberapa negara dapat menyebabkan peningkatan kemiskinan dan terulangnya kegagalan seperti pada 1980-an.

Inisiatif keringanan utang G-20 telah membantu 46 negara menunda pembayaran utang sebesar 5,7 miliar dolar AS. Namun, itu jauh dari 73 negara yang memenuhi syarat dan menjanjikan penghematan sekitar 12 miliar dolar AS. Partisipasi sektor swasta dipandang penting untuk memastikan penggunaan inisiatif yang lebih luas.

Italia yang akan menjadi ketua KTT G-20 pada 2021 turut mendorong negara anggota meningkatkan persatuan dan kerja sama dalam menghadapi pandemi Covid-19. Selain itu, bersinergi dalam mengatasi tantangan dunia lainnya, seperti dampak perubahan iklim, kesenjangan, dan kebutuhan mewujudkan ekonomi yang berkelanjutan.

"Kita harus selalu bersatu dan kita harus menggunakan peluang yang ada dalam krisis ini untuk menciptakan normal baru yang lebih baik," kata dia.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat