Chest Freezer seri The Whale dari Artugo degan kapasitas 1.600 liter. | Dok Artugo
16 Nov 2020, 07:38 WIB

Kembangkan Hobi dengan Dukungan Teknologi

Selama di rumah, berbagai hobi atau kegiatan baru kian ditekuni masyarakat. 

Di tengah pandemi, berada di rumah menjadi pilihan yang aman untuk meminimalisasi risiko penularan Covid-19. Berbagai perubahan perilaku masyarakat pun kian terasa. 

Tak hanya belajar dan bekerja, memasak dan menyimpan makanan dalam jumlah besar kini banyak dilakukan. Alhasil, lemari pendingin berkapasitas besar pun makin banyak dicari para konsumen. 

Pekan lalu, Artugo memperkenalkan chest freezer dalam balutan warna- warni pertama di Indonesia. “Kami mengamati, produk chest freezer yang beredar saat ini memiliki tampilan yang biasa-biasa saja, tidak ada unsur fun-nya,” ujar Paul Daniel selaku Product Marketing Manager PT Kreasi Arduo Indonesia, pemegang merek dagang Artugo.

Dari segi fitur, ia melanjutkan, yang dimiliki juga standar. Hal inilah yang menggerakkan Artugo membuat chest freezer yang tidak saja powerful tapi juga penuh warna. 

Terkait

photo
Seri Espriritod del Artugo, Chest Freezer dengan berbagai varian warna. - (Dok Artugo)

Pada lini terbarunya ini, Artugo menghadirkan sembilan warna atraktif, antara lain Glamming Black, Rosy Red, Ruby Red, Stylish Grey, dan Moroccan Tosca Green. Ada berbagai pilihan kapasitas yang bisa dipilih, yaitu The Whale yang berkapasitas superbesar, yaitu 1.600 liter sampai Spirit Series yang berkapasitas 100 liter hingga 330 liter.

Dari segi fitur, chest freezer terbaru ini menggunakan refrigerant ramah lingkungan R290 dan R600a yang hemat dalam konsumsi energi dan handal dalam kecepatan proses pendinginan, pemilihan inner cabinet material Pre-Coated Metal (PCM) yang kuat, antikarat, dan mudah dibersihkan, adjustable thermostat demi mempermudah pengaturan, dan opsi double cool pack untuk ekstra ketahanan dingin saat mati lampu. 

Besarnya kebutuhan konsumen akan lemari pendingin, membuat Artugo serius mengembangkan teknologi dan tampilan chest freezer. Selain berinovasi pada produk, Artugo juga menetapkan strategi pemerataan penyebaran produk hingga ke pelosok Tanah Air. 

Dua belas cabang dan jaringan distribusi telah beroperasi di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Sumatra hingga Papua. CEO PT Kreasi Arduo Indonesia, Robert Widjaja mengungkapkan, Artugo juga memiliki berbagai varian pemasaran, mulai dari saluran tradisional, modern channel, supermarket bangunan, hingga layanan cash and credit

Saat ini, Artugo juga telah menyiapkan 5D Evo Cooling, teknologi pendinginan 5 sisi. Fitur ini akan disematkan pada The Aquatics, tipe chest freezer di kelas 400 liter hingga 850 liter, yang siap dipasarkan dalam beberapa pekan mendatang. 

Menurut Robert, pada 2021 permintaan akan chest freezer diperkirakan akan tetap tinggi. “Tahun depan, kita belum sepenuhnya terlepas dari dampak pandemi. Normal baru pun rasanya masih akan tetap menjadi budaya  di tahun depan,” ujarnya.

Di sisi lain, bisnis makanan dan minuman, seperti makanan beku, juga akan meningkat terkait dengan belum pulihnya kondisi ekonomi di sektor formal. “Inilah yang memperkuat prediksi kami, bahwa kebutuhan freezer akan lebih tinggi lagi,” ungkap Robert. 

 
Kami mengamati, produk chest freezer yang beredar saat ini memiliki tampilan yang biasa-biasa saja, tidak ada unsur fun-nya.

          Paul Daniel, Product Marketing Manager PT Kreasi Arduo Indonesia, pemegang merek dagang Artugo.

 

Memasak Kian Mudah

photo
Produk steam oven terbaru dari Sharp - (Dok Sharp Electronics Indonesia)

Kesadaran akan pentingnya menata pola hidup sehat kini semakin tumbuh di masa pandemi. Keterbatasan ruang gerak akibat penyebaran Covid-19 memunculkan berbagai gaya hidup baru. 

Salah satunya, adalah semakin banyak orang yang mengeksplor kemampuannya berkarya di dapur. Selain dapat mengontrol higienitas masakan, berkreasi dengan aneka ragam kuliner merupakan cara yang menyenangkan untuk memanjakan anggota keluarga. 

Dilatarbelakangi hal tersebut, pekan lalu, Sharp melalui rangkaian produk Healsio yang kembali meluncurkan Healsio Superheated Steam Oven, alat masak pintar yang memudahkan setiap orang untuk memasak makanan. Telah terjual lebih dari 2,3 juta unit di seluruh dunia, produk ini mempunyai fungsi perpaduan dari steam oven, microwave, dan juga convection oven di dalam satu alat masak. 

Assistant General Manager of Product Strategic Group for Home Appliances PT Sharp Electronics Indonesia, Andrew Gultom menjelaskan, dengan teknologi inverter yang diusungnya, Healsio Superheated Steam Oven ini mampu menghasilkan panas yang lebih stabil sehingga aktifitas memasak pun akan lebih efisien.

“Alat ini dapat mendeteksi ukuran dan jenis makanan yang dimasak, dan secara otomatis akan berhenti bekerja jika makanan sudah mencapai tingkat kematangannya. Jadi masalah masakan hangus tidak akan dijumpai lagi jika menggunakan alat ini”, ujarnya. 

Menggunakan sistem pemanasan dengan air, alat masak ini mampu menghasilkan uap air dimana kemudian  uap tersebut dipanaskan kembali sampai 250 derajat Celsius. Injeksi superheated steam mampu terserap secara sempurna ke dalam makanan, sehingga berbagai jenis masakan dapat matang secara sempurna. 

Uap panas yang dipaparkan oleh alat ini juga mampu mengurangi lemak, kadar garam dan minyak di dalam makanan sehingga hasil masakan akan menjadi lebih sehat. Fitur ‘All In One Cooking’ memberikan kemudahan dalam pengoperasiannya. 

Metode low oxygen cooking yang diusung Healsio mampu mempertahankan efek antioksidan sehingga mampu menjaga keaslian cita rasa makanan. Dilengkapi 25 auto menu, Sharp Healsio Superhetaed Steam Oven mempermudah konsumen untuk memasak jenis makanan yang berbeda. 

Mulai dari, menumis, memanggang kue, mengukus hingga memanggang daging semua dapat dilakukan oleh alat ini. “Memanfaatkan infrared sensor, alat ini mampu mendeteksi temperatur dari tiap bahan makanan yang dimasak. Sensor ini juga dapat mendeteksi ukuran dan jenis makanan sehingga memungkinkan penggunanya untuk memasak frozen food dan makanan setengah matang secara bersamaan”, Andrew melanjutkan.

Memiliki kapasitas 31 liter produk ini sudah dapat dijumpai di toko elektronik dan niaga elektronik dengan harga Rp 8 juta. 

Berkebun dengan IoT

photo
Pemanfaatan IoT untuk kegiatan perkebunan hidroponik. - (Dok XL Axiata)

Selama berada di rumah, berbagai hobi baru ters bermuculan di masyarakat. Salah satu hobi yang cukup populer, adalah berkebun. 

Pada Rabu (11/11), PT XL Axiata Tbk memperkenalkan solusi internet of thing (IoT) terbarunya untuk precision farming yang tersebut diberi nama XL Smart Hydroponics. Solusi ini dibangun untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas pertanian yang menggunakan teknik hidroponik. 

Penggunaan teknologi IoT ini, terbukti mampu meningkatkan produktivitas petani hingga lebih dari dua kali lipat. Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata, Feby Sallyanto, menjelaskan, bertani dengan menggunakan teknik hidroponik harus memperhatikan sejumlah hal penting, seperti pemantauan dan penyesuaian secara berkala atas takaran nutrisi, suhu air dan udara, serta tingkat keasaman (pH) air yang akan digunakan. 

Hal-hal tersebut sangat mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman. Namun, seringkali pengukuran yang kurang akurat dan tidak dilakukan secara rutin sehingga pengendalian nutrisi menjadi kurang maksimal. “Akibatnya pertumbuhan tanaman juga tidak seperti yang diharapkan. XL Smart Hydroponics ini dirancang untuk menjadi solusi atas permasalahan tersebut,” ujar dia. 

XL Smart Hydroponics memiliki sistem yang telah terintegrasi, baik terhadap kinerja sensor, aktuator, konektivitas, platform dan aplikasi. Solusi ini telah dilengkapi dengan display touch screen dan didukung oleh Graphical User Interface (GUI) yang mudah digunakan. 

Fungsi utamanya, adalah pemantauan kondisi udara, air, dan pengontrolan nutrisi air secara otomatis. Kondisi udara di sekitar tanaman akan di monitor untuk menjaga kondisi ideal untuk tanaman.

Dengan solusi ini petani bisa memantau secara real-time dan optimal berbagai parameter yang mempengaruhi kondisi tanaman. Saat ini, XL Smart Hydroponics ini telah diimplementasikan oleh Kebun Gizi Hidroponik Baitul Maal Hidayatullah (BMH) di Depok, Jawa Barat. Solusi ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas rata-rata lebih dari dua kali lipat.


×